From Assets To Impact : Transformasi Pengelolaan Public Asset untuk Nilai Ekonomi dan Sosial
Lukman Taufik Tri Hidayat
Rabu, 20 Mei 2026 pukul 15:46:43 |
169 kali
Aset publik adalah kekayaan negara yang tersembunyi dan belum
dioptimalkan. Data IMF menunjukkan rata-rata global aset publik non-finansial
setara 54% GDP, dengan potensi tambahan pendapatan hingga US$750 miliar per
tahun hanya dari perbaikan pengelolaan sebesar 1%. Namun seperti gunung es,
sebagian besar nilainya masih berada di bawah permukaan.
Paparan yang dibawakan oleh Bapak Darmawan Dwi Atmoko (Kepala KPKNL
Singkawang) dalam IDEAS Hub Perdana pada rangkaian Kick Off DJKN RISE 2026,
mengajak seluruh jajaran DJKN untuk beralih dari paradigma lama yang terfokus
pada inventarisasi dan kepatuhan menuju paradigma baru yang berorientasi pada value
creation, dampak ekonomi-sosial yang terukur, serta pengelolaan berbasis
data dan profesionalisme.
Kerangka Public Value menjadi landasan strategisnya:
keberhasilan tidak diukur dari jumlah aset yang tercatat, melainkan dari
manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Ini menuntut kolaborasi multipihak
yakni pemerintah, swasta, komunitas, dan akademisi sebagai co-creator of
value dalam tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Studi kasus nyata memperkuat argumen ini. Pos Bloc Jakarta
membuktikan gedung pos kolonial yang terbengkalai dapat direvitalisasi menjadi creative
hub dengan 48 tenant UMKM dan 3.000-4.000 pengunjung harian. Di Singkawang
sendiri, KOIN MAS KPKNL Singkawang mengubah tanah BMN seluas 855 m² yang
sebelumnya menjadi TPS ilegal menjadi pusat kuliner UMKM dengan omzet sekitar
Rp78 juta per bulan sekaligus menghasilkan PNBP.
Langkah berikutnya: aset Pengadilan Negeri Singkawang, bangunan cagar
budaya bersejarah sejak 1945 yang kini hanya berfungsi sebagai gudang arsip diproyeksikan
menjadi Heritage Café & Pusat Budaya TiDaYu (Tionghoa, Dayak, Melayu) melalui pendekatan adaptive
reuse. Berkaca pada George Town Penang dan Melaka, transformasi ini
diharapkan menjadi katalis kawasan Old Town Singkawang: mengangkat identitas
budaya, menggerakkan UMKM lokal, dan mewujudkan destinasi wisata budaya yang
berkelanjutan.
Dalam semangat DJKN RISE (Raise, Innovative, Synergy,Engagement) IDEAS Hub Perdana menegaskan satu pesan: aset negara bukan sekadar catatan di neraca. Ia adalah peluang nyata untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Saatnya bergerak bersama. Saatnya naik kelas. Saatnya DJKN RISE.
*Keseluruhan Materi Ideas HUB perdana dapat diunduh pada tautan : https://t.kemenkeu.go.id/DJKNRise
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel