Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Yogyakarta
Banyu Biru Agustus 2025: ‘Memelihara Nilai-Nilai Kebangsaan Demi Menjaga Aset Negara’

Banyu Biru Agustus 2025: ‘Memelihara Nilai-Nilai Kebangsaan Demi Menjaga Aset Negara’

Soni Sutejo
Kamis, 14 Agustus 2025 |   199 kali

(Yogyakarta) Bulan Agustus merupakan bulan yang spesial bagi Bangsa Indonesia, mengingat Hari Kemerdekaan Indonesia jatuh pada bulan ini. Berangkat dari hal ini, kegiatan rutin bulanan KPKNL Yogyakarta Banyak Ilmu di Bincang Rabu (Banyu Biru) edisi bulan Agustus 2025 yang diselenggarakan pada Rabu 13 Agustus 2025, mengangkat tema yang sejalan dengan nilai perjuangan, kemerdekaan, dan kebangsaan.

Berbeda dengan pelaksanaan Banyu Biru sebelum-sebelumnya, kegiatan Banyu Biru kali ini diawali dengan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta. Taman Makam Pahlawan Kusumanegara terletak persis di seberang Gedung Keuangan Negara Yogyakarta.

Acara ziarah dimulai dengan pelaksanaan upacara yang dipimpin oleh Tuti Kurniyaningsih selaku Kepala KPKNL Yogyakarta. Upacara tersebut merupakan sebuah simbol penghormatan, terima kasih, dan doa kepada para pahlawan yang telah memberikan sumbangsih kepada Bangsa Indonesia.

Setelah upacara selesai, rombongan ziarah melanjutkan dengan prosesi tabur bunga ke makam para pahlawan. Beberapa nama besar pahlawan yang disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara antara lain, Jenderal Soedirman dan Ibu Alfiah (Istri Jenderal Soedirman), Jenderal Oerip Soemoharjo, Menteri Soepeno, Dr. Sardjito, Brigjen Katamso, dan Kolonel Sugiyono.

Selepas kegiatan ziarah, kegiatan Banyu Biru dilanjutkan di Ruang Rapat Lantai I KPKNL Yogyakarta dengan agenda pemaparan materi yang disampaikan oleh Tuti Kurniyaningsih, dengan tema paparan ‘Memelihara Nilai-Nilai Kebangsaan Demi Menjaga Aset Negara’. Pada kesempatan tersebut Tuti menyampaikan pesan kepada seluruh peserta yang hadir untuk meneladani semangat, pengorbanan, dan jiwa patriotisme para pahlawan dalam melaksanakan tugas serta keseharian. Ia juga menjabarkan mengenai dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara antara lain Pancasila, UUD 1945, serta Bhineka Tunggal Ika.

Pada akhir paparannya, Tuti memaparkan mengenai peran serta ASN sebagai Pemersatu dan Perekat Bangsa. Ia menegaskan bahwa ASN dituntut untuk mampu berperan secara pro aktif dalam menjaga persatuan Indonesia, baik di lingkungan kantor tempat ia bekerja maupun di tengah masyarakat tempat ia tinggal.

“Dalam kaitannya dengan persatuan dan kesatuan bangsa, ASN harus dapat menjadi teladan, antara lain dengan mengutamakan sikap toleransi, menghormati perbedaan dan kemajemukan, serta sikap setia dan taat pada Pancasila dan UUD 1945”, tegasnya.

Acara Banyu Biru edisi Agustus 2025 yang juga merupakan bagian dari Kegiatan Tim Pembinaan Mental dan Sinergi antar Generasi Bidang Ideologi, ditutup dengan pemutaran film dengan judul “Istimewa Untuk Bangsa”, dan diakhir acara dilaksanakan kuis yang diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. (ss)

Foto Terkait Berita

Floating Icon