75 Tahun Indonesia Merdeka, menuju Indonesia Maju
Yenni Ratna Pratiwi
Senin, 24 Agustus 2020 pukul 20:19:54 |
58828 kali
Tujuh puluh lima tahun yang lalu, Proklamator Bangsa, Ir. Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan yang bukan diberikan sebagai hadiah, melainkan kemerdekaan yang diperoleh dengan penuh perjuangan darah, air mata, nyawa dan harta yang tak ternilai harganya. Pembacaan naskah proklamasi oleh Ir. Soekarno didampingi oleh Muhammad Hatta, merupakan momentum yang menandai pernyataan sikap bangsa Indonesia untuk lepas dari belenggu penjajahan yang menguasai negeri ini.
Senin, 17 Agustus 2020, Indonesia
merayakan hari Kemerdekaannya. Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, karena
pada tahun ini Indonesia sedang dihadapkan dengan kondisi bencana nonalam,
pandemi COVID-19. Kondisi yang mempengaruhi banyak hal seperti kesehatan,
psikologi, sosial, dan ekonomi masyarakat. Walaupun demikian semangat
kemerdekaan tetap ada dalam diri setiap warga negara Indonesia.
Pada perayaan Hari Kemerdekaan
Republik Indonesia ke-75 ini, tema yang diangkat adalah Indonesia Maju. Tema
yang merupakan wujud penggambaran dari Pancasila sebagai pedoman dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Tema yang diharapakan mampu memperkokoh
kedaulatan , persatuan, dan kesatuan.
Indonesia Maju merupakan cita-cita bersama bangsa Indonesia. Mewujudkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Tentunya untuk mewujudkan ini semua perlu perjuangan yang tidaklah mudah. Bangsa Indonesia harus menghadapi segala tantangan termasuk ujian pandemi COVID-19 ini. Jika dahulu bangsa Indonesia harus berjuang melawan penjajah dengan senjata, saat ini pandemi COVID menjajah kita di segala bidang yang membuat dampak yang luar biasa hebat. Tidak hanya nyawa yang menjadi korban, tetapi juga lapangan pekerjaan dan kegiatan perekonomian. Data Kementerian Kesehatan tanggal 23 Agustus 2020, pandemi COVID-19 di Indonesia mencapai 153.535 kasus positif dan 6.680 orang meninggal dunia.
Sejumlah daerah di Indonesia saat ini sudah memasuki Adaptasi
Kebiasaan Baru atau Kenormalan Baru dalam setiap aktifitasnya. Namun
kondisi yang belum membaik membuat
kondisi perekonomian masyarakat belum normal seperti sebelum kondisi pandemi. Badan
Pusat Statisktik (BPS) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun
sebesar -5,32 persen pada triwulan II tahun ini. Lalu apakah dengan kondisi yang demikian bangsa kita tetap
mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Maju?
Indonesia Maju akan terwujud jika
seluruh elemen bangsa mau bersatu, optimis, dan percaya diri. Bangsa ini harus
memiliki semangat juang para pendiri bangsa dan meneladaninya. Semangat gotong
royong, kebersamaan, ketangguhan,dan kegigihan dalam berjuang menjadi modal
bangsa untuk menggapai Indonesia Maju. Visi ini harus dijadikan landasan dalam
setiap langkah dan tindakan para pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan
keberlanjutan pembangunan bangsa.
Kondisi pandemi bukanlah
alasan penghambat terwujudnya cita-cita bangsa, melainkan merupakan momentum
yang tepat untuk membenahi/memperbaiki sistem yang ada sebelumnya. Pandemi
COVID-19 hendaknya menjadikan kita
semakin bersatu dalam keberagaman, gotong royong, tangguh dalam menghadapi
tantangan, mendorong kecepatan, dan mewujudkan Indonesia Maju melalui
Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh.
Dirgahayu Indonesiaku. Jayalah bangsaku.
Penulis : Yenni Ratna Pratiwi
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |