Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Integritas Tak Bisa Dibeli Dengan Uang

Integritas Tak Bisa Dibeli Dengan Uang

N/A
Jum'at, 15 April 2016 pukul 16:09:53 |   1264 kali

Palembang - Seorang pengendara motor tak berhelm dihentikan oleh polisi yang bertugas di sebuah perempatan lampu merah. Dengan raut wajah panik, pengendara tersebut mendekati polisi. “Kamu tahu apa salah mu?”, polisi tersebut bertanya dengan santun. “Tahu, pak”, pemuda itu menjawab dengan lirih sambil menggaruk-garukkan kepalanya.

“Saya buru-buru nih pak. Beberapa saat lagi acara resepsi pernikahan akan dimulai. Saya harus memasang janur ini 20 menit sebelum acara dimulai. Damai pak”, sang pemuda menghardik sambil menjentikkan jarinya.

Melihat tingkah laku pengendara, spontan si Polisi bertanya, “Memang kamu punya berapa?” Sambil mengeluarkan isi dompetnya, pria itu berkata, “Segini pak”.

Diambilnya uang tersebut, dan sejenak si polisi terlihat memikirkan sesuatu. “Ayo ikut saya”, tetiba polisi tersebut berucap dan mengajak si pemuda ke suatu tempat.

Ternyata si polisi mengajak si pemuda ke sebuah lapak helm pinggir jalan. Tak disangka, uang 50 ribu yang diberikan oleh pemuda itu akan dibelikannya helm. Namun karena tak cukup, polisi tersebut menambahkan satu-satunya uang 100 ribu yang ada didompetnya. Sejenak terlihat seperti ingin mengurungkan niatnya, namun tidak lama akhirnya dia luruskan niatnya untuk membeli juga helm yang bertuliskan logo SNI itu.

Lalu, pak polisi menyerahkan helm merah itu  kepada si pemuda. Dengan setengah kebingungan, si pemuda menerimanya sambil mengikuti langkah pak polisi kembali ke tempat awal mereka dipertemukan.

“Wah, helmnya bagus, mengkilat lagi. Terima kasih pak”, ucap si pemuda. “Mas, helm ini adalah kekhilafan Anda yang menjadi amal buat saya”, ucap pak polisi menimpalinya. “Besok datang sidang ya”, pak polisi menambahkan sambil menyerahkan secarik kertas tilang kepada si pemuda.

“Yah, tetap ditilang pak?”, si pemuda berucap sambil menunjukkan wajah kecewanya. “Mas, hukum tidak mengenal kekhilafan. Dimata hukum kita semua sama”, si polisi mengakhiri pembicaraannya sambil mempersilahkan  si pemuda untuk kembali melanjutkan perjalanannya.

Cerita di atas disadur dari video yang ditampilkan pada saat sesi ceramah Kepala Kanwil DJKN Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung Anugrah Komara, selasa (12/4), pada saat Diklat Teknis Umum Akselerasi Implementasi Unit Kepatuhan Internal (AKSI UKI) yang diadakan di Balai Diklat Keuangan Palembang.

Materi yang disampaikan Anugrah pada saat itu adalah tentang Integritas. Dalam video tersebut jelas tervisualisasikan bahwa integritas tidak bisa dibeli dengan uang. Inilah sikap yang harus ditumbuhkan oleh segenap insan Kementerian Keuangan.

Tidak salah jika Integritas dijadikan nilai yang paling atas pada Nilai-Nilai Kementerian Keuangan.  Anugrah memaparkan bahwa Nilai-Nilai Kementerian Keuangan lainnya, yaitu profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan, tidak akan dapat terwujud, jika integritas tidak dimiliki oleh pegawai Kementerian Keuangan. (Penulis/Fotografer: OD, Bidang KIHI)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon