Direktur LPDP Berbagi Trik Agar Peroleh Beasiswa
N/A
Senin, 19 September 2016 pukul 12:23:16 |
3298 kali
Jakarta –Direktur Perencanaan Usaha & Pengembangan Dana LPDP Mokhamad Mahdum hadir sebagai narasumber pada Sosialisasi Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Rabu (14/09) lalu di Aula Kantor Pusat DJKN. Ia mengatakan sebagai instansi strategis yang mengelola kekayaan negara, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) memerlukan sumber daya manusia yang handal dengan pola pikir internasional namun tetap menjunjung kearifan lokal.
Mahdum dalam presentasinya menjelaskan pendidikan tinggi di luar negeri bukan segalanya, namun segalanya dapat bermula dari beasiswa di luar negeri. “LPDP sebagai lembaga yang mempersiapkan pemimpin masa depan Indonesia yang profesional melalui pembiayaan pendidikan menyediakan kesempatan itu (beasiswa-red),” jelas Mahdum.
Berbagi sedikit trik untuk dapat memperoleh beasiswa ini, Mahdum mengatakan para pendaftar sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik, jangan ada sedikitpun rasa sombong yang bisa menjadi penghalang kesuksesan. “Penghalang itu seperti kedudukan, senioritas, pengalaman dan prestasi di masa lalu, atau lebih dikenal dengan mental block,” ungkapnya.
Syarat umur yang ditentukan LPDP bagi para calon pendaftar adalah S2 35 tahun dan s3 42 tahun sedangkan IPK untuk melanjutkan s2 adalah 3,00 dan untuk melanjutkan s3 adalah 3,25. Mahdum menjelaskan ada dua jalur untuk melamar beasiswa LPDP yaitu sudah diterima oleh kampus atau baru akan mendafaftar pada kampus. “Untuk yang sudah diterima di kampus maka syarat2 untuk melamar beasiswa lpdp menjadi unconditional,” jelasnya.
Para pelamar yang ingin mendapatkan beasiswa LPDP sepanjang memenuhi syarat IPK, TOEFL dan syarat administratif lainnya pasti akan dipanggil untuk wawancara. “Wawancara yang dilakukan LPDP hanya bisa dilakukan dalam dua kali kesempatan, untuk itu harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” jelas Mahdum. Dalam wawancara itu ada tiga sesi yaitu wawancara, diskusi dan on the spot writing. “Maka mulai sekarang biasakan menulis secara utuh 250 kata dengan pembuka isi dan penutup yang jelas, biasakan mengungkapkan hal-hal penting dalam wawancara yang waktunya hanya sedikit,” jelasnya.
Sebelum melamar beasiswa, Mahdum menganjurkan untuk mengetahui kampus yang dituju. “Mengetahui bukan sebatas tahu letaknya dimana, namun sejarah, lulusannya, plus minus kampus tersebut, budaya setempat, hubungannya dengan tujuan Anda ke depan, dan lain-lain sehingga pemberi beasiswa yakin dan akhirnya memberi kesempatan pada Anda menerima beasiswa.” Jelasnya.
Yang diperlukan selanjutnya menurut Mahdum adalah alasan-alasan yang akhirnya menumbuhkan visi yang jelas bagi pelamar mengapa memilih melanjutkan pendidikan di kampus tersebut, sesuai atau tidak dengan visi organisasi.
Integritas adalah yang paling penting bagi para calon penerima beasiswa LPDP. “jangan sampai menjadi lack integrity karena ingin sekolah dan mementingkan dirinya sendiri pokoknya ingin sekolah di luar negeri, ingin menerima beasiswa yang akhirnya menabrak aturan yang ada, memalsukan dokumen, memberi keterangan yang tidak benar yang ujungnya merugikan diri sendiri,” jelas Mahdum.
Mahdum megatakan salah satu kunci kesuksesan adalah jaringan yang luas, dan dengan menerima beasiswa tentu akan membuka jaringan tersebut. “Bayangkan bila kita memiliki 20.000 orang teman dari komunitas yang semuanya pintar, semuanya penerima beasiswa dan berpotensi menjadi pemimpin, maka jalan meraih sukses lebih terbuka,” ungkapnya.
Sebelumnya Sekretaris DJKN Dodi Iskandar mengatakan DJKN tidak akan mempersulit pegawainya yang ingin melanjutkan pendidikan. Pegawai yang melanjutkan pendidikan adalah investasi bagi instansi, oleh sebab itu perlu didukung. Demikian diungkapkan Dodi. “Sekolah bukan hanya kepentingan individu yang bersangkutan, namun ada kepentingan organisasi di dalamnya, kemana arah organisasi akan dibawa.” ungkap Dodi.
Dalam diskusi ini turut hadir Kepala Bagian Kepegawaian DJKN Dwi Wahyudi dan Kepala Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan Neil Efryano sebagai moderator. Diskusi ini dihadiri lebih dari 50 peserta peminat beasiswa LPDP dari DJKN. (uun/andi)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru