Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Artikel DJKN

Jangan Cuma Badan Yang Dijaga

Senin, 19 Oktober 2020 pukul 14:42:54   |   138 kali

Mens sana in corpore sano “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” . Itu merupakan ungkapan yang sering kita dengar di masyarakat. Memang benar menjaga tubuh untuk tetap sehat adalah sesuatu yang sangat penting. Namun, apakah hanya dengan tubuh yang sehat maka jiwa kita juga ikut sehat?

Memang benar berolahraga sangat baik untuk kesehatan tubuh dan juga mental kita. Namun sebenarnya bukan hanya dengan berolahraga, ada banyak cara yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan mental. Di masa pandemi ini bukan hanya kesehatan tubuh yang harus dijaga, tetapi kesehatan mental pun harus dijaga. Saat ini bukan hanya Covid-19 yang berbahaya. Ada beberapa hal yang menyertai pandemi ini, contohnya hilangnya interaksi sosial secara tatap muka, isolasi, keterbatasan aktivitas, hingga stres berkepanjangan juga sangat berbahaya bagi mental kita.

Bagi teman-teman yang belum memiliki pasangan dan masih harus bekerja dari rumah atau kos-kosan, physical distancing dan social distancing bisa berdampak terhadap kesehatan mental. Tanpa teman hidup, apalagi ditambah tuntutan pekerjaan yang tidak mengenal waktu,bekerja dari rumah bisa menimbulkan perasaan terasing yang dapat menurunkan semangat hidup kita.

Penyakit psikologi pun juga dapat melanda orang yang sudah berkeluarga. Beberapa riset menunjukan bahwa banyak suami-istri yang mengalami peningkatan intensitas konflik di dalam rumah tangga selama pandemi ini. Menurut psikolog keluarga dan pernikahan, Nadya Pramesrasni,M,Psi. sebenarnya konflik tersebut sudah hadir sebelum karantina terjadi. Namun saat harus berada terus di rumah tanpa menjalani kegiatan lain, ditambah lagi intensitas pertemuan yang tinggi, membuat masalah semakin nyata. Namun kebanyakan konflik muncul akibat tekanan hidup selama isolasi dan berkurangnya penghasilan.

Mulai bekerja di era new normal ini sebenarnya menumbuhkan suatu harapan baru, namun tidak dapat dipungkiri perasaan takut akan terjangkit Covid-19 akan selalu menghantui perasaan kita, apalagi hingga saat ini cluster terbesar penyumbang kasus Covid-19 adalah dari transportasi umum dan perkantoran.

Di masa pandemi ini, semua terasa sulit. Oleh karena itu kesehatan mental harus dijaga. Dengan persiapan yang baik, bukan tidak mungkin bekerja di era new normal ini akan sama menyenangkannya seperti kondisi normal. Berikut cara-cara menjaga kondisi mental di tengah pandemi Covid-19:

1. Menyadari Bahwa Rasa Cemas yang Dialami Itu Normal

Jika penutupan sekolah dan berita utama yang mengkhawatirkan membuat Anda cemas, Anda bukan satu-satunya. Sebenarnya, begitulah seharusnya perasaan Anda. Karena kecemasan merupakan sesuatu yang normal dan sehat yang mengingatkan kita akan ancaman dan membantu kita mengambil tindakan untuk melindungi diri kita sendiri. Meskipun kecemasan tentang virus corona benar-benar normal, pastikan untuk mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya seperti UNICEF dan WHO atau untuk memeriksa informasi apa pun yang datang melalui saluran yang kurang dapat diandalkan.

2. Berdamai dengan Keadaan

Kita harus mengakui bahwa pandemi Covid-19 ini ada, jangan bersikap seolah-olah bahwa pandemi Covid 19 ini tidak ada. Justru banyak kasus yang diakibatkan karena orang-orang menyepelekan dan menganggap pandemi ini tidak ada. Oleh karena itu kita harus mau berdamai dengan keadaan. Patuhi pembatasan-pembatasan yang berlaku saat pandemi berlangsung. Tetap mencuci tangan dan memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak dengan orang lain. Jadikan kebiasaan baru itu sebagai gaya hidup. Toh kita tidak rugi apabila harus rajin mencuci tangan dan memakai masker.

3. Fokus Pada Diri Sendiri

Pernahkah teman-teman ingin sejenak belajar melakukan sesuatu yang baru? Sesuatu yang belum pernah terpikirkan sebelumnya? mulai membaca buku baru, melakukan meditasi, atau mencurahkan waktu untuk memainkan alat musik? Sekarang saatnya melakukan semua itu. Berfokus pada diri sendiri dan mencari cara untuk menggunakan waktu yang sekarang tersedia adalah cara yang bagus untuk menjaga kesehatan mental Anda.

4. Menemukan Cara Baru Untuk Terhubung dengan Teman

Jika Anda ingin menghabiskan waktu bersama teman namun tidak bisa bertemu secara tatap muka, media sosial adalah cara yang bagus untuk terhubung. Anda bisa memanfaatkan zoom meeting, video call whatsApp atau Google Meet. Dengan menggunakan media tersebut anda akan tetap bisa berkomunikasi secara tatap muka tanpa takut akan terpapar virus Covid-19.

5. Berbagi dan Bertukar Cerita dengan Orang Lain

Pandemi menyebabkan interaksi tatap muka secara langsung dengan orang lain sangan dibatasi, ini juga bisa berdampak terhadap kesehatan mental kita.Oleh karena itu mari kita mulai kembali untuk berkomunikasi dengan teman atau rekan kerja kita, cukup dimulai dengan saling bertanya kabar maka akan menimbulkan empati dan kesenangan tersendiri. Jangan lupa juga untuk menceritakan masalah yang dialami selama pandemi dan juga mendengarkan cerita-cerita dari teman atau rekan kerja.

6. Membuat Proyek Kecil Di Rumah

Untuk menghindari kebosanan tentu kita memerlukan aktivitas lain yang bisa dilakukan di rumah. Banyak cara untuk memanfaatkan waktu selama di rumah, contohnya kita bisa mengerjakan pekerjaan rumah yang sebelumnya tidak sempat kita kerjakan seperti menanam dan menyiram tanaman, memperbaiki perabotan yang rusak, atau memulai untuk beternak ikan hias.

7. Berolahraga

Virus Covid-19 merupakan virus yang menyerang imun manusia, oleh karena itu sedikit berolahraga dapat meningkatkan imun kita. Tidak perlu olahraga berat cukup melakukan gerakan ringan selama 5 menit atau kita juga bisa melakukan yoga atau aerobic secara mandiri dibantu video-video yang ada di youtube.

Pada akhirnya terkadang rasa cemas bisa timbul secara berlebihan, dan cara-cara di atas kurang mampu untuk mengatasi stres yang di alami. Jika teman-teman mengalami stress yang bisa berakibat gangguan kesehatan mental alangkah baiknya untuk berkonsultasi dengan psikiater, psikolog, atau professional kesehatan lainnya.

Bagaimanapun cara teman-teman berusaha dalam menjaga kesehatan mental, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian. Akan selalu ada orang yang bersedia untuk membantu selagi kita mau terbuka. Orang-orang di sekelilingmu bahkan hampir di seluruh dunia mengalami hal yang sama. Mari kita saling tolong menolong satu sama lain untuk bersama melalui pandemi ini.

Penulis: Mohamad Fadli Surur (Seksi Informasi Kanwil DJKN Kaltimtara)

Daftar Pustaka:

https://www.cigna.co.id/health-wellness/merawat-kesehatan-mental-di-era-new-normal

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5208548/hari-kesehatan-mental-sedunia-2020-ini-6-cara-menjaga-di-masa-pandemi-covid-19

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |