Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Artikel DJKN
Kebersamaan dan Kerjasama di Tengah Pandemi
Ayundari
Selasa, 27 Juli 2021 pukul 08:28:56   |   7825 kali

“No Man is an Island” (John Donne) mempunyai makna yang sangat berarti dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara termasuk dalam masa pandemi ini. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, setiap individu membutuhkan orang lain. Hal ini selaras dengan fitrah manusia sebagai mahluk sosial.

Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Oleh sebab itu, manusia membentuk kelompok dan bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Hal inilah yang mendorong rakyat Indonesia, pada masa kemerdekaan, membentuk “kelompok” besar yang disebut bangsa Indonesa.

Lonjakan Covid-19 dan Penanganannya

Sekitar Juni lalu, Indonesia mengalami lonjakan pasien Covid-19 yang luar biasa. Salah satu penyebabnya adalah masuknya varian Delta ke Indonesia yang penularannya lebih cepat dari varian Covid-19 awal. Jumlah yang terinfeksi Covid-19 melonjak sangat cepat di dunia termasuk Indonesia.

Lonjakan yang sangat signifikan dan tiba-tiba tersebut mengakibatkan pemerintah mengambil langkah-langkah yang terstruktur dan komprehensif. Langkah tersebut antara lain 1) melakukan percepatan vaksinasi kepada masyarakat menjadi 1 juta/per hari untuk menciptakan herd imunity. 2) Menambah fasiltas kesehatan (faskes) misalnya jumlah tempat tidur/ruang isolasi Covid-19, obat-obatan/alkes dan tenaga kesehatan. 3) Mengkampanyekan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 melalui 5M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobiltas 4) Memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro untuk daerah zona merah. Tujuan PPKM adalah membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Kebersamaan dan Kerjasama di Tengah Pandemi

Kondisi dan langkah yang diambil Pemerintah di atas menandakan bahwa kondisi Indonesia tidak dalam keadaan yang biasa-biasa. Bangsa Indonesia dan dunia sedang menghadapi musuh yang sama, tidak kasat mata, mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat dan dampak ekonomi yang luar biasa. Oleh sebab itu dibutuhkan kebersamaan dan kerjasama dari seluruh komponen bangsa, bergandeng tangan, meninggalkan egoisme kelompok dan perbedaan pandangan politik untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Kebersamaan akan memberikan energi kepada bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Kebersamaan akan menciptakan mental, tekad, persatuan dan kesatuan yang kuat untuk mencapai keberhasilan. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.Kerjasama akan menyatukan energi seluruh komponen bangsa (misalnya Pemda, tokoh masyarakat/agama/politik, pengusaha, mahasiswa dan masyarakat) untuk mencapai tujuan bersama. Dengan kerjasama akan tercipta kekuatan yang luar biasa dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Sebagai institusi terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19, Pemda dapat melakukan konsolidasi internal dan membangun sinergi dengan institusi eksternal. Konsolidasi internal dilakukan untuk memastikan aparat desa/kelurahan, kecamatan dan seluruh OPD terkait bekerja maksimal dalam menangani Covid-19. Pemda harus memastikan ketersediaan faskes/alkes, obat-obatan, tenaga kesehatan dan masyarakat melaksanakan prokes yang ketat.

Pemda juga harus bersinergi dengan institusi terkait misalnya instansi Pemerintah Pusat, tokoh masyarakat/agama, pengusaha dan lain-lain. Kepala daerah diharapkan menjadi pemimpin yang efektif dalam menghadapi pandemi Covid-19. "Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya." - Peter F. Drucker

Tokoh masyarakat/agama/politik seharusnya merupakan panutan masyarakat sebagaimana digambarkan oleh Ki Hajar Dewantara “Ing Ngarso Sug Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wury Handayani”. Para tokoh tersebut diharapkan dapat membangun optimisme, kebersamaan dan mendukung kondusifitas di tengah masyarakat.

Pengusaha merupakan mitra strategi pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Dengan sumberdaya yang dimiliki, pengusaha dapat membantu pemerintah menyediakan faskes/alkes, obat-obatan dan lain-lain yang dibutuhkan. Pengusaha diharapkan meningkatkan bela rasa dan menghindarkan praktik-praktik bisnis yang kurang baik misalnya menimbun barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.

Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan bangsa dapat memberikan pemikiran yang konstruktif dalam menangani Covid-19 dan menjadi bagian problem solver. Tindakan nyata dapat juga dilakukan dengan membantu pemerintah meningkatkan kesadaran rakyat untuk menerapkan prokes, menebarkan optimisme melalui media sosial secara massif.

Peran masyarakat dalam penanganan Covid-19 sangat penting dengan menerapkan prokes yang ketat dan menjaga kesehatan. Masyarakat juga dapat meningkatkan solidaritas dengan membantu sesama yang membutuhkan.

Jangan lelah mencintai NKRI dengan meningkatkan kebersamaan dan kerjasama dalam menghadapi pandemi Covid-19.


(Kakanwil DJKN, Kemenkeu Kalbar, Edward Nainggolan)


Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini