Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Artikel DJKN
Mengatasi Rasa Malas Dengan Teknik Kaizen
Selly Monica
Jum'at, 13 Mei 2022 pukul 11:03:37   |   111 kali

Seringkali kita merasa sangat malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang pada akhirnya membuat pekerjaan kita tertunda. Menunda pekerjaan sama saja membuat pekerjaan tersebut menumpuk sehingga rasa malas pun akan bertambah. Hal ini dapat mempengaruhi produktivitas kita sebagai seorang aparatur sipil negara.

Pengertian malas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Malas juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana seseorang menghindari pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan dengan potensi dan energi yang dimiliki. Malas juga sering dikaitkan dengan dua perilaku, yaitu prokrastinasi (menunda-nunda) dan idleness (berdiam diri tanpa melakukan apa-apa).

Dilansir PsychCentral, setidaknya ada 8 voices of laziness atau 8 suara kemalasan yang dapat memengaruhi perilaku seseorang, yaitu sebagai berikut:

  1. Confusion: “Aku tidak tahu apa yang aku lakukan.”
  2. Neurotic Fear: “Aku tidak bisa.”
  3. Fixed Mindset: “Aku khawatir aku akan gagal atau terlihat bodoh.”
  4. Lethargy: “Aku terlalu lelah. Aku tidak punya energi.”
  5. Apathy: “Aku tidak tahu tentang apa pun.”
  6. Regret: “Aku terlalu tua untuk memulai. Aku sudah terlambat untuk mencobanya.”
  7. Identity: “Aku seorang pemalas”
  8. Shame: “Aku seharusnya tidak terlalu malas.”

Rasa malas jika dibiarkan saja akan susah dihilangkan dan akan berubah menjadi karakter. Tanpa disadari hal ini akan membuat hilangnya kepercayaan seseorang karena tidak dapat bertanggung jawab terhadap sesuatu hal pekerjaan sehingga memunculkan stigma buruk oleh orang lain. Pada akhirnya seorang yang pemalas akan sering mengalami kegagalan.

Pada dasarnya setiap orang pasti pernah merasakan malas untuk melakukan sesuatu. Namun bukan berarti hal tersebut selalu dituruti dan dilakukan terus-menerus yang akan merugikan diri sendiri. Ada beberapa cara mengatasi kemalasan sebagaimana dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu:

  1. Buang ketakutan akan kegagalan
  2. Pelajari cara untuk melakukan sesuatu
  3. Relaksasi
  4. Evaluasi lingkungan sekitar
  5. Digital detox (detox media sosial)

Selain itu, ada satu cara yang biasa dilakukan oleh orang Jepang ketika sedang mengalami rasa malas dan ingin mengatasi hal tersebut, yaitu dengan menggunakan teknik Kaizen. Teknik Kaizen merupakan istilah yang diperkenalkan melalui buku “Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success” oleh Masaaki Imai. Kaizen berasal dari dua kata 'kai' (perubahan) dan 'zen' (kebijaksanaan). Dengan kata lain, teknik Kaizen merupakan perubahan dalam hidup dapat dicapai secara perlahan dengan penuh kebijaksanaan.

Kaizen juga dapat diartikan dengan teknik perbaikan. Jika kita artikan lebih luas makan teknik ini merupakan suatu teknik untuk melaksanakan perbaikan terus-menerus demi kemajuan dalam kehidupan baik pribadi, keluarga, pekerjaan maupun sosial.

Lalu, bagaimana cara menerapkan teknik ini? Perlu diketahui bahwa Kaizen dikenal dengan prinsip satu menit untuk perbaikan diri. Kaizen merupakan teknik sederhana dimana kita mendedikasikan satu menit setiap hari untuk sebuah kegiatan. Tenik ini juga dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang dalam menyelesaikan suatu hal sekecil apapun itu.
Salah satu contohnya, membaca buku di pagi hari, maka kita harus fokus selama satu menit untuk melakukannya, setiap hari pada waktu yang sama secara konsisten. Dengan kebiasaan seperti itu akan menjadi suatu kebiasaan yang baik yang akan bermanfaat untuk kehidupan.

Dilansir dari PQM (Productivity & Quality Management Consultant), tahapan dalam melakukan Kaizen adalah ECRS (Eliminate, Combine, Atur Ulang, dan Sederhanakan). Lebih jelasnya, seperti berikut ini:

  1. Eliminasi yang tidak perlu, perbaikan utama adalah untuk menghilangkan tugas yang tidak perlu. Pertanyaan tentang “apa” dan “mengapa” akan membantu kita melakukan ini.
  2. Gabungkan langkah, Ketika sudah mengetahui apa yang akan dilakukan dan langkah apa saja, pertanyaan Where, Who dan When membantu untuk menggabungkan langkah-langkah untuk menghilangkan waste (pekerjaan yang tak perlu).
  3. Atur Ulang, terkadang mengubah urutan juga memungkinkan kita untuk mengurangi waste dari proses. Pertanyaan Where, Who dan When membantu kita melakukan ini.
  4. Sederhanakan langkah, cari tahu mana tugas atau langkah-langkah yang dapat disederhanakan.

Tidak perlu terburu-buru dalam melakukan teknik ini. Apalagi kita hanya membutuhkan waktu 1 menit setiap harinya. Setelah menguasai latihan 1 menit, kita dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya dengan menambah batas waktu, misalkan 30 menit atau 60 menit setiap harinya. Teknik ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja, asal kita tahu maksud dan tujuan yang ingin kita capai dari menerapkan teknik ini.

Penulis: Selly Monica (Staf Seksi Hukum dan Informasi)

Referensi:

  1. kbbi.kemendikbud.go.id https://kbbi.web.id/malas [diakses 13 Mei 2022]
  2. Malas Adalah Mitos, Bedah Fakta dan Cara Menghilangkannya https://www.sehatq.com/artikel/malas-adalah-mitos-bedah-fakta-dan-cara-menghilangkannya [diakses 13 Mei 2022]
  3. The 8 Voices of Laziness and How to Overcome Them https://stilliriseorganisation.com/2020/07/30/the-8-voices-of-laziness-and-how-to-deal-with-them/ [diakses 13 Mei 2022]
  4. Kaizen https://en.wikipedia.org/wiki/Kaizen [diakses 13 Mei 2022]
Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini