Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Artikel DJKN
Strategi Catur dalam Pemanfaatan Barang Milik Negara
Andi Ahmad Rivai
Selasa, 04 Januari 2022 pukul 10:48:33   |   322 kali

Pendahuluan

The Queen's Gambit merupakan sebuah mini seri populer yang diangkat dari novel karya Walter Tevis dengan judul yang sama, mengisahkan kehidupan seorang anak jenius catur, dalam usahanya menjadi pemain catur profesional kelas dunia. Permainan catur adalah permainan yang unik, memiliki bidak yang sama, namun pemain catur tidak akan pernah bisa menerapkan strategi yang sama dalam setiap permainannya. Pemain catur selalu berpikir beberapa langkah ke depan, namun strategi berikutnya bisa berubah, tergantung langkah balasan dari lawan. Perlu ketekunan, kerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan tentu saja strategi, untuk bisa menjadi pecatur profesional seperti halnya kisah The Queen's Gambit.

Pemanfaatan Barang Milik Negara

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115 /PMK.06/2020 tentang Pemanfaatan Barang Milik Negara adalah pedoman dalam dalam melaksanakan pemanfaatan BMN yang berada pada Pengguna Barang dan Pengelola Barang, meliputi:

a. pihak pelaksana Pemanfaatan BMN;

b. objek Pemanfaatan BMN;

c. jangka waktu Pemanfaatan BMN;

d. penerimaan negara dari hasil Pemanfaatan BMN;

e. tata cara Pemanfaatan;

f. pengamanan dan pemeliharaan objek Pemanfaatan BMN;

g. penatausahaan Pemanfaatan BMN; dan

h. sanksi.


Peraturan tersebut masih terbatas pada administrasi bilamana BMN akan dimanfaatkan dan ada calon mitra nya. Belum ada pengaturan untuk memperlakukan BMN agar layak dan diterima di pasar. Pengelolaan BMN masih dilakukan secara pasif dan dengan pattern tertentu yang berlaku umum. Sesungguhnya dari strategi catur kita bisa mengadaptasi, bahwa mengelola BMN bukan sesuatu yang linear, yang bisa diprediksi, dan di-planning dengan kaku. Yang harus kita miliki adalah variasi pattern untuk tujuan tertentu pada satu objek tertentu, karena setiap langkah selanjutnya adalah bagian dari tahapan berikutnya, pattern berikutnya. Perlu banyak 'patterns', karena percayalah, tidak ada yang benar - benar baru. Semua sudah ada 'pattern' nya, hanya ada sedikit variasi di sana- sini. Ya, peran DJKN selaku Manager Aset memang seunik catur, dengan jenis aset yang sama, perlu strategi berbeda sesuai dengan respon dari setiap langkah.

The Queen's Gambit

Salah satu strategi catur yang populer adalah The Queen's Gambit, yang sangat populer di tahun 1950-an silam. Strategi ini menjalankan pion di depan raja ke kotak d4 untuk dikorbankan sementara, guna membuka jalan bagi para “Perwira” bergerak maju ke bidang lawan. Bila kita adaptasi dalam pengelolaan BMN, berarti diperlukan “Pion” untuk dikorbankan sementara, untuk membuka jalan bagi “Perwira” bergerak maju. Kurang optimalnya pengelolaan BMN, mungkin terjadi karena kurangnya “Pion” yang membuka jalan bagi para “Perwira” untuk menyusun strategi. Secara organisasi, sebenarnya saat ini ada “Pion” yang dapat dikorbankan sementara. Pengukuran SBSK dan analisa Portofolio BMN untuk mengukur kinerja aset sebagai tindak lanjut Revaluasi BMN dapat dikemas menjadi pengorbanan “Pion”. Kegiatan ini telah memasuki tahun kedua di akhir Tahun 2021 ini. Bila dilaksanakan sesuai dengan basis data, kegiatan ini dapat dimatangkan sebagai pengorbanan untuk mebuka jalan bagi para “Perwira”. Yaitu melalui pengelolaan basis data hasil pengukuran SBSK dan analisa Portofolio BMN yang dapat menggambarkan kinerja BMN. Ruang/space yang belum optimal dan potensi riil pemanfaatan sesuai dengan potensi pasar sekitar yang dapat menarik minat masyarakat selaku calon mitra dapat disarikan dalam bentuk Summary yang dapat dengan mudah diakses para calon mitra. Perlu kerja keras tambahan sebagai pengorbanan untuk mewujudkan Summary ini, yang mungkin tidak dapat dibiayai dari Anggaran. Untuk variasi pattern, Summary ini dapat dikombinasikan dengan memuat data Summary ke dalam data Master Aset pada Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN), sejalan dengan pelayanan berbasis teknologi modern sesuai dengan tuntutan zaman. Harapannya, kelak akan ada User SIMAN untuk masyarakat, yang dapat mengakses summary dari aset yang dapat dan potensial untuk dimanfaatkan, sebagai salah satu pilihan bagi masyarakat, memungkinkan pula untuk pattern bila diintegrasikan dengan E- Auction. Mungkin layaknya e-commerce yang sedang tren saat ini, digitalisasi potensi BMN dapat menjadi pattern awal dalam optimalisasi BMN, yang memberi jalan bagi para “Perwira” pada Pengguna Barang maupun Pengelola barang, untuk menyusun strategi yang tepat, menggunakan “pattern” yang sesuai dengan karakteristik Aset yang akan dioptimalkan untuk memasarkan aset potensial di masyarakat. SIMAN sebagai basis data aset, juga sekaligus sebagai “Pasar” yang dapat mempertemukan penawaran (Aset Idle) dan permintaan (Calon Mitra/Masyarakat) secara online, sehingga tujuan optimalisasi BMN untuk memastikan seluruh BMN yang potensial “berkeringat” dapat tercapai. Tinggallah kemudian “Queensebagai penuntas serangan, yang akan memutuskan tujuan ke bidang mana Sang Raja melangkah. Checkmate.

Penutup

Sama halnya dengan kisah dalam The Queen's Gambit, perlu ketekunan, kerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan tentu saja strategi yang tepat untuk mencapai milestone DJKN menjadi Pengelola Kekayaan Negara yang Profesional dan Akuntabel dalam rangka mendukung visi Kementerian Keuangan: Menjadi Pengelola Keuangan Negara untuk mewujudkan Perekonomian Indonesia yang Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkeadilan, serta untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Filosofi Catur “Kemenangan dan kekalahan dalam sebuah permainan, tak pernah lepas dari strategi dan pengalaman"

Penulis : Robert Parlindungan M­unthe (Bidang PKN Kanwil DJKN Kaltimtara)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini