Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Artikel DJKN

Sambung Rasa, Bentuk Pentingnya Komunikasi Internal Organisasi

Senin, 24 Agustus 2020 pukul 12:57:17   |   98 kali
Beberapa waktu yang lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk merefleksikan 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia melalui acara Town Hall Meeting Kemenkeu. Acara dilakukan secara virtual dengan tema "Sambung Rasa Kebangsaan Kementerian Keuangan" (19/08/2020). Dalam kesempatan ini Menkeu berinteraksi dan berkomunikasi secara virtual dengan jajarannya yang mewakili beberapa daerah di Indonesia.
Ajang semacam ini digunakan Menkeu guna menyampaikan informasi penting yang perlu disampaikan langsung oleh Beliau. Sebelumnya acara serupa pernah digelar pada Juni 2020 lalu dengan tema "Kami Kemenkeu, Satu Keluarga Satu Visi Mengawal Pemulihan Ekonomi."
Menkeu menyampaikan mengapa ajang ini begitu penting. Beliau tidak ingin informasi krusial, seperti peran Kemenkeu dalam penanganan Covid-19 misalnya, malah didapat jajarannya dari pihak luar yang tidak tahu persis bagaimana dapur Kemenkeu bekerja sejauh ini.
Bagi jajaran Kemenkeu yang tersebar di seluruh penjuru negeri, boleh dikata ini adalah ajang istimewa. Disini para pegawai bisa mendengar langsung penjelasan dan informasi terhangat dan terkini dari Menkeu yang pernah digelari Menkeu terbaik dunia di ajang World Government Summit 2018 Dubai.
Bahkan beberapa pejabat/pegawai diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat, dan keluh kesahnya langsung di depan pimpinan tertinggi di Kemenkeu. Pesan yang tersampaikan dari acara ini adalah jajaran pimpinan Kemenkeu di pusat sangat peduli dan punya rasa memiliki yang tinggi kepada jajarannya di mana pun mereka berada.
Menkeu menginginkan jajarannya terus mengikuti informasi perkembangan ekonomi terkini sehingga dapat menjadi agen Kemenkeu yang bisa menjelaskan kebijakan pemerintah di lingkungannya masing-masing. Menkeu mengungkapkan bahwa memupuk rasa kebangsaan akan menambah energi untuk menjalankan tugas dengan lebih baik. Setiap yang diperoleh dari negara, harus direspon dengan memberikan yang lebih untuk negara, sehingga menjadi negara yang maju.

Dari uraian di atas menunjukkan bahwa Kemenkeu sangat memperhatikan pentingnya membangun komunikasi. Tidak saja dengan pihak eksternal, jauh lebih penting adalah dengan pihak internal. Apa jadinya jika saat membangun sebuah bangunan tak ada komunikasi antar pekerja. Selain hasilnya tak akan optimal akan sangat berbahaya bagi pekerja maupu organisasi dimana pekerja bernaung.
Dari berbagai literatur tentang komunikasi disebutkan bahwa komunikasi membantu para anggota organisasi untuk mencapai tujuan individu/organisasi, merespon dan mengimplementasikan perubahan organisasi, mengkoordinasikan aktivitas organisasi, serta ikut berperan dalam semua tindakan organisasi yang relevan. Fungsi komunikasi dalam organisasi merupakan fungsi yang berhubungan dengan tugas-tugas organisasi, pemeliharaan organisasi, kemanusian dan pembaruan dalam organisasi. Komunikasi dapat menjadi alat yang efektif untuk memotivasi pegawai terlibat dalam perubahan. Keterlibatan pegawai mempengaruhi kinerja yang baik bagi organisasi.
Dengan komunikasi yang efektif ada 2 hal yang dapat dicapai, yakni (1) menimbulkan komitmen organisasi yang meliputi komitmen afektif, komitmen kontinuan maupun komitmen normatif, dan (2) pegawai akan termotivasi untuk meningkatkan kinerja yang lebih tinggi, dan membuat kontribusi yang lebih berarti.
Melalui komitmen afektif anggota organisasi memiliki rasa ingin terlibat dalam organisasi. Selain itu, setiap pegawai membutuhkan organisasi tersebut dan tetap bertahan pada suatu organisasi karena membutuhkan sumber kehidupan untuk memenuhi kesejahteraan keluarganya, sehingga pegawai tersebut memiliki loyalitas yang dapat menimbulkan komitmen kontinuan.
Dengan komunikasi, keterlibatkan pegawai mendapatkan perhatian sehingga menimbulkan rasa untuk tetap berada pada organisasi Kemenkeu. terus berpartisipasi di dalam organisasi sehingga menimbulkan komitmen yang disebut dengan komitmen normatif. Dengan komitmen normatif loyalitas dalam bekerja pada organisasi merupakan kewajiban moral dan tetap setia pada organisasi Kemenkeu dan negara Republik Indonesia tercinta.
Sejalan dengan pentingnya komunikasi internal organisasi, jenis komunikasi yang dikemas dalam format sambung rasa seperti ini kami usulkan kiranya dapat digelar secara periodik. Bagi unit eselon satu Kemenkeu yang memiliki kantor vertikal di daerah kami juga mengusulkan untuk mengadopsi format cara berkomunikasi tersebut.
(Penulis : Ratna Astuti_HI KPKNL Tegal) edit @wd
Diolah dari acara Town Hall Meeting Kemenkeu dan literatur terkait komunikasi dari berbagai sumber daring.
Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Foto Terkait Artikel
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |