Banyu Biru KPKNL Yogyakarta: Menguatkan Service Excellence Menuju WBBM
Andi Setyawan Sutikno
Rabu, 11 Februari 2026 |
45 kali
Yogyakarta – Dalam rangka meningkatkan pemahaman pemberian pelayanan
prima kepada pengguna layanan dan mewujudkan Zona Integritas menuju
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM) serta terwujudnya layanan
inklusif bagi kelompok rentan, KPKNL Yogyakarta menyelenggarakan
kegiatan Banyak Ilmu di Bincang Rabu (Banyu Biru) dengan tema “The
Next Level of Service Excellence” pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di
Ruang Rapat KPKNL Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana aksi
pembelajaran dan implementasi pembinaan mental di bidang kompetensi, sekaligus
inovasi penguatan budaya kerja pelayanan prima di lingkungan KPKNL Yogyakarta
Kegiatan
menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala KPKNL Yogyakarta, Tuti
Kurniyaningsih, serta perwakilan profesional dari Regional Service Manager
Kantor Wilayah 17 PT Bank BNI 46 (Persero), Isadhora bersama tim, yang
memberikan perspektif praktis dunia perbankan terkait pelayanan unggul.
Materi
I: Membangun Budaya Melayani dengan Profesional
Pada sesi materi
pertama, Tuti memaparkan pentingnya membangun budaya melayani yang berakar pada
profesionalisme, empati, dan tanggung jawab. Pelayanan prima dipahami sebagai
kemampuan organisasi dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna layanan
secara konsisten dan berkualitas tinggi.
Beliau menegaskan
bahwa budaya melayani tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses
internalisasi nilai, keteladanan pimpinan, serta pembiasaan perilaku positif
dalam keseharian kerja. Profesionalisme diwujudkan melalui peningkatan kompetensi,
bekerja secara tuntas dan akurat, menjunjung tinggi etika, serta bekerja dengan
hati. Selain itu, komunikasi efektif menjadi jembatan antara kualitas teknis
layanan dengan persepsi kepuasan pengguna. Layanan yang benar secara prosedural
akan terasa kurang bermakna apabila tidak disampaikan dengan sikap yang ramah,
jelas, dan empatik.
Tuti juga
mengingatkan bahwa kepuasan pengguna layanan berdampak langsung pada
kepercayaan publik, reputasi organisasi, serta loyalitas stakeholder. Oleh
karena itu, setiap pegawai memiliki peran strategis sebagai service
ambassador KPKNL Yogyakarta.
Materi
II: Profesionalisme, Empati, dan Komunikasi Efektif
Pada sesi kedua, Isadhora
dari Regional Service Manager Kantor Wilayah 17 PT Bank BNI 46 menyampaikan materi mengenai “Profesionalisme,
Empati, dan Komunikasi Efektif sebagai Fondasi Kepercayaan dan Loyalitas
Stakeholder”. Ia menekankan bahwa service excellence bukan sekadar
keterampilan teknis, melainkan sikap dan mindset. Pelanggan atau pengguna
layanan bukanlah pihak yang mengganggu pekerjaan, melainkan tujuan utama
keberadaan organisasi.
Dalam paparannya,
disampaikan bahwa pelayanan unggul dibangun dari pemahaman atas kebutuhan dan
keinginan pengguna, personalisasi layanan sesuai karakteristik stakeholder,
kecepatan dan keandalan dalam memberikan solusi, serta kemampuan menciptakan
pengalaman layanan yang berkesan. Di era kompetisi dan transparansi informasi,
cara melayani (how to offer) menjadi pembeda utama antar institusi.
Salah satu poin
penting yang ditekankan adalah penanganan komplain. Komplain dipandang bukan
sebagai ancaman, melainkan peluang untuk perbaikan dan peningkatan kualitas
layanan. Respons yang cepat, empatik, serta solutif justru dapat memperkuat
reputasi organisasi dan meningkatkan kepercayaan stakeholder.
Role
Play: Praktik Nyata Pelayanan Prima
Untuk memperdalam
pemahaman, sesi materi dilengkapi dengan dua role play interaktif yang
melibatkan pegawai KPKNL Yogyakarta dan tim BNI.
Role play pertama
menggambarkan situasi pelayanan di Area Pelayanan Terpadu (APT), diperankan
oleh Saudari Winda (KPKNL) dan Dian (BNI). Dalam simulasi tersebut ditunjukkan
bagaimana menyambut pengguna layanan dengan sikap ramah, bahasa tubuh yang
terbuka, komunikasi yang jelas, serta fokus penuh pada kebutuhan pengguna.
Peserta dapat melihat secara langsung bagaimana detail sederhana—seperti kontak
mata, penggunaan nama pengguna layanan, dan penawaran bantuan tambahan—dapat
menciptakan pengalaman layanan yang profesional dan berkesan.
Role play kedua
mengangkat tema penanganan komplain melalui telepon, diperankan oleh Dian (BNI)
dan Saudari Nining (KPKNL). Simulasi ini menekankan pentingnya mendengar secara
aktif, tidak memotong pembicaraan, menunjukkan empati atas ketidaknyamanan yang
dirasakan pengguna, melakukan verifikasi data secara tepat, serta memberikan
penjelasan dan solusi yang jelas. Melalui praktik ini, peserta memahami bahwa
nada suara, pilihan kata, dan kecepatan respons memiliki peran besar dalam
membangun kepercayaan, terutama ketika interaksi dilakukan tanpa tatap muka.
Kedua sesi role
play tersebut mendapat respons positif dari peserta karena menghadirkan contoh
konkret yang relevan dengan tugas pelayanan sehari-hari di KPKNL Yogyakarta.
Sepanjang
kegiatan, suasana berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Hal ini
tercermin dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul dari para pegawai,
baik terkait pengalaman menghadapi pengguna layanan dengan karakter beragam
maupun strategi menjaga konsistensi pelayanan di tengah beban kerja yang
dinamis. Diskusi tersebut menunjukkan komitmen dan kepedulian seluruh pegawai
terhadap peningkatan kualitas layanan.
Sebagai bentuk
apresiasi dan sinergi kelembagaan, kegiatan ditutup dengan pemberian
kenang-kenangan dari Kepala KPKNL Yogyakarta kepada pihak BNI 46. Momentum
tersebut menjadi simbol kolaborasi antara institusi pemerintah dan sektor
perbankan dalam membangun standar pelayanan yang semakin profesional dan
berorientasi pada kepuasan stakeholder.
Melalui kegiatan
Banyu Biru ini, KPKNL Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya untuk terus
bertransformasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan
mengedepankan profesionalisme, empati, dan komunikasi efektif, diharapkan KPKNL
Yogyakarta mampu mewujudkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi
juga memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengguna layanan, sebagai bagian
dari perjalanan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani yang
berkelanjutan.
AAM - Yogyakarta
Foto Terkait Berita