Implementasi E-Government yang Adaptif untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
Tiara Risti Lavenda
Kamis, 28 April 2022 pukul 11:48:13 |
17367 kali
Tidak
dapat kita pungkiri, bahwa pertumbuhan infrastruktur Teknologi Informasi
Komunikasi (TIK) di suatu negara berpengaruh secara signifikan terhadap
berbagai proses bisnis di segala bidang, termasuk di antaranya bidang pelayanan
publik. Penggunaan TIK didalam organisasi pemerintahan dikenal juga dengan
istilah e-government. Kehadiran e-government memang ditujukan untuk
mempercepat terwujudnya good governance,
yang memuat unsur akuntabilitas, transparansi, responsif, setara dan inklusif,
efektif dan efisien, mengikuti aturan hukum, partisipatif, dan berorientasi
kepada kesepakatan. Good governance ini
diharapkan akan menghasilkan pelayanan publik yang maksimal, efektif dan
efisien kepada masyarakat, sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat. Namun, penguatan TIK ini juga harus diimbangi
dengan kesiapan aparatur negara dan termasuk budaya kerjanya.
Kementerian
Keuangan sebagai salah satu organisasi pemerintahan Republik Indonesia turut
mendukung terwujudnya e-government.
Pada tahun 2015, Sekretariat Jenderal (Setjen) telah menginisiasi pembangunan
aplikasi yang mendukung corporate
services yang kemudian disebut dengan e-Prime. Selanjutnya pada tahun 2019,
sebagai wujud komitmen Kemenkeu dalam rangka transformasi digital telah
ditetapkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia KMK Nomor
302/KMK.01/2019 tentang Implementasi Inisiatif Strategis Program Reformasi
Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan, dimana salah satu
Inisiatif Strategis (IS) yang menjadi tanggung jawab Setjen adalah IS nomor 2:
“Office Automation Dalam Rangka
Mendukung Digital Workplace”. OA
Kemenkeu merupakan salah satu aplikasi TIK milik Kementerian Keuangan yang
telah terintegrasi. Adapun definisi OA Kemenkeu adalah suatu proses
digitalisasi kegiatan organisasi yang bersifat umum (seperti arsip,
kepegawaian, aset), dan kolaborasi/komunikasi (persuratan, surat elektronik,
chatting, video conference) yang dilakukan oleh seluruh pegawai melalui
simplifikasi dan interoperabilitas proses bisnis menggunakan konsep berbagi
pakai dengan memanfaatkan teknologi dan sistem informasi sehingga meningkatkan
kualitas, produktivitas, dan efisiensi kerja serta mendukung terwujudnya green organization.
Kendati
KPKNL Tarakan telah mengimplementasikan seluruh aplikasi terpadu di lingkungan
Kementerian Keuangan, masih terdapat beberapa kebutuhan internal dan eksternal
yang perlu dipenuhi. Hal ini turut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan
wilayah kerja KPKNL Tarakan yang terbentang di seluruh Provinsi Kalimantan
Utara, serta terdiri dari berbagai pulau sehingga diperlukan aplikasi TIK
tambahan untuk mendukung terlaksananya tugas dan fungsi KPKNL Tarakan. Adapun
inovasi aplikasi berbasis TIK yang telah dibangun oleh KPKNL Tarakan, antara
lain:
1.
Kategori
Pengukuran Kinerja Unit:
a.
Si
Tiko
Aplikasi
ini berisi laporan capaian dan rencana kinerja masing-masing
seksi/subbagian/kelompok fungsional dalam satu minggu. Media yang digunakan
dalam aplikasi ini adalah google
spreadsheet yang dapat diakses oleh seluruh pegawai. Tujuan dari pembuatan
aplikasi ini adalah untuk memastikan capaian dan
rencana kerja KPKNL Tarakan dapat dimonitor dengan mudah dan cepat dan untuk
menyediakan data yang real-time untuk mendukung proses pengambil
keputusan terkait strategi pencapaian target.
b.
E-IKPL
Aplikasi
ini berupa kuesioner Indeks Kepuasan Pengguna Layanan (IKPL) dengan menggunakan
media google form. Tujuan dari
aplikasi ini adalah untuk meminimalisir penggunaan
kertas untuk pencetakan kuesioner IKPL; memberikan kemudahan pengisian survey
oleh pengguna layanan di seluruh wilayah kerja tanpa harus bertemu langsung
(mengingat wilayah kerja KPKNL Tarakan terdiri atas pulau-pulau); dan memperluas
jangkauan dan jumlah pengguna layanan yang mengisi survei
2.
Kategosi
Manajemen SDM
a. Buletin KI
Aplikasi ini merupakan wadah internalisasi dan knowledge
sharing mengenai Pengelolaan Kinerja, Pengendalian Internal, Pengelolaan
Risiko dan Pencegahan Korupsi yang diberikan untuk seluruh pegawai KPKNL
Tarakan melalui infografis yang menarik dan mudah dipahami. Selain itu,
disajikan pula tips dan trik bagaimana meningkatkan kinerja instansi, menjadi
pegawai yang berintegritas dan berkinerja tinggi serta bebas dari korupsi.
Media yang digunakan adalah sebuah poster elektronik yang dibagikan melalui group whatsapp.
b. SiBela
Aplikasi ini merupakan sebuah wadah informasi keuangan dimana para
pegawai dapat dengan mudah dan cepat memperoleh informasi keuangan tanpa harus
menghubungi Bendahara Pengeluaran maupun pejabat pengelola keuangan sehingga
mempercepat dalam pengambilan keputusan.
c. Hi, U!
Aplikasi yang dikembangkan oleh Subbagian Umum ini berisi berbagai
layanan yang diberikan oleh subbagian umum kepada seluruh pegawai dengan
menggunakan media google spreadsheet
dan bit.ly. Layanan tersebut antara
lain, peminjaman kendaraan dinas, pengarsipan, pemakaian ATK dan lain sebagainya.
Tujuan dibuatnya aplikasi ini antara lain: agar permohonan layanan yang
terorganisasi dengan baik sehingga mempermudah pemantauan dan tindak lanjut;
meningkatnya pemantauan dan pengawasan terhadap Pemakaian ATK dan Barang
Persediaan sehingga distribusi lebih optimal dan tepat sasaran; meningkatnya
pemantauan dan pengawasan terhadap Penggunaan Kendaraan Dinas untuk
meningkatkan transparansi penggunaan Kendaraan Dinas; menyediakan wadah bagi
kritik, saran, dan pengaduan atas permasalahan yang ada terkait tusi Subbagian
Umum sehingga tercipta evaluasi yang berkelanjutan; dan menyediakan sistem
peminjaman arsip di KPKNL Tarakan sebagai bentuk akuntabilitas penatausahaan
arsip.
3.
Kategori
Layanan Publik
a.
Tutor
Online
Aplikasi
yang dikembangkan oleh Seksi Piutang Negara ini, merupakan sebuah database atas sisa saldo debitur yang
dapat diakses oleh masing-masing penyerah piutang. Tujuan
dibuatnya aplikasi ini adalah untuk menyajikan informasi PN yang andal dan up-to-date
dan meningkatkan kualitas layanan pengurusan PN oleh Seksi Piutang Negara dan
Seksi Hukum dan Informasi guna memberikan kepuasan terhadap Penyerah Piutang.
b.
SnR
Dilatarbelakangi
dengan pembatalan lelang karena pemohon lelang lupa melakukan pengumuman lelang
dan lupa bahwa akan dilaksanakannya lelang, maka munculah ide untuk
mengembangkan aplikasi pengingat lelang yang menggunakan media google calender. Tujuan dari aplikasi
ini adalah untuk meminimalisir pembatalan lelang
karena penjual tidak melakukan pengumuman lelang ataupun karena penjual tidak
hadir dan memberikan layanan kepada penjual/pemohon lelang yang lebih baik dari
standar yang ditetapkan.
c.
Ultra
QR 2.0 (Ultra QR ft. Layanan Informasi WA)
Ultra
QR 2.0 merupakan sebuah inovasi penyampaian informasi kepada pengguna layanan
yang pada awal dibentuknya digunakan media QR Code dan Google Drive. Seiring berjalannya waktu, penyampaian informasi dirasa
lebih mudah dilakukan dengan menggunakan media whatsapp business. Tujuan dibuatnya aplikasi ini antara lain: untuk
menyajikan
layanan informasi yang terpercaya seputar pelaksanaan tugas dan fungsi KPKNL
Tarakan; untuk menyajikan layanan konsultasi yang cepat tanggap dan mudah
dijangkau oleh pengguna jasa dan untuk memfasilitasi pengaduan, saran, dan
kritik seputar pelaksanaan tusi KPKNL Tarakan.
d.
KPKNL
Tarakan Google Directory
Aplikasi
ini merupakan wadah pemberian informasi kepada pengguna layanan pada laman
pencarian google. Media yang
digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah google my business. Pembuatan layanan ini memiliki beberapa tujuan,
anatara lain: masyarakat
lebih mengenal KPKNL Tarakan; mencegah penipuan yang mengatasnamakan KPKNL
Tarakan; dan menyampaikan informasi profil dan layanan kantor secara akurat,
lengkap dan mudah dimengerti.
e.
Tautan
Pengaduan UKI KPKNL Tarakan (bit.ly/TARAKANWBSFORM)
Seperti namanya, aplikasi ini merupakan sarana pengaduan UKI KPKNL
Tarakan dengan menggunakan media google
form. Tujuan dibuatnya aplikasi ini adalah sebagai salah satu media/kanal
pengaduan masyarakat yang terhubung langsung dengan Unit Pengelola Pengaduan
KPKNL Tarakan; memberikan kemudahan kepada masyarakat melalui tautan yang
dapat langsung diakses; dan melindungi pelapor dengan menjaga kerahasiaan
karena tautan tersebut hanya bisa diakses oleh Unit Pengelola Pengaduan.
Seluruh
inovasi di atas hadir sebagai bentuk manifestasi semangat KPKNL Tarakan dalam
menerapkan transformasi digital untuk memenuhi tantangan era digital dengan
tetap mengutamakan kepuasan pengguna layanan. Selain itu, inovasi tersebut juga
merupakan respon KPKNL Tarakan atas kebutuhan atas kondisi demografi dan
geografis di Kalimantan Utara. Kedepannya, diharapkan agar seluruh inovasi
tersebut dapat terus dikembangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan dan
juga kemajuan teknologi.
Penulis:
Tiara Risti Lavenda
Sumber:
https://berkas.dpr.go.id/puslit/files/buku_tim/buku-tim-public-45.pdf
https://setjen.kemenkeu.go.id/api/Medias/ae44f424-466d-441b-9c89-6107fd985921
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |