Artikel DJKN

Jangan Takut Dengan Perubahan

Kamis, 24 Maret 2011 pukul 03:50:53   |   956 kali

           Masih terngiang wejangan dari Soepomo, Direktur PN dan Kekayaan Negara Lain-lain pada suatu kesempatan di tahun 2001. Beliau memberi motivasi agar selalu siap dengan perubahan, yang terinspirasi buku “Who Moved My Cheese” karya Spencer Johnson.

Walaupun buku tersebut telah lama diterbitkan, rasanya isi yang terkandung masih tetap relevan hingga saat ini. Spencer Johnson telah mendiskripsikan dengan baik karakter-karakter yang berbeda dalam menghadapi perubahan.

Alkisah ada empat imajinari karakter yang diciptakan oleh Spencer Johnson yaitu dua tikus yang bernama Sniff dan Scurry, dan dua orang kurcaci bernama Hem dan Haw.

Setiap hari keempatnya masuk ke dalam labirin untuk mencari Cheese. Cheese merupakan metamorfosa dari apa yang kita inginkan atau cita-citakan dalam kehidupan, baik pekerjaan, kekayaan, kesehatan, dan sebagainya. Sedangkan labirin menggambarkan tempat atau cara mencapai Cheese, baik itu organisasi di tempat kita bekerja atau masyarakat.

Karakter Sniff mampu mencium adanya perubahan dengan cepat. Scurry akan segera bergegas mengambil tindakan. Sedangkan Hem selalu menolak serta mengingkari perubahan karena takut perubahan akan mendatangkan hal yang buruk. Sementara Haw baru mencoba beradaptasi dalam keadaan terdesak dan apabila melihat perubahan mendatangkan sesuatu yang lebih baik.

Singkat cerita, Sniff dan Scurry walaupun telah mendapatkan Cheese yang diinginkannya, dia selalu trial and error mencari Cheese yang lain dengan menyusuri labirin yang berbeda. Walaupun kadang tidak menemukan Cheese yang diharapkan, mereka tidak patah semangat, dan akhirnya bisa mendapatkan Cheese yang lebih banyak dan lebih baik.

Sementara itu Hem dan Haw, setelah mendapatkan satu lokasi Cheese, mereka terlena menikmati Cheese yang ada dan tidak berusaha mendapatkan Cheese yang lain. Sampai akhirnya Cheese yang telah ditemukannya tersebut habis, barulah mereka sadar.

Berikut adalah pelajaran yang didapat oleh Haw, yang dituliskannya di dinding tempat Cheese-nya :

 1. Change Happens

    They Keep Moving The Cheese

 2. Anticipate Change

    Get Ready For The Cheese To Move

 3. Monitor Change

    Smell The Cheese Often So You Know When It Is Getting Old

 4. Adapt To Change Quickly

    The Quicker You Let Go Of Old Cheese, The Sooner You Can Enjoy New Cheese

 5. Change

    Move With The Cheese

 6. Enjoy Change!

    Savor The Adventure And Enjoy The Taste Of New Cheese.

 7. Be Ready To Change Quickly And Enjoy It Again & Again

    They Keep Moving The Cheese

         Demikianlah, perubahan merupakan hukum alam. Seperti siang yang berganti malam, kemarau berganti musim hujan. Bahkan disadari atau tidak, kita selalu berubah dari waktu ke waktu, umur semakin bertambah hitungannya.

Hanya mereka yang siap akan perubahan, yang akan bertahan. Dan sebaliknya, yang terlena dan puas dengan keadaan sekarang, berpeluang lebih menderita kala perubahan itu datang. Perubahan bisa datang secara perlahan, juga bisa datang secara tiba-tiba. Seperti gempa dan tsunami yang mengubah keadaan dalam sekejap, kota yang telah ada bertahun-tahun lamanya, tiba-tiba rata dengan tanah.

Perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita atau pun dalam pekerjaan kita, boleh jadi akan membawa kita kepada Cheese lain yang lebih berarti. Karenanya, Jangan takut dengan perubahan ! Yoni Ardianto_Staff KPKNL Tegal

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.