Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Artikel DJKN
Pulih Bersama dalam Perekonomian Dunia Melalui Forum G20
Fia Malika Sabrina
Rabu, 09 Maret 2022 pukul 08:59:15   |   9987 kali

Pada Tahun ini, Indonesia memimpin dunia untuk pulih bersama dalam Forum G20. Forum G20 merupakan event kerjasama multilateral yang fokus pada isu keuangan dan non keuangan. Event ini telah berlangsung sejak 1 Desember 2021 hingga akhir November 2022. Forum G20 ini terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU), dimana G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan internasional dan 80% perekonomian dunia. Pada Tahun 2022 Presidensi G20 Indonesia mengangkat Tema “Recover Together, Recover Stronger” yang mana Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. Anggota G20 ini terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Dalam kegiatan Forum G20 ini terdapat 3 (tiga) jenis pertemuan, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)/Summit, merupakan rapat tingkat Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan. Kedua Pertemuan Ministerial dan Deputies Meetings/ Pertemuan Tingkat Menteri dan Deputi dimana jenis pertemuan ini terdiri dari Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (FMCBG) yang dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, serta Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD) yang dihadiri oleh para deputi. Pertemuan yang ketiga yaitu Kelompok Kerja (Working Groups), dimana pertemuan ini menangani isu-isu spesifik terkait agenda G20. Anggota pada jenis pertemuan ini adalah para ahli dari negara G20.

Hal yang perlu diketahui, banyak manfaat Sebagai Presidensi G20 diantaranya yaitu:

1. Presidensi G20 di tengah pandemi membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis,

2. Merupakan bentuk pengakuan atas status Indonesia yang juga dapat mempresentasikan negara berkembang lainnya,

3. Membuat Indonesia menjadi salah satu fokus perhatian dunia, khususnya bagi para pelaku ekonomi dan keuangan,

4. Indonesia dapat mengorkestrasi agenda pembahasan pada G20 agar mendukung dan berdampak positif dalam pemulihan aktivitas perekonomian Indonesia,

5. Pertemuan-pertemuan G20 di Indonesia menjadi sarana memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional, sehingga diharapkan dapat turut menggerakkan ekonomi Indonesia,

6. Momentum presidensi ini hanya terjadi satu kali setiap generasi (sekitar 20 tahun sekali) dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberi nilai tambah bagi pemulihan perekonomian Indonesia,

7. Kesempatan menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam pemulihan ekonomi global.

Disisi lain, Presidensi G20 yang dilaksanakan di Indonesia tentunya memberikan dampak positif bagi Indonesia. Dimana dapat menciptakan kontribusi US$ 533 juta atau sekitar Rp 7,6 Triliun pada PDB Indonesia. Selain itu juga terdapat peningkatan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 Trilliun. Dalam segi pariwisata tentunya Forum G20 di Indonesia berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mancanegara hingga 1,8 juta sampai 3,6 juta dan juga 600 ribu hingga 700 ribu lapangan kerja baru dimana melibatkan UMKM dan menyerap tenaga kerja sekitar 33.000 orang.

Pada Forum G20 Tahun 2022 ini dua arus isu yang dibahas yaitu Finance Track dan Sherpa Track. Finance Track merupakan jalur pembahasan dalam forum G20 yang berfokus pada isu keuangan. Hal ini memprioritaskan enam isu terkait dengan ekonomi, yakni:

1. Exit Policy untuk pemulihan ekonomi global pasca pandemi.

2. Bagaimana mengatasi dampak pandemi agar pertumbuhan di masa depan terjamin. Fokusnya pada dampak Covid-19 di sektor riil, seperti tenaga kerja dan keuangan.

3. Sistem pembayaran di era digital.

4. Pembahasan mengenai keuangan berkelanjutan yang menciptakan keadilan bagi semua negara.

5. Inklusi keuangan terkait teknologi digital dan akses pembiayaan serta pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

6. Membahas sistem perpajakan internasional agar tercipta kepastian rezim pajak, transparansi dan pembangunan.

Pembahasan pada finance track ini dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Sedangkan Sherpa Track merupakan jalur pembahasan dalam forum G20 di bidang-bidang yang lebih luas di luar isu keuangan. Pada hal ini memprioritaskan isu di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, serta lingkungan dan iklim. Pembahasan Sherpa Track dipimpin oleh Menteri Koordinator Keuangan Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Indonesia akan berperan dalam mendesain kebijakan pemulihan ekonomi dunia. Pemulihan ekonomi dunia dan domestik juga akan meningkatkan konsumsi masyarakat, peningkatan investasi dan kegiatan ekspor-impor yang tumbuh pesat. Dampaknya, penerimaan pajak tumbuh lebih dari 18 persen, dan penerimaan bea cukai tumbuh lebih dari 24 persen.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini