Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Demi Mewujudkan Kemajuan Organisasi

Demi Mewujudkan Kemajuan Organisasi

N/A
Senin, 27 Juni 2016 pukul 14:32:34 |   1790 kali

Jakarta - Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Sekretariat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan tiga agenda pembahasan, yaitu “Sosialisasi Peta Strategis, Sosialisasi Penyusunan Kriteria Talent Pool dan Mekanisme Penghargaan Nonfinansial Bagi Pegawai, serta melaksanakan Pemilihan Best Employee Sekretariat DJKN” pada Jumat, 17 Juni 2016 di Aula DJKN lantai 5 Selatan.

Acara dihadiri dan dibuka oleh Sekretaris DJKN, Dodi Iskandar dengan didampingi Kepala Bagian Kepegawaian, Dwi Wahyudi serta peserta dari para Pejabat Eselon III, Pejabat Eselon IV, dan Pelaksana di lingkungan Sekretariat DJKN.

Digagas oleh Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal dan Bagian Kepegawaian ini, kegiatan dilaksanakan guna menindaklanjuti hasil survei MOFIN (Ministry of Finance Organizational Fitness Index) tahun 2015.

“Tahun 2016 ini, kita akan melakukan tindak lanjut atas hasil survei MOFIN 2015. Sebenarnya hasil survei kesehatan organisasi tahun 2015 untuk DJKN sudah baik, namun terdapat beberapa rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti untuk menjadikan DJKN lebih baik lagi” ungkap Dodi Iskandar, Sekretaris DJKN dalam sambutan pembukaan.

Tujuan inti dari kegiatan ini adalah untuk memberikan ruang yang lebih banyak kepada pegawai, sehingga pegawai lebih berperan dalam menentukan arah kebijakan organisasi kedepan. Selain itu, hasil kerja keras, ide, maupun inovasi yang telah dihasilkan oleh pegawai baik  perlu dihargai melalui mekanisme talent pool yang jelas serta pemberian penghargaan yang memadai.

“Berdasarkan hasil indeks kesehatan organisasi DJKN tahun 2015, terdapat 5 area prioritas rekomendasi perbaikan kesehatan organisasi DJKN, yaitu keterlibatan pegawai di dalam dialog mengenai arah organisasi, manajemen konsekuensi yang menghubungkan imbalan dan konsekuensi dengan kinerja individu, penggunaan keahlian dari pihak luar untuk mengisi kekosongan kemampuan yang dimiliki organisasi, kesempatan karir pegawai, serta penghargaan dan pengakuan untuk mendorong kinerja yang lebih tinggi”, lanjut Dodi Iskandar.

Dari 5 area prioritas rekomendasi tersebut, Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan, Sekretariat Jenderal Kemenkeu menentukan 4 area prioritas yang perlu ditindaklanjuti oleh DJKN di tahun 2016 serta ditetapkan sebagai komponen capaian IKU, yaitu keterlibatan pegawai di dalam penyusunan peta strategi dan rencana kerja unit-unit organisasi, pemberian best employee sebagai bentuk penghargaan atas prestasi pegawai, penyusunan mekanisme penghargaan nonfinansial bagi pegawai, dan penyusunan kriteria talent pool.

Di akhir sambutannya, Dodi Iskandar berharap agar para peserta dapat berperan aktif serta memunculkan ide atau inovasi untuk kemajuan organisasi, khususnya Sekretariat sebagai supporting unit DJKN, “Silahkan berpartisipasi, munculkan ide-ide, inovasi-inovasi, kemudian aktif dalam setiap kegiatan, mudah-mudahan kita sebagai Sekretariat (unit supporting di DJKN) dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya untuk DJKN”.

Sesi pertama sosialisasi, Kepala Subbagian Organisasi dan Perencanaan Kinerja, E. Suhendi  membawakan materi tentang Peta Strategis. Pada sesi ini diharapkan para peserta dapat memahami visi dan misi DJKN serta peta strategis sebagaimana tercantum dalam dokumen rencana strategis (Renstra) sehingga nantinya para pegawai dapat terlibat dalam penyusunan rencana strategis Sekretariat DJKN.

Dalam kesempatan ini, pria humoris yang biasa disapa Endi menjelaskan keterkaitan antara visi, misi, dan perencanaan strategis, bahwa perlunya kita mengetahui visi/tujuan organisasi agar kita dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk melaksanakan langkah-langkah strategik dan operasional dalam pencapaian visi/tujuan organisasi. “Bagaimana kita bisa mencapai visi organisasi, apabila kita tidak mengetahui visi kita itu apa”, ucap Endi. “visi dan misi yang baik adalah visi dan misi yang dapat dipahami oleh seluruh pemilik organisasi (bukan berarti hanya owner-nya) yang terlibat dalam kegiatan organisasi itu” lanjut Endi sambil memberikan contoh visi pada perusahaan-perusahaan swasta baik yang di luar negeri maupun dalam negeri.

Selanjutnya, Endi menjelaskan konsep pengelolaan strategi yang dikembangkan oleh Robert S. Kaplan yang prosesnya dimulai dari adanya kejelasan visi dan misi, pemanfaatan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi, kemudian dari tujuan tersebut ditetapkan sasaran strategis yang nantinya akan diukur tingkat keberhasilannya dalam bentuk Indikator Kinerja Utama (IKU).

Dalam sesi ini pula, para peserta diberikan kuisioner yang isinya pertanyaan terbuka mengenai perencanaan strategis, nantinya hasil dari kuisioner akan dijadikan sebagai pertimbangan dalam perbaikan perencanaan strategis dalam mencapai visi organisasi.
Sesi kedua sosialisasi, materi yang disampaikan terdiri dari 2 materi sekaligus, yaitu mengenai Penyusunan Kriteria Talent Pool dan Mekanisme Penghargaan Nonfinansial Bagi Pegawai.

Sebagai pembicara dalam sesi ini Kepala Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian, Suwadi Tristiyawan yang sekaligus merangkap sebagai Plt. Kepala Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan. Dalam tema ini, isu yang menjadi perhatian adalah bagaimana kita memberikan penghargaan kepada pegawai atas prestasi kerja, integritas, dan jasa serta pengabdian dalam bentuk penghargaan nonfinansial, kemudian bagaimana atas pegawai berprestasi tersebut dimasukkan ke talent pool yaitu metode untuk mencari, mengelola, mengembangkan, dan mempertahankan pegawai-pegawai tersebut.

Dalam paparannya, Suwadi menyampaikan terlebih dahulu mengenai manajemen talenta. Proses dalam manajemen talenta ini meliputi kegiatan analisis kebutuhan talent yang akan diambil (menentukan jabatan-jabatan yang kosong; membuat rasio; jumlah kebutuhan talent) dan identifikasi talent melalui tahapan seleksi (seleksi penataan pegawai; seleksi administrasi; seleksi rekam kerja).

Berdasarkan kuadran pemetaan pegawai, talent yang ada diharapkan menempati posisi kuadran kesembilan, yaitu yang memiliki kinerja dan kompetensi terbaik. Namun, untuk saat ini kuadran pemetaan pegawai belum dapat diterapkan untuk pelaksana karena belum adanya standar kompetensi teknis untuk pelaksana.

Selanjutnya, mengenai penghargaan bagi pegawai, Suwadi menjelaskan perbedaan antara pegawai berprestasi dan pegawai teladan. “Pegawai berprestasi adalah pegawai yang mempunyai prestasi lingkup nasional atau internasional terkait kinerjanya, sedangkan pegawai teladan lebih ditekankan pada kedisiplinan”, jelas Suwadi. “penghargaan untuk pegawai berprestasi yaitu piagam Menteri Keuangan dan ramah tamah dengan jajaran pimpinan Kementerian Keuangan, sedangkan bentuk penghargaan pegawai teladan yaitu piagam Menteri Keuangan, ramah tamah dengan jajaran pimpinan Kementerian Keuangan dan kesempatan mengikuti pendidikan jangka pendek (short course)”, lanjut pria kelahiran Temanggung ini.

Sesi terakhir sosialisasi adalah sesi yang paling dinanti-nanti oleh para peserta yaitu pemilihan Best Employee Sekretariat DJKN Semester I 2016 yang dipandu langsung oleh Kepala Bagian Kepegawaian, Dwi Wahyudi.

Dalam kesempatan ini, Dwi Wahyudi menyampaikan bahwa pengumpulan nominator sudah dilakukan oleh masing-masing Bagian di lingkungan Sekretariat DJKN dengan mengusulkan satu pegawainya untuk diajukan sebagai best employee.

Kemudian, dari lima nominator yang telah diusulkan, ditentukan tiga nominator yang telah diseleksi berdasarkan kriteria, seperti nilai kinerja 2 tahun terakhir, tingkat kehadiran, kemampuan dan kompetensi yang dimiliki serta output dan dampak dari kinerja yang dihasilkan.

Tiga nominator yang akan dipilih sebagai best employee dengan mekanisme pemilihan suara terbanyak (voting) adalah Aditya Endah Pertiwi, Pelaksana pada Bagian Perlengkapan, Doni Prasetyo Aji, Pelaksana pada Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal; serta Danu Umbara, Pelaksana pada Bagian Keuangan.

Dari hasil penghitungan suara, Doni Prasetyo menempati posisi tertinggi dengan perolehan suara sebanyak 42 suara diikuti oleh dua nominator lainnya yang sama-sama memperoleh 25 suara. Dari 97 kertas pemilihan terdapat 5 kertas dinyatakan tidak sah.

“Dengan hasil penghitungan suara ini, dinobatkan Doni Prasetyo Aji, pelaksana pada Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal sebagai Best Employee Sekretariat DJKN Semester I 2016”, teriak R. Ahmad Iman Abdurahman selaku pemandu acara penghitungan suara dengan diiringi tepuk tangan yang meriah dari para peserta.

Dengan selesainya penghitungan suara pemilihan Best Employee, acara ini dinyatakan selesai dan diharapkan dapat lebih baik di semester berikutnya serta dapat menjadi penggerak bagi Direktorat teknis dan unit vertikal untuk menindaklanjuti hasil survei MOFIN 2015. (Aprianto Nur Hidayat, Seksi OPK, Bagian OKI)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon