Refleksi dan Apresiasi Pengelolaan BMN di KPKNL Pekanbaru
N/A
Jum'at, 06 Januari 2017 pukul 09:34:11 |
588 kali
Pelaksanaan rangkaian Refleksi dan Apresiasi Pengelolaan BMN yang diselenggarakan tiap KPKNL pada Kanwil DJKN Riau, Sumbar dan Kepulauan Riau (RSK) di tutup di akhir tahun 2016 di KPKNL Pekanbaru. Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Desember 2016 diselenggarakan di Ruang rapat KPKNL Pekanbaru dengan sederhana tanpa mengesampingkan makna yang ingin didapat dari acara tersebut.
Penerima penghargaan untuk Kategori Pengelolaan BMN adalah Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Pekanbaru untuk peringkat Pertama, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tembilahan untuk peringkat kedua, dan peringkat ketiga adalah Kantor Kementerian Agama Pelalawan. Sedangkan untuk kategori Penatausahan; satuan kerja Pengadilan Agama Tembilahan untuk peringkat pertama, satuan kerja Satuan Brimob Polda Riau untuk peringkat kedua dan MIN Merangin di peringkat ketiga.
Bersamaan dengan acara terdapat prosesi penyerahan sertipikat untuk Program Percepatan Sertipikasi 2016 kepada satuan kerja Polda Riau dan Kantor Wilayah DJBC Sumbar dan Kepulauan Riau yang pada acara Rapat Evaluasi Sertipikasi yang diselenggarakan Kanwil DJKN RSK belum dapat diserahkan pada awal November 2016.
Acara dibuka dengan Kata Pengantar oleh Kepala KPKNL Pekanbaru, Wahyu Purnomo yang menjelaskan kriteria-kriteria yang menjadi dasar pemilihan pemenang untuk dua kategori tersebut, dan juga menyampaikan tantangan ke depan dalam kegiatan pengelolaan BMN
“Harapan ke depannya adalah bahwa Bapak/Ibu semua akan melepaskan paradigma bahwa BMN hanya pekerjaan administratif belaka namun juga dia bisa menjadi penyumbang penerimaan negara dan kita dapat melakukan penghematan APBN melalui kegiatan optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan.
Optimalisasi penggunaan BMN dengan memperhatikan kebutuhan BMN yang harus sudah disesuaikan dengan jumlah kebutuhan real dan keberadaan BMN yang ada dan pemanfaatan atas asset tidak digunakan untuk dapat digunakan untuk mendapatkan penerimaan negara antara lain melalui mekanisme sewa, kerjasama pemanfaatan dan lain-lain”.
Diakhir kata pengantar, Wahyu Purnomo meminta kepada seluruh undangan untuk menuliskan pesan pada “balon” yang ada pada backdrop photobooth dengan 5 kata untuk KPKNL sebagai bahan perbaikan terhadap pelaksanaan pelayanan KPKNL Pekanbaru ke depan.
Selanjutnya Kepala Kanwil DJKN Riau, Sumbar dan Kepulauan Riau, Tugas Agus Priyo Waluyo dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan Menteri Keuangan Republik Indonesia bahwa pemanfaatan aset diharapkan dapat menjadi alternatif penerimaan negara melalui keberadaan BMN yang telah di miliki oelh setiap Kementerian/Lembaga. Konsep 3T dalam penatausahaan diantaranya Tertib Hukum BMN diharapkan pada tahun 2018 jumlah tanah yang belum bersertipikat telah jauh berkurang. Dengan demikian permasalaham terkait sertipikat (bukti kepemilikan) tidak akan menjadi halangan dalam kegiatan pemanfaatan BMN. Tugas juga berpesan kepada KPKNL Pekanbaru untuk meningkatkan pencapaian kinerja dari pencapaian sebelumnya khususnya dalam hal sertipikasi BMN berupa tanah.
Seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, maka sempurnanya pelayanan adalah untuk terus menerus melakukan perbaikan dan KPKNL Pekanbaru berkomitmen untuk terus berproses untuk perbaikan kinerja dan pelayanan. Selamat Tahun Baru 2017 dengan siap melaksanan tantangan baru dan tugas-tugas yang telah menanti kita.
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru