Tedy Syandriadi: “Perlunya Terobosan Baru!”
Dita Angelia Dwi Hastuti
Selasa, 13 Maret 2018 pukul 13:29:33 |
829 kali
Tangerang - Sepekan
setelah kegiatan 110 Tahun Lelang Indonesia, Kanwil DJKN Banten dan Kanwil BRI
Jakarta 3 melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Lelang pada Jumat (9/3),
di Hotel Novotel Tangerang.
Kepala Kanwil DJKN
Banten, Tedy Syandriadi dalam sambutannya pada acara tersebut menegaskan
perlunya terobosan baru menggunakan teknologi agar informasi cepat tersampaikan
contohnya melalui whatssap group. Selain itu, untuk mempercepat
proses permohonan lelang hendaknya pihak BRI memastikan berkas permohonan
lelang sudah clean and clear. Acara ini merupakan bagian program
percepatan lelang yang dihadiri oleh seluruh jajaran Kanwil DJKN Banten dan
Kanwil BRI Jakarta 3.
Pemimpin Kantor Wilayah
BRI Jakarta 3, Andik Eko Putro, menyampaikan Pada tahun 2017 Kanwil BRI
Jakarta 3 melakukan permohonan lelang sebanyak 131 kali lelang dengan nilai
limit Rp221,7 M. Sementara pada tahun 2018, Kanwil BRI Jakarta 3 menargetkan
sebanyak 315 kali dengan outstanding Rp283,5 M. Untuk itu Kanwil BRI
Jakarta 3 dan Kanwil DJKN Banten perlu bekerja sama dalam pelaksanaan
lelang.
Target tahun 2018 di
pecah untuk 22 kantor cabang dan dibagi menjadi empat triwulan. Triwulan I
menargetkan sebanyak 72 kali lelang dengan nilai limit Rp63,1 M. Triwulan II
menargetkan 81 kali lelang dengan nilai limit Rp69,7 M. Pada Triwulan III Kanwil
BRI Jakarta 3 menargetkan 81 kali lelang dengan nilai limit Rp73,5 M.
Selanjutnya untuk Triwulan IV Kanwil BRI Jakarta 3 menargetkan 81 kali lelang
dan nilai limit Rp77,2 Milyar.
Ada beberapa kendala
yang dihadapi oleh Kanwil BRI Jakarta 3 pada tahun 2017 terkait masalah lelang
antara lain masalah gugatan, perlawanan dari debitur saat pengosongan agunan.
Kendala lainnya terkait harga limit lelang tinggi, daya beli rendah dan
permasalahan sosial untuk daerah tertentu
Selama tahun 2017 Kanwil DJKN Banten menerima permohonan lelang dari BRI di wilayah Banten sebanyak 384 permohonan dengan lelang laku 47 kali, Lelang Tanpa ada Peminat 271 kali, dan pembatalan permohonan lelang sebanyak 66 kali. Dari permohonan BRI yang laku tahun 2017 menghasilkan pokok lelang sebesar Rp20,1 Milyar dengan bea lelang Rp707,8 juta. KPKNL Serang menerima permohonan lelang 58 kali lelang dengan pokok lelang Rp5,4 M, bea lelang Rp108,4 juta. KPKNL Tangerang I menerima 114 kali permohonan lelang dengan pokok lelang Rp4,3 M dengan bea lelang Rp140,2 juta. KPKNL Tangerang II menerima permohonan lelang sebanyak 210 kali dengan pokok lelang Rp10,5 M dengan bea lelang Rp459,2 juta.
Terkait perubahan tarif bea lelang, Kanwil DJKN Banten memberikan sosialisasi kepada para peserta. Plt Kepala Bidang Lelang, Maya Sartika, menjadi fasilitator dalam sosialisasi penyesuaian bea tarif permohonan lelang bagi pemohon lelang yang tertuang pada PP No 3 Tahun 2018. Banyaknya pertanyaan terkait hambatan dan masalah yang ditemui pihak BRI menunjukkan antusias terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Bahkan ada salah satu peserta yang memberikan saran yang menarik, sms blast untuk penyebaran informasi lelang. (tim KIHI)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru