Penilaian Bell 412 di Mapenduma Tuntut Banyak Strategi
N/A
Jum'at, 02 September 2016 pukul 04:31:38 |
1198 kali
Jayapura - Tim Penilai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Papua dan Maluku melakukan penilaian Helikopter Bell 412, milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenad). Penilain yang dilakukan 3-5 Agustus 2016 ini adalah atas permintaan bantuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jayapura yang didasarkan pada permohonan Direktorat PKNSI melalui KPKNL Jakarta V.
Bell 412 yang dinilai merupakan produksi Kanada pada 1987 dan dibeli pada tahun 1988. Heli tersebut jatuh akibat kecelakaan di Mapenduma, Papua pada 2011. Lokasi obyek penilaian dapat ditempuh dari Bandara Sentani Jayapura dengan pesawat carter menuju landasan Mapenduma memakan waktu lebih kurang 60 menit, obyek berada pada tepi jurang di sisi landasan Mapenduma.
Minimnya data yang diberikan dengan kondisi lokasi yang sulit serta adanya risiko ancaman keamanan yang tinggi tidak menjadikan surut langkah Tim Penilai yang diketuai oleh Rachmat Kurniawan dengan anggota Arip Budiyanto dan Yogy Arif Pratama.
Berbagai upaya dan strategi digunakan dalam penilaian ini. Tim Penilai mendapatkan bantuan petugas dan warga setempat dalam melihat obyek di lokasi jatuhnya. Lebih jauh Tim Penilai juga mendapat bantuan dari pihak Puspenad dalam melihat obyek helikopter sejenis yang masih layak terbang sebagai salah satu upaya dalam pengumpulan informasi.
Kerjasama pihak Puspenad yang antusias mendukung Tim Penilai dengan menjelaskan komponen-komponen yang ada pada pesawat Helikopter Bell 412 sangat membantu tim dalam memetakan permasalahan.
Dukungan penuh dari Kepala Kanwil DJKN Papua dan Maluku Arik Hariyono, yang disela-sela kegiatannya di Timika menyempatkan diri ikut mendampingi proses pencarian data pembanding di Timika, Papua juga sangat meningkatkan motivasi penilai.
Di luar hal tersebut, Tim Penilai juga melakukan penelusuran data melalui internet, selain juga meminta data dari PT. Dirgantara Indonesia (Persero) agar mendapatkan sebanyak mungkin informasi terkait obyek penilaian. Dukungan dan bantuan dari berbagai pihak serta berbagai upaya yang dilakukan pada akhirnya dapat mempermudah pelaksanaan tugas ini. Laporan penilaian dapat diselesaikan oleh tim sebelum target penyelesaian pada minggu terakhir bulan Agustus. (Teks Qory, Arip).
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru