Indonesia & Presidensi G20 2022
Ayutia Nurita Sari
Rabu, 17 November 2021 pukul 14:21:09 |
5324 kali
“Saya menerima palu sidang dari Perdana
Menteri Italia Mario Draghi pada sesi penutupan KTT G20 Roma, semalam.
Penyerahan palu itu menandai penyerahan posisi keketuaan atau Presidensi G20
dari Italia ke Indonesia yang dimulai 1 Desember 2021 sampai setahun ke depan” -
Presiden Republik
Indonesia Joko Widodo.
Petama kalinya dalam sejarah Indonesia
memegang Presidensi G20 pada tahun 2022 setelah G20 terbentuk sejak tahun 1999.
Indonesia telah menjadi anggota sejak awal G20 dibentuk dan menjadi
satu-satunya Negara dari ASEAN yang tergabung untuk mewakili kelompok negara berkembang
dan kawasan Asia Tenggara.
Dalam sejarahnya, G20 telah menjadi
forum utama kerjasama ekonomi internasional yang dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan
global. Forum yang dimotori oleh negara-negara dengan perekonomian pesat di
dunia ini juga telah menghasil berbagai solusi nyata, contohnya mendukung dunia
kembali tumbuh serta mendorong beberapa reformasi penting di bidang finansial
pada krisis keuangan global tahun 2008, menggiatkan OECD menerbitkan strategi Base Erosion and Profit Shifting (BEPS)
untuk mengatasi penghindaran pajak pada 139 negara. Selain itu, G20 juga
berkontribusi dalam penanganan pandemi covid-19 melalui penangguhan pembayaran
utang luar negeri pada negara berpenghasilan rendah, injeksi penanganan
covid-19 sebesar >5 triliun USD (Riyadh Declaration),
serta kontribusi lainnya dalam penanganan pandemi covid-19, dan penanganan
isu-isu lainnya termasuk perdagangan, iklim, dan pembangunan.
Pada G20, Indonesia turut berperan dan
terlibat dengan konsisten menerapkan hasil pertemuan G20 dan mengajukan
beberapa inisiatif yang konstruktif, beberapa diantaranya adalah inisiatif Global Expenditure Support Fund kepada
Negara berkembang untuk mengamankan anggaran nasional dalam krisis likuiditas,
inisiatif Global Infrastructure
Connectivity Alliance untuk
mendukung konektivitas melalui kooperasi dan pertukaran pengetahuan, serta
inisiatif Inclusive Digital Economy
Accelator (IDEA HUB) sebagai tempat berkumpulnya para unicorn di negara G20 untuk bertukar ide dan gagasan.
Indonesia Memegang
Presidensi G20 2022
Dengan tema “Recover Together, Recover Stronger” yang dipilih untuk Presidensi
G20 2022, Indonesia mengajak seluruh dunia bersama-sama saling mendukung untuk
pulih dan mewujudkan tata kelola ekonomi dunia yang tumbuh lebih kuat,
inklusif, dan berkelanjutan. Sebagai tuan rumah, Indonesia juga mendapatkan
kesempatan untuk turut serta dalam menentukan desain arah kebijakan pemulihan
ekonomi global. Presidensi G20 Indonesia 2022 akan membahas dua arus isu utama,
yaitu Finance Track yang akan membahas
isu ekonomi dan keuangan serta Sherpa
Track yang akan membahas isu lebih luas seperti perubahan iklim,
perdagangan, energi, geopolitik, dan isu penting lainnya.
Pada Finance Track, agenda prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia 2022
yang akan dibahas diantaranya:
1.
Exit strategy berupa global policy untuk melindungi negara-negara yang masih berupaya memulihkan
perekonomian
2.
Upaya
mengatasi scarring effect yang dapat
menghambat pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan produktivitas dan
pertumbuhan pada berbagai sektor
3.
Standar
pembayaran lintas batas negara dan prinsip-prinsip pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC)
4.
Risiko
iklim dan risiko transisi menuju ekonomi rendah karbon dan mengimplementasikan sustainable finance
5.
Open banking untuk mendorong produktivitas serta
mendukung ekonomi dan keuangan yang inklusif (Digital Financial Inclusion)
6.
Perpajakan
internasional
Berdasarkan Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021, segala biaya yang diperlukan untuk
pelaksanaan G20 Tahun 2022 nantinya akan bersumber dari APBN
Kementerian/Lembaga terkait, APBD Tahun 2021 dan 2022, Anggaran Bank Indonesia
Tahun 2021 dan 2022, serta sumber pembiayaan lain yang sah sesuai dengan
Undang-Undang.
Pemerintah Indonesia memastikan bahwa forum
yang dibawa pada G20 Tahun 2022 akan mencerminkan pemecahan solusi bagi
berbagai tantangan yang dihadapi dunia melalui upaya dalam menghasilkan solusi
nyata untuk mengatasi tantangan tersebut.
Keuntungan bagi
Indonesia
G20 memiliki posisi strategis karena
merepresentasikan 60 persen dari populasi dunia, 85 persen perekonomian dunia,
75 persen perdagangan internasional, dan 80 persen investasi global, maka
dengan keanggotan Indonesia dan Presidensi Indonesia pada G20 2022 menjadi
salah satu bentuk pengakuan atas status Indonesia sebagai salah satu negara
dengan perekonomian terbesar di dunia yang merepresentasikan negara berkembang.
Selain menjadi ajang untuk membentuk
persepsi yang baik terhadap Indonesia atas resiliensi ekonomi terhadap krisis, Presidensi
G20 Indonesia 2022 akan menjadi momentum yang baik untuk memberikan nilai
tambah pada pemulihan ekonomi di Indonesia. Manfaat yang dapat langsung
dirasakan adalah peningkatan devisa negara dari rangkaian acara dan kehadiran
para delegasi yang tentunya akan berdampak langsung memberikan keuntungan pada
berbagai sektor seperti pariwisata, transportasi, perhotelan, jasa, UMKM,
hingga penyerapan tenaga kerja.
Pada International Conference “On Resilient and Sustainable Economy
Recovery” Road to Indonesia G20 Presidency 2022, Menteri Keuangan Republik
Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dengan adanya kurang lebih 150
pertemuan di berbagai kota di Indonesia dalam rangka pertemuan G20 2022,
diperkirakan akan membuka lebih dari 3.000 lapangan pekerjaan baru,
meningkatkan konsumsi domestik sebesar US$119,2 juta yang juga berkontribusi
pada PDB Indonesia sebesar US$533 juta.
Secara tidak langsung, dengan
menampilkan keberhasilan reformasi struktural berupa Undang-Undang Cipta Kerja
dan Lembaga Pengelola Investasi serta optimalisasi dalam inklusivitas finansial
juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kepercayaan investor
terutama dari negara asing untuk meningkatkan arus investasi asing di
Indonesia.
Presidensi G20 Indonesia 2022 bukanlah
satu-satunya ajang untuk mengupayakan pemulihan ekonomi nasional dan membangkitkan
perekonomian Indonesia. Namun kerjasama dalam membangun kolaborasi dan inovasi
untuk mendukung transformasi ekonomi dan transformasi struktural pada berbagai
sektor tentunya tetap dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas guna
mengakselarasi capaian Indonesia Maju. Mari sukseskan Presidensi G20 Indonesia
dan dukung terus Pemulihan Ekonomi Nasional!
“Recover Together, Recover Stronger”
Penulis: Ayutia Nurita Sari (Pelaksana
Kanwil DJKN Suluttenggomalut)
Referensi:
Bank Indonesia. (2021). Presidensi G20
Indonesia 2022. https://www.bi.go.id/id/G20/Default.aspx#. Diakses pada 16 November 2021.
Kementerian Keuangan. (2021). Draft
G20. https://www.kemenkeu.go.id/single-page/draft-g20/. Diakses pada 16 November 2021
Sugiarto, Eddy C. (2021). Presidensi
G20 Pemulihan Ekonomi dan Indonesia Maju. https://www.setneg.go.id/baca/index/presidensi_g20_pemulihan_ekonomi_dan_indonesia_maju. Diakses pada 16 November 2021
Pemerintah Indonesia. 2021. Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelengara
Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Sekretariat Negara
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |