Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Yogyakarta
BPJS Jaga Kita dari Kemiskinan

BPJS Jaga Kita dari Kemiskinan

N/A
Rabu, 02 September 2015 |   1849 kali

Yogyakarta - Jumat, 28 Agustus 2015 telah diadakan sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan dialog interaktif oleh petugas BPJS Kesehatan Yogyakarta. Acara yang dilaksanakan di ruang serbaguna KPKNL Yogyakarta dihadiri oleh Kepala KPKNL Yogyakarta Guntur Riyanto, staff BPJS Kesehatan Yogyakarta Qurniawati, seluruh Kepala Seksi di KPKNL Yogyakarta serta seluruh pegawai KPKNL Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Guntur Riyanto mengatakan bahwa BPJS Kesehatan  dimata pegawai KPKNL Yogyakarta belum sepenuhnya di pahami terutama terkait hak dan kewajibannya, perbedaan dengan ASKES yang selama ini menjadi pegangan jaminan kesehatan bagi pegawai serta perbedaan hak dan kewajiban keanggotaannya terhadap anggota dari non-PNS. Karena BPJS Kesehatan ini sedang membumi, artinya di tengah-tengah masyarakat kita di kelas menengah ke bawah sudah sangat menyentuh dan sudah sangat di butuhkan. Oleh karena itu sangat penting bagi pegawai KPKNL Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat tentang BPJS Kesehatan ini.

“Terkait hal itu, tentunya ini merupakan momen yang sangat berharga bagi kita semua untuk bisa bertanya langsung terkait hak dan kewajiban kita sebagai anggota BPJS Kesehatan”, kata Guntur. “ Tentunya hasil pencerahan dari petugas BPJS Kesehatan ini bisa kita share ke saudara-saudara dan tetangga-tetangga kita yang belum paham benar tentang BPJS Kesehatan ini”, imbuhnya.

Acara yang dipandu oleh Qurniawati sekaligus sebagai narasumber itu menerangkan apa dan bagaimana BPJS Kesehatan terutama untuk kalangan PNS yang sebelumnya sudah menggunakan ASKES. Salah satu yang digarisbawahi oleh Qurniawati adalah bahwa kartu ASKES yang selama ini dipakai PNS tidak perlu diganti dengan kartu BPJS Kesehatan selama tidak ada peraturan atau instruksi untuk dilakukan penggantian. Dan jika harus diganti maka pelaksanaannya harus dilakukan secara kolektif.

Dalam kesempatan itu, Qurniawati menjelaskan pentingnya asuransi kesehatan. Bahwa sakit itu adalah sesuatu yang pasti hanya saja tidak tahu kapan terjadinya, sedangkan biaya pengobatan makin hari makin naik. Sehingga Qurniawati mengilustrasikan bahwa tanpa jaminan asuransi kesehatan kita bisa menjadi warga SADIKIN; SAkit menjaDI misKIN.

Qurniawati menegaskan bahwa manfaat BPJS Kesehatan adalah mengeluarkan risiko sakit yang kecil untuk menghadapi risiko sakit yang besar yang dapat terjadi di kemudian hari, mengeluarkan sejumlah kecil uang (premi/ iuran) untuk mendapat manfaat yang besar (pengobatan) pada saat terjadi risiko sakit, dan membagi risiko sakit pada banyak orang. Karena BPJS Kesehatan ini diselenggarakan oleh pemerintah dengan prinsip Asuransi Sosial dan Ekuitas. "BPJS Kesehatan ini merupakan instrumen sosial yang memiliki sifat gotong royong yang menerapkan sistem subdisi silang bagi anggotanya dan diselenggarakan sebesar- besarnya untuk kepentingan masyarakat dengan kesetaraan memperoleh manfaat dan akses”, tegas Qurniawati.

Acara di akhiri dengan pemberian cindera mata dari KPKNL Yogyakarta kepada Qurniawati selaku narasumber BPJS Kesehatan Yogyakarta sebagai tanda silaturahmi dan kerjasama yang baik di antara kedua instansi pelat merah tersebut. BPJS Kesehatan  merupakan program pemerintah yang sangat penting, sudah seharusnya perlu kita dukung untuk mewujudkan kesehatan dan  kesejahteraan masyarakat.

”Dengan diadakannya acara  ini mudah-mudahan ke depan kita bisa menggunakan BPJS Kesehatan secara lebih bijak dan mengetahui batasan-batasan mana yang dapat dibiayai dan mana yang tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan”, pungkas Guntur mengakhiri acara. (Penulis/Foto : Sri Haryanti/Yuhar)

Foto Terkait Berita

Floating Icon