Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Artikel DJKN

Business Etiquette Communication Skills, Part I

Selasa, 27 Oktober 2020 pukul 21:49:37   |   80 kali

Studi terbaru menemukan fakta bahwa kesan pertama sangat sulit dilupakan. Studi yang dipresentasikan di pertemuan tahunan The Society for Personality and social Psychology di Texas, Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang-orang sangat sulit melupakan kesan pertama yang mereka dapat dari orang yang baru ditemui dan bahwa orang-orang cenderung mudah untuk “menilai orang lain dari sampulnya.”

Membangun kesan yang baik sangat penting dalam relasi, baik relasi pertemanan hingga relasi yang lebih formal seperti bisnis dan birokrasi. Kesan dapat muncul saat dua orang atau lebih berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lainnya. Lalu, bagaimana cara berkomunikasi dengan baik?

Menurut KBBI, komunikasi merupakan “pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.” Ketika berkomunikasi, pesan yang baik adalah pesan yang dapat dicerna dan dipahami oleh pendengar. Oleh karena itu, rangkaian kata yang digunakan dalam berkomunikasi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pendengarnya.

Dalam komunikasi langsung, terdapat beberapa aspek yang memegang peranan penting, antara lain kata-kata, suara, dan aspek visual seperti penampilan dan bahasa tubuh. Kata-kata hanya memainkan peran minor dan harus didukung dengan suara dalam komunikasi langsung. Kata-kata yang baik jika disampaikan dengan suara atau intonasi yang tidak tepat akan membuat kata-kata tersebut kehilangan kekuatannya. Misalnya sapaan selamat pagi yang disampaikan dengan intonasi marah, kalimat motivasional yang disampaikan dengan teriakan, dan sebagainya. Karena itu, suara memegang peranan yang cukup penting dalam komunikasi langsung.

Selain kata-kata dan intonasi suara, aspek visual memiliki peran yang lebih dominan dalam komunikasi langsung. Aspek visual terdiri dari penampilan dan bahasa tubuh. Penampilan dapat mendukung komunikasi karena dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesopanan. Namun, penampilan bukan hal yang dominan dalam aspek visual.

Hal terpenting dari aspek visual adalah bahasa tubuh. Bahasa tubuh merupakan komunikasi yang disampaikan melalui isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, postur tubuh hingga gerakan tubuh. Bahasa tubuh yang positif akan menunjukkan level penerimaan yang tinggi kepada pendengar.

Bahasa tubuh juga dapat digunakan untuk menciptakan kesan hangat kepada pendengar, sehingga pendengar dapat mencerna informasi dengan lebih rileks dan tenang. Kesan hangat tersebut dapat diciptakan melalui kebiasaan sederhana seperti tersenyum dan memperhatikan pandangan mata pendengar.

Pada umumnya, pesan dapat disampaikan melalui rangkaian kata, sedangkan kesan dapat diciptakan melalui komunikasi nonverbal. Karena itu, seorang public speaker atau setiap orang yang akan menyampaikan gagasan yang kuat kepada pendengar perlu menggabungkan kemampuan berbicara yang baik dengan bahasa tubuh yang baik.

Sumber: Webinar Business Etiquette Communication Skills and Understanding Multi Generation Characteristic oleh Becky Tumewu.

(Narasi: Mateus; Foto: Mateus)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Foto Terkait Artikel
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |