Publikasi Nilai Ekonomi Sumber Daya Alam Indonesia: Nilai Jasa Ekosistem pada Wilayah Konservasi Tahun 2022–2024
Lukman Taufik Tri Hidayat
Selasa, 10 Februari 2026 pukul 08:30:41 |
126 kali
Publikasi Nilai Ekonomi Sumber Daya Alam
Indonesia: Nilai Jasa Ekosistem pada Wilayah Konservasi Tahun 2022–2024
merupakan publikasi pertama Direktorat Penilaian, Direktorat Jenderal
Kekayaan Negara (DJKN) yang menyajikan hasil valuasi ekonomi atas
kekayaan negara dikuasai berupa sumber daya alam hayati. Publikasi ini disusun
sebagai bagian dari dukungan DJKN terhadap penyusunan Neraca Sumber Daya Alam
dan Lingkungan Hidup (NSDALH), implementasi Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup
sesuai PP Nomor 46 Tahun 2017, serta penguatan kebijakan fiskal yang berbasis
nilai ekonomi jasa ekosistem.
Valuasi dilakukan oleh Penilai Pemerintah DJKN
dengan mengacu pada kerangka System of Environmental-Economic
Accounting (SEEA) dan standar penilaian pemerintah sebagaimana diatur
dalam PMK Nomor 173/PMK.06/2020. Pendekatan yang digunakan meliputi metode
berbasis pasar dan non-pasar seperti resource rent method, travel cost
method, benefit transfer, replacement cost, serta contingent valuation
untuk mengukur nilai jasa penyediaan, pengaturan, pendukung, dan budaya. Objek
kajian mencakup kawasan konservasi kehutanan dan kelautan strategis, antara
lain Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Bali Barat, Tahura
Ngurah Rai, serta kawasan konservasi perairan Raja Ampat dan Waigeo Sebelah
Barat, Kepulauan Pieh, Kepulauan Anambas, Kepulauan Aru, dan TWP Gitanada.
Hasil valuasi menunjukkan bahwa jasa ekosistem
kawasan konservasi memberikan nilai ekonomi yang material melalui penyediaan
biomassa perikanan, fungsi perlindungan pesisir, penyerapan dan penyimpanan
karbon, pengaturan hidrologi, serta manfaat pariwisata dan keberadaan. Nilai
tersebut merepresentasikan natural capital yang selama ini belum
sepenuhnya terinternalisasi dalam pengambilan keputusan fiskal maupun sektoral.
Publikasi ini menjadi fondasi awal pengembangan basis data moneter NSDALH oleh
DJKN, mendukung integrasi dengan Sisnerling BPS dan Ocean Account KKP, serta
menyediakan referensi kuantitatif bagi perumusan kebijakan insentif–disinsentif,
pembiayaan konservasi, dan optimalisasi pengelolaan kekayaan negara secara
berkelanjutan.
Publikasi dapat diunduh pada tautan berikut: s.kemenkeu.go.id/PublikasiSDAEdisi1
Ditulis oleh: Adinda Nadhira
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |