Berita DJKN

Knowledge sharing: Human Capital Investment as New Driving Force of Economy

Sabtu, 31 Maret 2018 pukul 11:45:20   |   959 kali

Jakarta - Untuk meningkatkan kapasitas SDM di lingkungan DJKN, Sekretariat DJKN menyelenggarakan Knowledge Sharing bertema Human Capital Investment as New Driving Force of Economy, Rabu (28/3/2018).

Kegiatan yang bertempat di ruang rapat lantai 10 Kantor Pusat DJKN ini dibuka pukul 10.00 WIB. Menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Tenaga Pengkaji RPEKND, Arik Hariyono. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran human capital sebagai dasar penggerak ekonomi untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Terdapat tiga hal penting terkait dengan human capital investment, yakni bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan sosial.

Arik juga mengulas saat acara Voyage to Indonesia Program yang diadakan pada (1/3/2018) di Bali mengenai Human Capital as a Driver of Economic Growth and the Foundation of Prosperity, Human Capital and Future of Work, dan Key Opportunities and Challenges in Human Capital Investment. Gubernur Bali pada event ini menyatakan bahwa Bali dikenal karena SDM yang luar biasa dan senantiasa mengembangkan culture mereka hingga mendapatkan pengakuan di mata dunia.

Arik mengemukakan bahwa kemajuan teknologi juga menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat melakukan investasi terhadap human capital lebih cepat. Anak-anak semenjak dini perlu dikenalkan dengan teknologi agar dapat beradaptasi lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman.

Secara khusus di dalam institusi DJKN, ia menekankan perlunya perubahan paradigma guna mengikuti perkembangan di dunia luar untuk membuat perubahan besar. “Fasilitas sudah ada dan bagus seperti saat ini sedang dikembangkan aplikasi KNpedia, tapi kalau kita sendiri tidak mau buka, ya sama saja. Mengubah paradigma memang tidak mudah. Kita hanya sebatas mengetahui, tapi belum menghayati, ” ujarnya.  

Implementasi magang yang saat ini dilaksanakan oleh pegawai OJT baik pada direktorat teknis, kanwil, maupun KPKNL merupakan salah satu bentuk investasi SDM yang dilakukan instansi DJKN.  Melalui program tersebut, pegawai OJT diharapkan sudah siap dan mengetahui persis proses bisnis dan deskripsi pekerjaan di kantor masing-masing pada saat penempatan.

Perubahan teknologi memang dapat memberikan dampak perubahan yang besar, namun perhatian juga perlu diberikan terhadap angka pengangguran sebagai dampak dari perubahan teknologi tersebut. Kemajuan teknologi dapat menyebabkan sekitar 60% orang kehilangan pekerjaan. Sebagai contoh saat ini dengan adanya e-auction, proses lelang sudah dapat termonitor melalui sistem tersebut dengan meminimalisasi pertemuan fisik. Terkait hal tersebut, Arik menyatakan, perlu dibuatkan perlindungan terhadap tenaga kerja terkait jaminan kerja atau kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Salah satu peserta mempertanyakan tentang pentingnya membangun SDM berkualitas ini, namun pada akhirnya digantikan perannya oleh teknologi. Menurut Arik perlu untuk mengembangkan keahlian hard skill terspesialisasi maupun soft skill yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, sebagai bekal menghadapi persaingan global di masa mendatang.

Menutup kegiatan, Arik yang juga merupakan Ketua Pelaksana Harian PMO ini berharap agar para peserta Knowledge Sharing dapat mulai menggunakan teknologi yang ada untuk menggali informasi tidak terbatas hanya pada tusi DJKN semata, tetapi juga melengkapi diri dengan berbagai informasi terkini serta berbagai pengetahuan sebagai inspirasi untuk menginisiasi perubahan-perubahan di DJKN. “Orang-orang yang rajin menambah ilmu di luar tupoksi adalah orang-orang yang betul-betul siap pada saatnya nanti. Jika kita sebagai ASN hanya membatasi ilmu sebatas tupoksi saja, maka ilmu kita akan sebatas itu saja,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Bagian Kepegawaian, Sekretariat DJKN, Dwi Wahyudi dan para pegawai DJKN. (Belisa/Kiki, Humas)

Foto Terkait Berita