Mengenal Basarnas, Garda Depan Pencarian dan Pertolongan
Yusuf Eko Susilo
Selasa, 05 Maret 2024 |
1739 kali
Yogyakarta - Bertempat di Ruang Rapat Lantai I Kantor
Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta, Banyak Ilmu di Bincang
Rabu (Banyu Biru) edisi Bulan Februari digelar pada Rabu (28/2) dengan tema
‘Pertolongan Kemanusiaan’. Narasumber pada tema kali ini adalah Aditya
Sumarsono, Rescuer Terampil pada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau
lebih dikenal dengan BASARNAS.
Acara dibuka dengan sambutan
dan pengarahan Kepala KPKNL Yogyakarta, Tuti Kurniyaningsih. Pada kesempatan
tersebut Tuti menyampaikan pesan agar kegiatan Banyu Biru dapat digunakan oleh
seluruh pegawai KPKNL Yogyakarta sebagai wadah menambah ilmu dan pengetahuan.
Ia juga berpesan agar kegiatan ini dapat menjalin sinergi, kolaborasi, dan
kerja sama yang baik antar KPKNL dengan Kementerian/Lembaga.
Narasumber Aditya Sumarsono
membuka pemaparan dengan menyampaikan sejarah organisasi Save And Rescue
(SAR) di Indonesia. Lembaga SAR di Indonesia telah mengalami beberapa kali
perubahan nama dari Pusat SAR Nasional (Pusarnas), Badan SAR Nasional
(Basarnas), kemudian terkahir berubah menjadi Badan Nasional Pencarian dan
Pertolongan. Untuk lebih mengenalkan lagi mengenai Lembaga ini, pria yang akrab
disapa Adit ini juga menyampaikan mengenai filosofi logo SAR Nasional. Satu hal
yang mencuri perhatian dari logo SAR Nasional adalah tulisan ‘Sansekerta Avignam
Jagat Samagram’. Menurutnya, kalimat tersebut diambil dari Bahasa Sansekerta
yang memiliki makna ‘Semoga Selamatlah Alam Semesta’.
Dalam paparannya, pria yang
telah mengantongi bermacam sertifikasi/pendidikan terkait keselamatan dan
pertolongan ini menjelaskan kondisi dan keadaan yang membutuhkan operasi
pencarian dan pertolongan. Kondisi dan keadaan tersebut yaitu, (1) Kecelakaan
kapal dan pesawat udara, (2) kecelakaan dengan penanganan khusus, (3) bencana
pada tahap tanggap darurat, dan (4) kondisi membahayakan manusia. Ia juga
menyampaikan bahwa operasi tersebut tidak menutup kemungkinan melibatkan pihak
lain seperti TNI, Kepolisian, BNPB, Pemerintah Daerah, serta pihak-pihak
lainnya yang dianggap dapat mempercepat serta membantu keberhasilan operasi.
Selain menyampaikan materi paparan, narasumber juga memberikan saran dan masukan terkait siaga bencana dan keselamatan gedung. Ia menyampaikan masukan agar pengelola gedung KPKNL Yogyakarta menambah papan/alat petunjuk terkait keselamatan bencana. Selain itu perlu juga diadakan pelatihan khusus siaga bencana bagi seluruh pegawai dan penghuni gedung. (Narasi&foto: Soni Sutejo)
Foto Terkait Berita