Integritas Adalah Induk Dari Seluruh Karakter
N/A
Selasa, 24 Mei 2016 pukul 11:22:38 |
2076 kali
Bontang – “Sebagaimana kita ketahui ketahui bahwa selama ini diklat yang dilaksanakan DJKN atau BPPK hampir semuanya menyangkut bidang hard competency atau di bidang tugas pokok dan fungsi masing-masing unit organisasi, rupanya untuk mencapai target kinerja tidak semata mata diperlukan hard competency di bidang penilaian, lelang, piutang negara dan pengelolaan kekayaan negara namun penting juga perlu kita miliki yaitu soft competency dimana di dalamnya menyangkut perilaku kita diantaranya adalah integritas, komunikasi, etiket kerja, motivasi dan teamwork. Hari ini kita diberi ilmu untuk menggabungkan hard competency dengan soft competency , kita beruntung mendapat giliran awal dari 70 KPKNL yang sudah dijadwalkan untuk itu kami harapkan seluruh pegawai agar mengikuti sampai tuntas dan kita petik pelajaran yang di peroleh dalam kegiatan ini” demikian beberapa kata sambutan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bontang Suharno di ruang aula KPKNL Bontang pada Kamis (19/5) dalam acara in house training bertajuk lokakarya peningkatan soft competency pegawai DJKN
Selanjutnya dalam pengantarnya perwakilan Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan DJKN Fery Hadikarya menyampaikan bahwa bagian kepegawaian kantor pusat DJKN siap setiap saat untuk senantiasa memberikan pelayanan dibidang kepegawaian dan berkomitmen untuk terus membina pegawai baik bidang hard competency maupun soft competency yang kegiatannya dikemas dengan materi permainan dengan tema yang berbeda-beda sehingga menyenangkan dan tidak membosankan.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi peningkatan soft competency pegawai melalui permainan yang dipandu widyaiswara dari Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia Satria Hadi Lubis. “ Dengan permainan ini kita berharap terjadi perubahan karakter kita ke arah yang lebih baik, karakter harus senantiasa ditingkatkan karena harus berkembang mengikuti perubahan zaman” ucapnya. Berturut-turut diperagakan berbagai permainan yang didalamnya mengandung pelajaran peningkatan soft competency. Permainan pertama adalah melukis wajah dengan mata tertutup. Dalam permainan ini dilatih untuk memegang teguh Integritas dalam setiap kondisi yang terjadi karena Integritas adalah induk dari seluruh karakter. Integritas berarti jujur tidak korupsi, berpikir, berkata, bertindak dengan baik dan benar, memegang teguh kode etik dan prinsip moral, tulus, dapat dipercaya, ikhlas yaitu bekerja melampaui apa yang diharapkan dan tidak melakukan perbuatan tercela.
Permainan kedua adalah berjalan menghindari rintangan dengan mata tertutup dan hanya mengandalkan arahan petunjuk dari teman. Pelajaran yang bisa diambil adalah mengedepankan kerjasama, mengikuti arahan, kepercayaan, saling meneladani dalam kebaikan dan keberhasilan. Didalamnya juga ada unsur Integritas. Sebagai pribadi, Integritas adalah jujur, komitmen, tahan godaan dan sebagai sistem integritas adalah saling percaya dan saling meneladani.
Permainan ketiga adalah menebak kata tanpa suara dan hanya melalui bahasa tubuh. Pelajaran yang dapat diambil bahwa dalam menyampaiakan pesan harus fokus, logis/masuk akal, ekspresif/ditunjang bahasa tubuh yang sesuai, argumentatif/mengemukakan latar belakang, alasan dibalik pesan, runut/sistematis. Komunikasi yang g efektif adalah pesan yang sampai kepada penerima pesan.
Permainan keempat adalah role play atau bermain peran. Pegawai berperan sebagai petugas front office yang melayani stakeholder. Peajaran yang dapat diambil adalah untuk senantiasa memiliki etiket kerja yang baik seperti melaksanakan budaya senyum, salam, sapa, sopan dan santun kepada pihak manapun di lingkungan kementerian keuangan.
Permainan kelima adalah menyusun puzle yang telah dibagikan kepada keseluruh peserta. Pelajaran yang dapat diambil dari permainan ini adalah bahwa untuk mencapai tujuan hendaknya ada semangat teamwork dalam bekerja sehingga mampu menghilangkan sifat individualisme dan egoisme masing-masing pribadi.(Penulis/fotografer:Muhamad Arifianto/Wahidin Haryaditama)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru