Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Yogyakarta
Mengenal Basarnas, Garda Depan Pencarian dan Pertolongan

Mengenal Basarnas, Garda Depan Pencarian dan Pertolongan

Yusuf Eko Susilo
Selasa, 05 Maret 2024 |   1740 kali

Yogyakarta - Bertempat di Ruang Rapat Lantai I Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta, Banyak Ilmu di Bincang Rabu (Banyu Biru) edisi Bulan Februari digelar pada Rabu (28/2) dengan tema ‘Pertolongan Kemanusiaan’. Narasumber pada tema kali ini adalah Aditya Sumarsono, Rescuer Terampil pada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau lebih dikenal dengan BASARNAS.

Acara dibuka dengan sambutan dan pengarahan Kepala KPKNL Yogyakarta, Tuti Kurniyaningsih. Pada kesempatan tersebut Tuti menyampaikan pesan agar kegiatan Banyu Biru dapat digunakan oleh seluruh pegawai KPKNL Yogyakarta sebagai wadah menambah ilmu dan pengetahuan. Ia juga berpesan agar kegiatan ini dapat menjalin sinergi, kolaborasi, dan kerja sama yang baik antar KPKNL dengan Kementerian/Lembaga.

Narasumber Aditya Sumarsono membuka pemaparan dengan menyampaikan sejarah organisasi Save And Rescue (SAR) di Indonesia. Lembaga SAR di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan nama dari Pusat SAR Nasional (Pusarnas), Badan SAR Nasional (Basarnas), kemudian terkahir berubah menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Untuk lebih mengenalkan lagi mengenai Lembaga ini, pria yang akrab disapa Adit ini juga menyampaikan mengenai filosofi logo SAR Nasional. Satu hal yang mencuri perhatian dari logo SAR Nasional adalah tulisan ‘Sansekerta Avignam Jagat Samagram’. Menurutnya, kalimat tersebut diambil dari Bahasa Sansekerta yang memiliki makna ‘Semoga Selamatlah Alam Semesta’.

Dalam paparannya, pria yang telah mengantongi bermacam sertifikasi/pendidikan terkait keselamatan dan pertolongan ini menjelaskan kondisi dan keadaan yang membutuhkan operasi pencarian dan pertolongan. Kondisi dan keadaan tersebut yaitu, (1) Kecelakaan kapal dan pesawat udara, (2) kecelakaan dengan penanganan khusus, (3) bencana pada tahap tanggap darurat, dan (4) kondisi membahayakan manusia. Ia juga menyampaikan bahwa operasi tersebut tidak menutup kemungkinan melibatkan pihak lain seperti TNI, Kepolisian, BNPB, Pemerintah Daerah, serta pihak-pihak lainnya yang dianggap dapat mempercepat serta membantu keberhasilan operasi.

Selain menyampaikan materi paparan, narasumber juga memberikan saran dan masukan terkait siaga bencana dan keselamatan gedung. Ia menyampaikan masukan agar pengelola gedung KPKNL Yogyakarta menambah papan/alat petunjuk terkait keselamatan bencana. Selain itu perlu juga diadakan pelatihan khusus siaga bencana bagi seluruh pegawai dan penghuni gedung. (Narasi&foto: Soni Sutejo)

Foto Terkait Berita

Floating Icon