Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Artikel DJKN

Pentingnya Work Life Balance di Era Digital

Jum'at, 16 April 2021 pukul 08:46:04   |   133 kali

Perkembangan teknologi di era digital yang sangat pesat membawa banyak perubahan di seluruh aspek kehidupan. Dengan kemajuan teknologi, semua aktivitas menjadi lebih praktis dan mudah. Masyarakat dimudahkan dalam mengakses berbagai hal hanya melalui genggaman tangan via smartphone. Selain itu, kemajuan teknologi juga membawa pengaruh positif bagi organisasi sehingga penyelesaian pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif.

Dalam dunia kerja, salah satu bentuk kemudahan dan perubahan sebagai efek dari era digital ini adalah berpindahnya tempat kerja, yang semula bekerja identik dengan datang ke kantor dan melakukan urusan pekerjaan di sana, sekarang pekerjaan dapat diselesaikan dimanapun dan kapanpun. Tidak ada batasan lagi bagi seorang pegawai untuk berdiskusi dengan rekan kerja atau atasan, karena hanya dengan bermodal laptop dan smartphone segala bentuk komunikasi serta urusan pekerjaan dapat diselesaikan tanpa harus berada dikantor.

Perubahan besar yang memiliki dampak luar biasa terutama pada aktivitas manusia serta pembentukan kebiasaan baru dalam dunia kerja terjadi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Bekerja dari rumah atau populer dengan istilah Work From Home (WFH) tercipta sebagai solusi atas kondisi pandemi yang berdampak pada pembatasan pergerakan orang di tempat umum tidak terkecuali di ruang-ruang kerja dan lokasi perkantoran, sebagai upaya menekan jumlah penyebaran virus di masyarakat. WFH berarti bahwa seorang pegawai memiliki fleksibilitas dalam menyelesaikan pekerjaan dari tempat tinggalnya. Kegiatan meeting atau koordinasi tidak lagi dilaksanakan secara tatap muka dan beralih dilaksanakan secara daring.

Namun demikian, disadari atau tidak perubahan aktivitas sebagai bentuk kemudahan akses antar manusia sebagai wujud dari kecanggihan teknologi tersebut, membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi samar. Waktu bekerja tidak lagi dibatasi dengan istilah jam kerja atau office hours, sehingga urusan pekerjaan dapat muncul kapan saja dan di manapun berada. Padahal keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan atau yang sering disebut dengan work life balance merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas seorang pegawai dalam bekerja. Pegawai yang tidak memiliki work life balance akan mengalami demotivasi dalam bekerja, kehidupan sosialnya menjadi berantakan bahkan berdampak pada kesehatan mentalnya. Lain halnya dengan seorang pegawai memiliki work life balance, banyak manfaat yang dapat dirasakan bukan hanya untuk kehidupannya tapi juga untuk organisasi.

Manfaat work life balance antara lain Pertama, meningkatkan produktivitas. Dengan keseimbangan kehidupan di kantor dan di luar kantor, akan membuat pegawai menjadi lebih bahagia. Perasaan bahagia ini akan membuat pegawai menjadi lebih produktif dan mampu memberikan inovasi-inovasi untuk kinerja yang lebih baik. Kedua, mencegah stress. Beban kerja yang berlebihan berpotensi menimbulkan stres. Namun, stres tersebut dapat dicegah dengan manajemen waktu yang baik antara bekerja dan bersantai. Ketiga, sehat jasmani dan rohani. Pengaturan pola hidup sehat dan pola bekerja yang baik akan menciptakan kondisi tubuh dan mental yang sehat sehingga pekerjaan apapun dapat diselesaikan dengan cepat dan terasa ringan. Keempat, meningkatkan hubungan yang lebih baik. Memiliki work life balance berdampak pada hubungan pegawai dengan keluarga, kerabat, dan rekan kerja menjadi lebih baik karena memiliki porsi waktu untuk berinteraksi. Kelima, memiliki waktu untuk beraktivitas di luar pekerjaan. Pegawai bisa memiliki waktu dan tenaga untuk dapat menjalankan aktivitas lain diluar pekerjaan seperti menjalankan hobi, berolahraga, bergabung dengan komunitas, jalan-jalan dan sebagianya.

Begitu banyak manfaat positif yang diperoleh pegawai dengan memiliki work life balance dalam kehidupannya. Namun seiring dengan tuntutan pekerjaan yang meningkat terkadang menyebabkan work life balance menjadi sulit terwujud. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan work life balance tersebut antara lain Pertama, manajemen waktu yang baik. Pegawai harus pintar dalam membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupannya. Gunakan jam kantor untuk bekerja dengan maksimal dan buat skala prioritas sehingga pekerjaan dapat diselesikan sesuai dengan target. Kedua, jangan sungkan untuk meminta bantuan. Ketika mengalami kesulitan dalam bekerja, jangan sungkan meminta bantuan rekan kerja sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Selain itu, pegawai dapat mengkomunikasikan beban pekerjaan yang dirasa sudah overload kepada atasan sehingga dapat dicarikan solusi atau alternatif yang saling menguntungkan. Ketiga, sayangi diri sendiri. Ditengah padatnya pekerjaan, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang dapat menyegarkan pikiran dan membuat bahagia. Manfaatkan hari libur untuk recharge semangat dan energi sebelum memulai bekerja lagi.

Work life balance bukan sesuatu yang mustahil untuk terwujud jika diusahakan dengan maksimal. Dukungan organisasi sangat berperan penting dalam mewujudkan work life balance bagi pegawainya. Bekerjalah dengan cerdas sehingga kesuksesan yang dicapai tidak hanya di dunia kerja tapi juga di kehidupan pribadi.

Penulis : Redita Oksadila, Pelaksana Bidang Lelang


Referensi :

https://www.sehatq.com/artikel/work-life-balance-adalah-keseimbangan-antara-hidup-dan- pekerjaan-mungkinkah-diraih

https://greatdayhr.com/id/blog/work-life-balance/

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |