Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Artikel DJKN

Tips Adaptasi di luar Zona Nyaman

Senin, 16 November 2020 pukul 08:38:19   |   52 kali

Berada di zona nyaman memang mudah dan menyenangkan, terlebih lagi saat kita bekerja. Seseorang merasa aman menjalani hari-hari yang kurang berisiko, tanpa adanya kekhawatiran. Kondisi seperti ini terasa begitu familiar, sehingga terkadang kita lupa melakukan sesuatu dan hanya berdiam diri seakan-akan tidak terjadi sesuatu selama bertahun-tahun.


Umumnya orang takut keluar dari zona nyaman. Jangankan keluar, membayangkan saja enggan karena dianggap di luar zona nyaman memiliki banyak risiko, tekanan, dan membutuhkan adaptasi dengan tempat sebelumnya sehingga timbul rasa takut, cemas dan kekhawtiran yang berlebihan. Sehingga tidak sedikit orang yang mengalami penurunan kinerja bahkan mengalami stres saat dipindahtugaskan/mutasi ke tempat yang baru.


Sebenarnya keluar dari zona nyaman membuat kita lebih dapat mengenali diri kita, baik kekuatan, kecerdasan maupun kelemahan yang kita miliki dalam meyelesaikan suatu masalah sehingga kita memiliki pengalaman baru. Selain itu kita juga dapat mengenal banyak orang dan mengetahui bagaimana menghadapi orang di daerah tempat kita berada.


Untuk menghindari rasa takut dan kekhawatiran yang berlebihan saat mutasi keluar dari zona nyaman, kita harus cepat beradaptasi di tempat kerja yang baru. Ada beberapa tips adaptasi diluar zona nyaman yang dapat penulis bagikan, antara lain:

1. Niat

Hidup adalah pilihan, pilihan pengabdian dan berharap dimanapun adalah tempat terbaik, tinggal kuatkan niat karena niatlah yang akan membantu kita menghadapi konsekuensi dan risiko yang muncul di masa depan. Niatkan bahwa bekerja itu ibadah maka, bekerja artinya melaksakan kewajiban, terlebih lagi jika dilaksanakan dengan ikhlas. Percayalah kita akan baik-baik saja. Awalnya mungkin akan merasa sangat tidak nyaman, namun cobalah tetap lakukan. Jangan berhenti, percayalah, rasa tidak nyaman ini akan berangsur-angsur hilang.

2. Percaya Diri

Percaya diri adalah modal utama yang harus dimiliki oleh sesorang dalam melakukan suatu hal. Ketika percaya diri itu ada, maka apapun aktivitas yang dilakukan akan selalu berjalan dengan lancar, sehingga kita mudah melakukan adaptasi di tempat yang baru.

3. Memperbanyak teman

Saat berada di tempat kerja yang baru, secepatnya menemukan teman yang bisa menghilangkan rasa sepi, terlebih lagi jika kita jauh dari keluarga. Namun harus berhati-hati dalam memilih teman. Teman yang baik adalah teman yang bisa berbagi dalam suka maupun duka. Dengan memiliki teman yang baik maka kita bisa ikut merasakan energi positif, semangat, dan belajar dari kemampuan mereka.

4. Fokus dan mencintai pekerjaan kita

Dalam bekerja sangat diperlukan konsentrasi penuh karena dengan konsentrasi kita bisa fokus menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Terlebih lagi jika pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan baru buat kita. Yakinlah tidak ada pekerjaan yang berat dan susah asal kita punya keinginan untuk belajar dan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

5. Bersyukur dan tidak membandingkan dengan yang lain

Bersyukur akan membuat kita merasa tenang dalam menjalani hidup. Dengan bersyukur kita dapat menerima apapun jenis pekerjaan dan dimanapun kita ditempatkan. Karena dari awal komitmen kita sebagai ASN, khususnya Kementerian Keuangan, siap ditempatkan dimana saja. Permasalahan akan timbul setelah kita membandingkan dengan rekan kerja kita. Yakinlah penempatan yang telah ditetapkan itulah yang terbaik buat kita, jadi kita wajib untuk mensyukurinya.

6. Bekerjasama dengan rekan kerja yang baru

Kita dituntut bekerjasama dengan rekan kerja yang baru dan belum kita kenal, agar tercipta hubungan baik sehingga semangat kerja tetap terjaga dan tidak mengganggu produktivita. Namun hal ini sulit karena beda orang pasti beda pula pemikirannya. Untuk itu dibutuhkan saling pengertian, saling menghormati, dan butuh pemahaman satu dengan lainnya. Kita juga harus selalu ikut berkontribusi dalan setiap kegiatan di kantor baik yang formal maupun informal agar dapat meningkatkan kebersamaan, keakraban,dan sinergi.

7. Berani mengakui kesalahan dan jangan sering mengucapkan kata maaf

Dalam suatu hubungan kerja, terkadang terjadi salah paham ataupun perselisihan karena adanya perbedaan pendapat antara rekan yang satu dengan yang lain. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, asal jangan sampai terjadi permusuhan, karena jika hal tersebut terjadi akan membuat kondisi kantor kurang nyaman.Sebagaimana kita ketahui aktivitas kita dalam sehari lebih banyak di kantor dibandingkan di rumah.

Selain itu kesalahan juga sering terjadi, namun jangan malu atau enggan mengakui kesalahan meskipun kita memiliki posisi jabatan tertinggi ditempat kerja. Mengakui kesalahan bukan berarti menjatuhkan wibawa namun membuat bawahan kita malah semakin bangga kepada kita. Tapi jangan sering-sering mengucapkan kata maaf, karena maaf itu hanya diucapakn jika kita telah melakukan kesalahan

8. Mengenal dan memahami kearifan lokal tempat kita bekerja

Kearifan lokal seperti bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh dalam pelaksanaan tugas. Kearifan lokal membuat kita lebih dekat sehingga dapat berkomunikasi dengan rekan kerja dan stakeholder, komunikasi yang baik menjadi kunci sukses melaksankan tugas.

9. Komunikasi dengan keluarga harus tetap terjaga

Komunikasi dengan keluarga harus dijaga secara terus menerus, terlebih lagi jika kita dan keluarga terpisahkan oleh jarak. Support keluarga sangat penting dalam mendukung kita untuk melakukan aktivitas apapun, terlebih lagi saat kita bekerja. Keluarga sehat, bahagia, selalu mendoakan dan mendukung kita adalah modal utama dalam meraih kesuksesan.

10. Selalu berfikir positif

Berfikir positif dapat menimbulkan energi positif dalam tubuh kita sehingga membuat kita merasa tenang, bahagia dan bersemangat untuk bekerja dengan baik. Jika ditubuh kita telah mengalir energi positif tidak akan lagi rasa iri terhadap rekan kerja, sehingga kita dapat mejalin hubungan kerja yang baik di kantor.

11. Melakukan kegiatan yang bermanfaat di luar jam kerja

Setelah pulang kerja atau dihari libur, sebaiknya kita tidak berdiam diri saja, namun harus mengisi kegiatan yang bermanfaat seperti mengikuti pengajian, berolah raga, jalan-jalan atau masuk dalam komunitas yang sesuai dengan hobby kita, sehingga kita merasa senang dan mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.

Demikian sebelas tips yang dapat penulis bagikan, semoga dapat membantu kita untuk beradaptasi di tempat kerja yang baru dan dapat meraih kesuksesan.

Penulis : Mudrika Jaya Rapi


Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Foto Terkait Artikel
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |