Antisipasi Diri, Hadapi Gempa
Yosep Peniel Batubara
Kamis, 24 Juni 2021 pukul 11:58:00 |
3897 kali
Indonesia terletak
diantara pertemuan Lempeng tektonik Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng
Indo-Australia. Zona-zona pertemuan ketiga lempeng ini bukan hanya membentuk
zona subduksi, tetapi juga menghasilkan untaian gunung-gunung berapi yang aktif
(Stern, 2002). Pengaturan tektonik yang aktif ini mengakibatkan Indonesia
termasuk sebagai salah satu negara dengan tingkat rawan bencana yang tinggi
menurut World Bank (2019). Ini berarti sebagian besar wilayah Indonesia
memiliki ancaman bencana alam yang tinggi, termasuk di daerah Sulawesi Utara. Lengan
Utara Sulawesi terletak di kawasan tektonik yang sangat aktif dan kompleks
dengan aktivitas gempa bumi yang tinggi. BMKG mencatat gempa bumi daerah
Sulawesi Utara antara tahun 1990 - April tahun 2007 terjadi sebanyak 397 kali
dengan kisaran magnitude 4,0-7,4 skala Richter (SR). Hal ini disebabkan
kedudukan Lengan Utara Sulawesi dikontrol oleh aktifitas tunjaman Lempeng Laut
Sulawesi di sebelah utara semenanjung Minahasa dan Lempeng Pasifik di sebelah
timurnya (Santoso & Soehaimi, 2010).
Mengingat
bahwa Sulawesi Utara merupakan daerah yang rawan bencana terutama gempa bumi, penting
untuk selalu bersiap siaga menghadapi ancaman gempa bumi yang dapat terjadi
sewaktu-waktu. Sebagai ASN yang sebagian besar waktunya bekerja di kantor, tentu
kita perlu mengetahui apa yang dapat dilakukan apabila kita berada di gedung
kantor saat terjadi gempa bumi.
Jika terjadi gempa bumi saat berada di gedung kantor, lakukanlah hal-hal berikut ini:

Sumber: shakeout.org
Sebelum terjadi gempa bumi berikut adalah hal-hal yang dapat dipersiapkan diri sendiri maupun pengelola bangunan:
Setelah terjadi gempa bumi tetap perhatikanlah hal-hal di bawah ini:
Referensi:
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |