Penilaian Barang Milik Negara pada INALUM
N/A
Selasa, 28 Februari 2017 pukul 14:10:15 |
1510 kali
Medan – (13/02/17) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Utara (Kanwil DJKN Sumut) beserta unit vertikal dibawahnya melakukan penilaian Barang Milik Negara (BMN) pada PT. Indonesia Asahan Alumunium/INALUM (Persero) yang berlokasi di unit Paritohan Kabupaten Toba Samosir dan unit Kuala Tanjung Kabupaten Batu Bara.
Tujuan penilaian adalah untuk menentukan nilai Penyertaan Modal Negara (PMN) pada perusahaan yang resmi menjadi BUMN ke-141 pada 21 April 2014 tersebut. Sebelumnya INALUM merupakan perusahaan patungan antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.
Penilaian aset di Kabupaten Toba Samosir dilaksanakan oleh Tim gabungan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pematang Siantar dan Bidang Penilaian yang diketuai Kepala Seksi Pelayanan Penilaian Rachmaluddin Saragih.
Sedangkan di Kabupaten Batu Bara berupa smelter INALUM unit Kuala Tanjung dilaksanakan Tim gabungan KPKNL Kisaran dan Bidang Penilaian yang dipimpin langsung oleh koordinator tim penilai Kepala Bidang Penilaian Ari Fitri Mahesa. Kegiatan dijadwalkan selesai dalam tiga minggu.
Kepala KPKNL Pematang Siantar Ali Mahmud memberikan pengarahan kepada tim sebelum keberangkatan. Ali berpesan agar para penilai melaksanakan tugas dengan profesional sehingga tercipta nilai yang akuntabel.
Tim beranggotankan lima orang tim penilai yang akan dibagi menjadi tiga sub-tim. Pembagian sub-tim dimaksudkan agar proses penilaian dapat efektif dan sesuai dengan target mengingat lokasi penilaian yang mencakup wilayah yang luas serta medan yang sulit.
Mengawali kegiatan, tim penilaian melaksanakan site visit ke Bendungan Sigura-gura dan Bendungan Tangga untuk melihat lokasi dan kesesuaian dengan peta bidang. Selanjutnya bersama pihak INALUM dilakukan kick-off meeting untuk penyesuaian jadwal serta konfirmasi untuk kesesuian data yang dimiliki oleh Tim Penilaian. Selanjutnya pelaksanaan penilaian dimulai dengan lokasi komplek perumahan dan sarana olah raga, dilanjutkan dengan lokasi aset di Bendungan Sigura-gura dan Bendungan Tangga.
Medan yang sulit dihadapi tim penilai ketika melakukan penilaian Transmission Line dan Spoil Bank. Jarak yang jauh serta daerah yang berbukit menjadi tantangan yang harus dilewati tim penilai. Selain itu, tim penilai juga mencari data pembanding di daerah yang luas serta masih minim data harga pasar.
(tim peliputan Kanwil DJKN Sumut)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru