7 Cara Jitu Untuk Dapat Memberikan Layanan Prima Kepada Stakeholder
Ida Kade Sukesa
Selasa, 15 Maret 2022 pukul 14:16:53 |
8766 kali
Memberikan
pelayanan kepada publik tidak semudah membalikkan telapak tangan, seringkali
ada saja kendala yang dihadapi, namun kendala atau permasalahan yang timbul
harus kita mitigasi dengan memberikan solusi atas masalah tersebut.
Permasalahan yang
dihadapi saat pemberian layanan kepada stakeholder dapat dibagi dua faktor,
yaitu faktor internal dari diri petugas sendiri seperti tingkat mood yang naik turun, tingkat stress
yang tidak stabil, dan kurang siap karena tidak memahami bahasa daerah. Sedangkan
faktor eksternal antara lain stakeholder yang telah berumur dan
kurang paham terhadap IT, stakeholder yang hanya dapat berbahasa daerah, ada
pergantian petugas di satker sehingga membutuhkan penjelasan dari awal, dan ada
pula yang menyampaikan ketidakpuasan. Namun demikian,
semua permasalahan yang
telah disebutkan dapat diatasi oleh petugas pemberi layanan dengan melakukan
hal-hal sebagai berikut:
1. Memposisikan diri kita sebagai pelayan
Saat kita menghadapi stakeholder yang
datang ke kantor, terkadang kita merasa bahwa mereka yang membutuhkan kita
sehingga kita dalam memberikan layanan kurang maksimal, bahkan banyak
stakeholder yang harus menunggu untuk mendapatkan layanan dari kita.
Untuk dapat memberikan layanan prima
seharusnya kita memposisikan diri kita sebagai pelayan, sebagai pelayan dalam
melayani pertama kita harus salam, senyum dan sapa, kemudian kita harus cepat,
tanggap dalam memberikan layanan sehingga pelanggan merasa puas karena telah
terpenuhi apa yang dibutuhkan oleh pelanggan.
2. Lebih banyak mendengarkan
Dalam memberikan layanan kita harus
banyak mendengarkan apa yang disampaiakan oleh stakeholder sehingga kita paham
apa yang dibutuhkan oleh stakeholder, jangan sampai karena informasi yang kita dapatkan
kurang sehingga kita memberikan layanan yang tidak sesuai dengan apa yang
dibutuhkan stakeholder. Kita sebagai petugas yang memeberikan layanan harus
banyak mendengarkan stakeholder untuk mendapatkan informasi yang jelas agar
layanan yang kita berikan tepat dan sesuai yang dibutuhkan oleh stakeholder.
3. Memahami karakter dan kondisi
stakeholder
Sakeholder yang datang kepada petugas
pemberi layanan memiliki karakter dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga cara
pemberian layanan juga pastinya berbeda meskipun beberapa stakeholder menginginkan
layanan yang sama. memberikan layanan standar tidak salah namun belum tentu
stakeholder memiliki pemahaman yang sama, terlebih lagi jika layanan yang
diberikan berupa aplikasi, hal tersebut tidak mudah dipahami oleh stakeholder yang
telah berumur ataupun yang kurang paham IT, sehingga perlu kesabaran dan
keikhlasan untuk menjelaskan secara detail dan berulang-ulang, jika perlu kita
tuntun sampai sakeholer tersebut betul-betul memahami apa yang kita sampaikan.
4. Beradaptasi dengan lingkungan sekitar
Mengenal dan memahami kearifan lokal
tempat kita bekerja seperti Bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat sangat
bepengaruh dalam pelaksanaan tugas karena membuat kita lebih dekat sehingga
dapat berkomunikasi dengan stakeholder, komunikasi yang baik menjadi kunci
sukses melaksankan tugas, akan memudahkan kita mengetahui apa kebutuhan
stakeholder.
5. Selalu berfikir positif
Berfikir positif dapat menimbulkan energi positif dalam tubuh
kita sehingga membuat kita merasa tenang, bahagia dan bersemangat untuk bekerja
dengan baik, jika ditubuh kita telah mengalir energi positif tidak akan lagi
rasa lelah terhadap rekan kerja, sehingga kita dapat mejalin hubungan kerja
yang baik di kantor.
6. Jangan sering mengucapkan kata maaf
Petugas pemberi layanan harus
menghindari kata maaf, karena maaf itu sering diucapkan oleh orang yang
melakukan kesalahan. Dalam pemberian layanan, petugas harus berusaha tidak
melakukan kesalahan agar dapat memberikan layanan prima sehingga stakeholder
merasa puas dan percaya akan layanan yang kita berikan, karena satu kesalahan
menjadikan stakeholder tidak percaya dengan layanan kita, dan untuk mendapatkan
kepercayaannya kembali maka kita harus menebus satu kesalahan tersebut dengan dua
belas kebaikan.
7. Senyum stakeholder parameter nyata pelayanan
Kita sebagai pemberi layanan harus dapat
memastikan bahwa orang yang kita layani merasa puas atas layanan yang kita
berikan, cara mudah untuk mengukur kepuasan stakeholder
atas layanan kita adalah senyum stakeholder setelah menerima layanan kita.
Diharapkan
dengan melakukan 7 cara di atas layanan yang prima dapat diberikan kepada stakeholder.
Penulis: Mudrika Jaya
Rapi/Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPKNL Mamuju
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |