Pentingnya Work Life Balance di Era Digital
Aminah Nurmillah
Jum'at, 16 April 2021 pukul 08:46:04 |
16944 kali
Perkembangan teknologi di era digital yang sangat pesat membawa banyak perubahan di seluruh aspek kehidupan. Dengan
kemajuan teknologi, semua aktivitas menjadi
lebih praktis dan mudah. Masyarakat dimudahkan dalam mengakses berbagai
hal hanya melalui genggaman tangan
via smartphone. Selain itu, kemajuan teknologi juga membawa pengaruh positif bagi organisasi sehingga
penyelesaian pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif.
Dalam dunia kerja, salah satu bentuk
kemudahan dan perubahan sebagai efek dari era
digital ini adalah berpindahnya tempat kerja, yang semula bekerja identik
dengan datang ke kantor dan
melakukan urusan pekerjaan di sana, sekarang pekerjaan dapat diselesaikan dimanapun dan kapanpun. Tidak ada batasan
lagi bagi seorang pegawai untuk berdiskusi dengan
rekan kerja atau atasan, karena hanya dengan bermodal laptop dan smartphone segala bentuk komunikasi serta urusan
pekerjaan dapat diselesaikan tanpa harus berada dikantor.
Perubahan besar yang memiliki dampak
luar biasa terutama pada aktivitas manusia serta
pembentukan kebiasaan baru dalam dunia kerja terjadi di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Bekerja dari rumah atau populer dengan
istilah Work From Home (WFH) tercipta
sebagai solusi atas kondisi pandemi
yang berdampak pada pembatasan pergerakan orang di tempat umum tidak terkecuali di
ruang-ruang kerja dan lokasi perkantoran, sebagai upaya menekan jumlah penyebaran virus di masyarakat. WFH berarti bahwa
seorang pegawai memiliki fleksibilitas dalam menyelesaikan pekerjaan
dari tempat tinggalnya. Kegiatan meeting atau
koordinasi tidak lagi dilaksanakan secara tatap muka dan beralih dilaksanakan secara daring.
Namun demikian, disadari atau tidak perubahan aktivitas sebagai bentuk kemudahan akses antar manusia sebagai wujud dari kecanggihan teknologi tersebut, membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi samar. Waktu bekerja tidak lagi dibatasi dengan istilah jam kerja atau office hours, sehingga urusan pekerjaan dapat muncul kapan saja dan di manapun berada. Padahal keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan atau yang sering disebut dengan work life balance merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas seorang pegawai dalam bekerja. Pegawai yang tidak memiliki work life balance akan mengalami demotivasi dalam bekerja, kehidupan sosialnya menjadi berantakan bahkan berdampak pada kesehatan mentalnya. Lain halnya dengan seorang pegawai memiliki work life balance, banyak manfaat yang dapat dirasakan bukan hanya untuk kehidupannya tapi juga untuk organisasi.
Manfaat work life balance antara lain Pertama, meningkatkan produktivitas.
Dengan keseimbangan kehidupan di
kantor dan di luar kantor, akan membuat pegawai menjadi lebih bahagia. Perasaan bahagia ini akan membuat
pegawai menjadi lebih produktif dan mampu memberikan
inovasi-inovasi untuk kinerja yang lebih baik. Kedua, mencegah stress. Beban kerja
yang berlebihan berpotensi menimbulkan stres. Namun, stres tersebut dapat
dicegah dengan manajemen waktu
yang baik antara
bekerja dan bersantai. Ketiga, sehat jasmani dan rohani.
Pengaturan pola hidup sehat dan pola bekerja yang baik akan menciptakan kondisi tubuh dan mental yang sehat sehingga
pekerjaan apapun dapat diselesaikan dengan cepat dan terasa ringan. Keempat,
meningkatkan hubungan yang lebih baik. Memiliki work life balance berdampak
pada hubungan pegawai dengan keluarga, kerabat, dan rekan kerja menjadi lebih baik karena memiliki porsi
waktu untuk berinteraksi. Kelima, memiliki
waktu untuk beraktivitas di luar
pekerjaan. Pegawai bisa memiliki waktu dan tenaga untuk dapat menjalankan aktivitas lain diluar pekerjaan seperti menjalankan hobi, berolahraga, bergabung dengan komunitas, jalan-jalan dan sebagianya.
Begitu banyak manfaat positif yang diperoleh pegawai
dengan memiliki work life balance dalam kehidupannya. Namun seiring
dengan tuntutan pekerjaan yang meningkat terkadang menyebabkan work life
balance menjadi sulit terwujud. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan work life balance tersebut antara lain Pertama, manajemen waktu yang baik.
Pegawai harus pintar dalam membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupannya. Gunakan jam kantor untuk bekerja dengan
maksimal dan buat skala prioritas sehingga pekerjaan
dapat diselesikan sesuai dengan target. Kedua,
jangan sungkan untuk meminta bantuan. Ketika
mengalami kesulitan dalam bekerja, jangan sungkan meminta
bantuan rekan kerja
sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Selain itu, pegawai
dapat mengkomunikasikan beban
pekerjaan yang dirasa sudah overload kepada
atasan sehingga dapat dicarikan
solusi atau alternatif yang saling menguntungkan. Ketiga, sayangi
diri sendiri. Ditengah
padatnya pekerjaan, luangkan
waktu untuk melakukan
aktivitas yang dapat menyegarkan
pikiran dan membuat bahagia. Manfaatkan hari libur untuk recharge semangat dan energi
sebelum memulai bekerja lagi.
Work
life balance bukan sesuatu yang mustahil untuk
terwujud jika diusahakan dengan maksimal. Dukungan
organisasi sangat berperan
penting dalam mewujudkan work life balance
bagi pegawainya. Bekerjalah dengan
cerdas sehingga kesuksesan yang dicapai tidak hanya di dunia kerja tapi juga di kehidupan pribadi.
Penulis : Redita
Oksadila, Pelaksana Bidang
Lelang
Referensi :
https://www.sehatq.com/artikel/work-life-balance-adalah-keseimbangan-antara-hidup-dan- pekerjaan-mungkinkah-diraih
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |