Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel DJKN
Sadar Risiko: Budaya Individu Sebagai Penguat Budaya Organisasi

Sadar Risiko: Budaya Individu Sebagai Penguat Budaya Organisasi

Monika Yulando Putri
Senin, 30 September 2024 pukul 16:03:45 |   1670 kali

Sore itu, ketika saya menikmati suasana di pos kelurahan, tiba-tiba telepon genggam bergetar. Sebuah pesan masuk dari teman, meminta saran mengenai rute perjalanan. “Lewat tol lebih enak.”, jawab saya. Mahal?” balasnya. Tak saya jawab, biarlah dia pertimbangkan sendiri.

Saya nikmati kembali suasana dan obrolan para bapak di pos itu. Suasana agak riuh dengan canda kami. Saya tawarkan untuk memesan kopi, namun ditolak dengan alasan magrrib akan tiba. Salah seorang bapak yang sejak tadi asyik bersenandung menikmati ‘aplikasi nyanyi bersama’ mengedipkan mata agar kami tetap tenang. Magrib tiba dan kami pun berpamitan.

Selepas isya, saya buka kembali telepon. Beberapa pesan masuk, termasuk dari teman yang meminta saran tadi sore. “Lewat tol, Broo,” begitu tulis pesannya. “Bismillah”, saya jawab singkat.

Kesadaran Risiko Alamiah

Pada dasarnya setiap individu dibekali dengan kemampuan intuitif untuk menyadari bahaya tanpa perlu analisis formal atau teknis. Respon spontan seringkali muncul dari naluri atau pengalaman. Respon-respon ini adalah bentuk sederhana kesadaran risiko yang sudah tertanam dalam diri kita. Inilah yang disebut kesadaran risiko alamiah.

Cerita di atas memberikan gambaran bagaimana kita menghadapi dilema yang melibatkan berbagai risiko dalam pengambilan keputusan. Terlihat sederhana tetapi setiap keputusan yang kita buat tak jarang melibatkan dua jenis risiko utama yaitu risiko inheren dan risiko komposit.

Risiko inheren adalah risiko yang ada dalam proses atau aktivitas sebelum adanya penerapan pengendalian atau tindakan mitigasi apapun (Miller & Anderson, 2022). Seperti cerita di atas, memilih jalur tol mengandung risiko inheren berupa biaya yang lebih tinggi daripada jalan biasa. Di sisi lain, menggunakan jalan tol akan menghemat waktu tempuh dan keamanan yang lebih baik.

Risiko komposit menggambarkan gabungan dari berbagai jenis yang risiko yang saling terkait (Beasley et al., 2021). Teman saya mungkin saja telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum membuat keputusan mengenai biaya, waktu, kenyamanan, dan keselamatan. Setiap risiko saling terkait dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Risiko komposit menunjukkan kepada kita bahwa setiap keputusan dibuat telah mempertimbangkan dan menyeimbangkan berbagai risiko yang saling berhubungan, tidak hanya berdasarkan satu jenis risiko saja.

Meskipun sangat relevan, kesadaran risiko alamiah memiliki keterbatasan ketika dibawa ke dalam konteks organisasi dengan situasi yang kompleks dan selalu muncul tantangan baru. Terutama, ketidakakuratannya dalam mengukur dan menimbang dampak bila risiko benar-benar terjadi. Hal ini disebabkan adanya bias kognitif, di mana kita sering melebihkan atau juga meremehkan risiko berdasarkan pengalaman dan persepsi subyektif kita.

Insiatif Kesadaran Risiko Individu Penguat Organisasi

Budaya sadar risiko merupakan unsur penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Namun, budaya organisasi yang kuat tidak hanya tergantung pada sistem dan prosedur, dan program-program yang ada. Kesadaran risiko individu di setiap level adalah faktor kunci keberhasilan implementasi budaya sadar organisasi. Ketika setiap individu memiliki kesadaran risiko, mereka tidak hanya dapat melindungi diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada penguatan budaya sadar risiko organisasi.

Di sinilah pentingnya mempertemukan kesadaran risiko alamiah individu dan program-program organisasi yang terbungkus dalam tata kelola organisasi  Titik temu itu adalah ketika tindakan dan perilaku individu, telah berintegrasi dengan sistem kolektif organisasi yang berlaku. Organisasi telah memberikan perangkat berupa nilai, budaya, aturan, sistem, program, dan fasilitas pembelajaran untuk mencapai tujuan. Kini saatnya setiap individu lebih proaktif mengembangkan kesadaran risiko alamiahnya menjadi kesadaran risiko yang berkontribusi terhadap penguatan budaya sadar risiko organisasi.

Beberapa contoh mengenai hal ini dapat dilakukan dengan: (i) inisiatif mengidentifikasi risiko terhadap rencana dan jadwal kegiatan tertentu: misal para pihak internal primer yang harus dilibatkan agar kegiatan mendapat dukungan dan terlaksana dengan lancar, mengidentifikasi keterkaitan output dan outcome yang diharapkan dari suatu kegiatan;(ii) melakukan tindakan yang cepat dan tepat atas terbaikannya prosedur tertentu: misal menyampaikan proses reviu berjenjang yang tidak dilakukan oleh petugas pemilik otorisasi sehingga dapat dilakukan tindakan segera; (iii) menciptakan sistem pengawasan  tidak formal, misal dengan melakukan pengecekan terhadap produk akhir dan melaporkan – walaupun bukan menjadi tugasnya- kepada penanggung jawab; (iv) belajar dari kesalahan masa lalu agar tidak terulang lagi di masa depan dengan mencatat, mencari penyebab, dan mitigasi kejadian risiko.

Dengan modal awal kesadaran risiko alamiah dan memanfaatkan perangkat tata kelola yang tersedia, setiap individu akan lebih berhati-hati dalam menyelesaikan tugasnya; setiap individu akan memberikan perhatian bahwa output kerjanya akan dapat menjadi input yang baik bagi rekan kerja atau unit lainnya, rekomendasinya telah mempertimbangkan banyak aspek sehingga dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan, atau kegiatan yang direncanakan dan pesan kuncinya telah memperhatikan target penerima manfaat. 

Mumpung masih ada waktu 3 bulan sebelum berakhirnya tahun, mari kita pertajam kemampuan alamiah kita dengan memanfaatkan semua perangkat itu. Dengan ingatan yang masih segar, kita catat kejadian-kejadian risiko dalam 6 bulan terakhir. Kita jadikan bahan untuk memperkaya pemahaman dan tindakan kolektif dalam memperkuat dan mengembangkan bangunan organisasi yang sudah ada menyongsong tahun awal Indonesia Emas. (DtO)  

 Penulis: Adi Wibowo

 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon