FGD dan Evaluasi Kualitas Pelayanan Publik Inklusif dan Ramah Kelompok Rentan pada KPKNL Yogyakarta
Yusuf Eko Susilo
Selasa, 03 September 2024 |
244 kali
Yogyakarta – Kantor
Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta menyelenggarakan Focus
Group Discussion (FGD) dan Evaluasi Pelayanan Publik Inklusif dan Ramah
Kelompok Rentan pada KPKNL Yogyakarta (9/3) di Ruang Rapat KPKNL Yogyakarta
dengan mengundang Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogyakarta
dan perwakilan organisasi disabilitas serta kelompok rentan.
Kegiatan tersebut
dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan
pelayanan publik inklusif dan ramah kelompok rentan pada KPKNL Yogyakarta dan
sebagai tindak lanjut rekomendasi atas masukan hasil evaluasi dari Forum
Komunikasi Publik yang telah diadakan sebelumnya.
Kepala KPKNL Yogyakarta,
Tuti Kurniyaningsih, menyampaikan bahwa KPKNL Yogyakarta tengah ikut serta
dalam pelaksanaan pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik
inklusif dan ramah kelompok rentan Tahun 2024 oleh Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Menindaklanjuti hal tersebut, KPKNL
Yogyakarta telah menyiapkan sarana dan prasana serta fasilitas pendukung yang
ramah terhadap kelompok rentan.
“Kami mengundang Bapak dan
Ibu sekalian salah satunya untuk mereviu kualitas layanan inklusif dan ramah
kelompok rentan serta sarana dan prasarana yang telah ada, apakah sudah
terpenuhi/tersedia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Terang Tuti.
Dalam office tour,
Tim Kerja Persiapan Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik
Inklusif dan Ramah Kelompok Rentan KPKNL Yogyakarta bersama Dinsosnakertrans Kota
Yogyakarta dan perwakilan organisasi disabilitas serta kelompok rentan meninjau
fasilitas pendukung dan pelayanan ramah kelompok rentan yang ada di KPKNL
Yogyakarta.
KPKNL Yogyakarta telah
memenuhi aspek-aspek yang diperlukan dalam pelayanan inklusif dan ramah
kelompok rentan, antara lain:
1. Aspek kebijakan dan kepemimpinan
(komitmen pimpinan, keterlibatan dan partisipasi).
2. Aksesibilitas fisik (pengadaan jalur
pemandu, area parkir khusus, jalur landai, area prioritas, toilet disabilitas,
loket prioritas, ruang laktasi, area ramah anak, alat bantu mobilitas, alat
bantu komunikasi, ruang kesehatan, ruang tenang, panduan lift).
3. Aspek aksesibilitas informasi (informasi
pelayanan, rambu dan marka, website dan aplikasi seluler, media sosial, dan
layanan pengaduan).
4. Aspek akomodasi yang layak
(pendampingan, fleksibilitas jadwal, layanan jemput bola, antrean prioritas).
5. Aspek sumber daya manusia (pelatihan
sensitivitas disabilitas, etika).
Guna menunjang pelayanan
inklusif dan ramah kelompok rentan agar semakin optimal, KPKNL Yogyakarta
memiliki inovasi pelayanan, antara lain:
1. Surat Keputusan Layanan.
2. Temon (Tepat melayani secara online).
3. Ater-ater (Fasilitas antar jemput
khusus).
4. Jokteng Wetan (Pojok alat kelengkapan
kelompok rentan).
5. Tempel (layanan tanpa turun).
Dinsosnakertrans Kota
Yogyakarta dan perwakilan organisasi disabilitas serta kelompok rentan
memberikan tanggapan dan masukan positif atas fasilitas pendukung dan pelayanan
ramah kelompok rentan yang disediakan oleh KPKNL Yogyakarta.
“Fasilitasnya sudah bagus
dan tidak mengecewakan.” Ungkap perwakilan Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda
Lansia).
(Narasi&foto: Tim Humas
KPKNL Yogyakarta)
Foto Terkait Berita