Publikasi Nilai Ekonomi Sumber Daya Alam Indonesia: Pada Kawasan Konservasi Tahun 2025
Lukman Taufik Tri Hidayat
Selasa, 10 Februari 2026 pukul 10:52:08 |
171 kali
Publikasi Nilai
Ekonomi Sumber Daya Alam Indonesia: Pada Kawasan Konservasi Tahun 2025
merupakan publikasi kedua Direktorat
Penilaian, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang
menyajikan hasil valuasi ekonomi jasa ekosistem pada kawasan konservasi
kehutanan serta kelautan dan perikanan. Publikasi ini disusun sebagai
kontribusi DJKN dalam mendukung pengelolaan kekayaan negara dikuasai, penguatan
ketahanan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, serta implementasi
kebijakan pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan target Indonesian
Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.
Valuasi
dilaksanakan oleh Penilai Pemerintah DJKN dengan mengacu pada kerangka System
of Environmental-Economic Accounting (SEEA) dan standar penilaian pemerintah.
Lingkup penilaian mencakup pengukuran manfaat langsung, manfaat tidak langsung,
nilai keberadaan, dan nilai warisan jasa ekosistem. Objek kajian meliputi
kawasan konservasi strategis, yaitu Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Tanjung
Puting, Taman Nasional Lore Lindu, serta kawasan konservasi perairan Pulau
Panjang, Gili Air–Gili Meno–Gili Trawangan, dan Belitung. Metodologi yang
digunakan mencakup pendekatan berbasis pasar dan non-pasar seperti directly
observed values, replacement cost, avoided damage cost, travel cost, dan benefit
transfer sesuai pedoman SEEA.
Hasil
valuasi menunjukkan bahwa kawasan konservasi menghasilkan arus manfaat ekonomi
yang signifikan melalui penyediaan sumber daya perikanan dan kehutanan, jasa
penyerapan karbon, perlindungan pesisir, pengaturan tata air, serta jasa budaya
berupa pariwisata. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi basis penyusunan
Neraca Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup sebagaimana diamanatkan PP Nomor
46 Tahun 2017, mendukung integrasi dengan SISNERLING, serta menjadi rujukan
perumusan kebijakan fiskal dan sektoral berbasis bukti. Melalui publikasi
kedua ini, DJKN memperkuat perannya dalam menginternalisasi nilai kapital alam
ke dalam tata kelola keuangan negara, mendorong instrumen insentif–disinsentif
lingkungan, dan menyediakan referensi teknokratis bagi pengelola kawasan
konservasi untuk menyeimbangkan pemanfaatan ekonomi dengan keberlanjutan
ekosistem.
Publikasi dapat diunduh pada tautan berikut:
s.kemenkeu.go.id/PublikasiSDAEdisi2
Ditulis
oleh : Adinda Nadhira
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |