APMIN BMN Senjata Mumpuni dari Bukit Tinggi
N/A
Senin, 15 Agustus 2016 pukul 10:24:34 |
1475 kali
Bukittinggi- Kamis (11/8) Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bukittinggi Syukriah memperkenalkan Aplikasi Administrasi Barang Milik Negara (APMIN BMN) di depan Juri Penilaian Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc). Presentasi tersebut juga dihadiri Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau (RSK), Walikota Bukittinggi (diwakili oleh Asisten III), para Kepala Kantor unit vertikal Kementerian Keuangan di wilayah Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau serta perwakilan stakeholder. Syukriah meyakini inovasi ini bisa membantu mengoptimalkan pengelolaan kekayaan negara.
Syukriah menjelaskan aplikasi yang dirancang mandiri oleh KPKNL Bukittinggi sejak 2014 ini memliki keunggulan yang dapat memantau nilai utilisasi BMN dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) secara cepat dan real time sesuai kebutuhan. “Aplikasi ini juga menyajikan laporan sesuai standar pelaporan yang telah ditetapkan serta meminimalisir kode barang yang tidak sinkron,” tambahnya.
APMIN memang menjadi salah satu ‘senjata’ KPKNL Bukittinggi mengikuti ajang KPPc. “Selain APMIN KPKNL Bukittinggi juga memliki sistem yang dapat memantau progress kerja layanan penilaian, pengelolaan BMN, piutang negara dan lelang,” tegas Syukriah. SIP atau Sistem Informasi Pelayanan menjadikan kinerja KPKNL Bukittinggi teratur dan terukur. Demikian ungkap wanita yang baru empat bulan lalu menjabat Kepala KPKNL Bukittinggi ini menjelaskan.
Syukriah mengungkapkan kinerja Kantor yang dipimpinnya dapat melampaui target karena adanya berbagai inovasi yang dilakukan. Kantor yang wilayah kerjanya mencakup delapan kota/kabupaten di sekitar Bukittinggi tersebut pada 2016 mencapai Nilai Kinerja Organisasi (NKO) sebesar 113,14%, bahkan di 2014 KPKNL Bukittinggi meraih predikat Kantor Berkinerja Terbaik. “Dengan 25 pegawai kami selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk , Bangsa ,masyarakat dan organisasi DJKN,” ungkapnya.
Kepala Kanwil DJKN RSK Tugas Agus Priyo Waluyo mengatakan seiring meningkatnya peran dan tuntutan DJKN sebagai manajer aset sekaligus revenue center diperlukan strategi dan inovasi yang mendorong tercapainya tujuan tersebut, dan pemilihan KPPc ini dapat menjadi pemicu bagi kantor-kantor pelayanan di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan strategi, inovasi dan karya terbaiknya.
Agus menyambut baik tampilnya KPKNL Bukittinggi sebagai salah satu peserta KPPc. “Di 2015 NKO KPKNL Bukittinggi adalah yang tertinggi di lingkungan Kanwil DJKN RSK.” Jelas Agus. Pada Semester I pun KPKNL Bukittinggi menjadi yang tercepat di seluruh Indonesia dalam menyelesaikan rekonsiliasi BMN dari 401 satuan kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Prestasi tersebut menurut Agus menjadi konfirmasi hasil kerja keras dan berbagai inovasi yang telah dilakukan para pegawai KPKNL Bukittinggi. KPKNL Bukittinggi adalah salah satu KPKNL berkinerja terbaik sehingga bisa dijadikan percontohan standar layanan prosedur bagi kantor-kantor lain. Demikian Agus menerangkan.
Senada dengan Agus beberapa stakeholder yang hadir memberikan testimoni positif terkait layanan yang telah diberikan KPKNL Bukittinggi. “Saya pernah didatangi oleh pegawai KPKNL Bukittinggi diluar jam kantor terkait permohonan lelang yang saya ajukan, ini totalitas melayani, dan sebagai stakeholder kami sangat puas” jelas seorang perwakilan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Payakumbuh. Perwakilan PT. Taspen pun mengapresiasi inovasi Koptal (Kotak pengaduan digital-red) yang makin mendekatkan KPKNL Bukittinggi dengan stakeholder nya.
Ketua Tim penilai KPPc Yudi Pramadi menjelaskan Kementerian Keuangan selalu berupaya mengadakan perbaikan baik dari sisi pelayanan maupun sisi pengelolaan Keuangan Negara. “Pemilihan KPPc ini tujuannya untuk memacu unit vertikal kementerian keuangan untuk selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan dengan tetap mengacu pada standar, aturan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan,” jelasnya di wawancara terpisah yang dilakukan awak media. (Uun)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru