DJKN Dorong Pegawai Tumbuhkan Inovasi Melalui KIKN 2026
Monika Yulando Putri
Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 13:44:41 |
6 kali
Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
(DJKN) mendorong para pegawainya untuk menumbuhkan inovasi dan
memberikan nilai tambah dalam pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal
Kekayaan Negara, Edih Mulyadi, dalam Grand Final Kompetisi Inovasi Kekayaan
Negara (KIKN) 2026, Selasa (26/10) bertempat di Aula Kantor Pusat DJKN.
“Inovasi
bukan hanya tentang
teknologi, tetapi
cara berpikir dan bekerja untuk memberikan nilai tambah bagi organisasi dan
masyarakat.” tegas Edih
Pada
KIKN 2026, sebanyak 32 proposal dijaring dari berbagai bidang, meliputi
pengelolaan kekayaan negara, lelang, piutang negara, penilaian, dan dukungan
manajemen. Setelah melalui seleksi administrasi dan penilaian substansi, enam
finalis terpilih mengikuti tahap presentasi dan wawancara, yaitu:
1.
SIMPER
- Satu Dashboard Terpadu untuk Optimalisasi Monitoring dan
Tata Kelola Penanganan Perkara - Kiki Nurman
Setiawan dan Aenul Yakin (KPKNL
Jambi)
2.
QAI
- Quality Assurance Intelligence - Arief Hadamean Hasibuan (Sekretariat
DJKN) dan Ernanto Arisandi
3.
SIMPPUL
LELANG - Sistem Manajemen Pengawasan dan Pengendalian untuk Lelang - Anwar Sulaiman, Thot Pardamaian, Mohammad Eko Agus Yudianto (Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara,
dan Barat)
4.
SIPAKATAU
- Sistem Informasi Pelayanan Piutang Negara Terpantau - Iwan
Darma Setiawan, Iling Saidah, Syamsul R. Loly (KPKNL Makassar)
5.
SIP
- Sistem Informasi Penilaian - Andriawan Bayu
Pramana, Beby Omy Sion Saragih
(Direktorat
Penilaian), Linda Purwitasari (Direktorat Transformasi dan Sistem Informasi)
6.
Alika
V2 - Aplikasi Layanan dan Informasi Keuangan V2 - Ahmad
Hilmi Khoirul Arifin (Sekretariat DJKN) dan Sevi Candra Sunarso
Dalam kompetisi ini, KPKNL Jambi meraih Juara I
kategori ide inovasi, sedangkan Sekretariat DJKN melalui inovasi QAI meraih
Juara II kategori ide inovasi. Sementara itu, pada kategori ide inovasi, Kanwil
DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat meraih Juara I, disusul KPKNL
Makassar sebagai Juara II.
Proses penilaian melibatkan tiga panelis yaitu
Arifudin Miftakhul Huda dari Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan
(BATII), Agus Budianta dari Direktorat Transformasi dan Sistem Informasi DJKN,
serta Adi Wibowo dari Direktorat Hukum dan Hubungan Masyarakat DJKN.
Edih menegaskan bahwa inovasi yang dihasilkan tidak
boleh berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi. Melalui inkubasi yang terarah,
inovasi diharapkan dapat dimatangkan, diintegrasikan dengan teknologi informasi
dan proses bisnis yang berlaku, serta diimplementasikan untuk memberikan manfaat
nyata. Kebermanfaatan aplikasi dapat dilakukan melalui integrasi dengan aplikasi yang telah tersedia
atau replikasi pada unit kerja lain di lingkungan DJKN.
Sejalan dengan semangat Hari Kekayaan Negara ke-20,
“Dua Dasawarsa DJKN, Akselerasi Pengelolaan Kekayaan Negara”, KIKN diharapkan
terus menumbuhkan budaya inovasi dan kolaborasi di lingkungan DJKN. Upaya
tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mewujudkan pengelolaan kekayaan
negara yang semakin profesional, modern, dan akuntabel.
(MYP/RYS)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel