Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Yogyakarta
Banyu Biru : Mengulik Sekilas Saham dan Reksa Dana

Banyu Biru : Mengulik Sekilas Saham dan Reksa Dana

Arifin Nurhartanto
Kamis, 22 September 2022 |   483 kali

Yogyakarta – Kenali investasi yang akan kita pilih, jangka pendek atau jangka panjang. Itulah sekilas materi yang disampaikan oleh Trainer Bursa Efek Indonesia Perwakilan Yogyakarta Agnes Sindhunita Kusumastuti pada acara Banyak Ilmu di Bincang Rabu (Banyu Biru), Rabu (21/9). Acara yang diikuti oleh para penggawa Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta tersebut mengangkat tema “Cara Memulai Investasi Saham dan Reksa Dana” digelar di Selasar Café KNL.

Agnes, panggilan akrabnya, menjelaskan materi seputar pengertian saham, reksa dana, obligasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga cara memilih saham blue chip,  baik dari sisi sebagai investor maupun sebagai trader. “ Investasi saham dikenal masyarakat awam sebagai judi, gambling, padahal bila sudah tahu ilmunya, masyarakat akan memperoleh banyak manfaatnya, termasuk jaminan di hari tua,” jelasnya.

“Mari berpikir sejenak, uang kita akan diinvestasikan ke mana? Apakah ke deposito, emas, properti, tanah, saham, obligasi, reksa dana, atau ETF? Semua ada poin plus minusnya,” tambahnya.

Agnes juga menjelaskan perbedaan saham dengan reksa dana. Untuk saham, uang kita dikelola oleh investor sendiri, minimum pembelian 1 lot atau 100 lembar, dan menggunakan harga real time, sedangkan reksa dana, dikelola oleh manajer investasi, minimum pembelian 1 unit penyertaan, dan menggunakan harga akhir hari. “High risk, high return. Bagi bapak ibu yang suka tantangan, ada baiknya berinvestasi di saham, karena peluang memperoleh keuntungan lebih besar daripada reksa dana,” ungkap alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada tersebut.

Sebelumnya, acara dibuka oleh Kepala KPKNL Yogyakarta Jati Wiryawan, yang mengajak para penggawa untuk melek saham dan reksa dana sebagai bagian dari upaya meminimalisir risiko keuangan. “Diversifikasi risiko keuangan perlu dilakukan. Salah satu caranya dengan menempatkan uang kita dalam bentuk saham atau reksa dana. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” ujar Jati.

Selain Agnes, materi lainnya disampaikan oleh Analisis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Rizky.

Rizky menjelaskan seputar langkah awal sebagai pemula dalam bermain saham menggunakan aplikasi IPOT, seperti cara mendaftar akun, pembuatan rekening investasi, pemilhan saham berdasarkan profil perusahaan, fundamental, cara jual-beli saham, candlestick anatomy, dan lainnya. “ Investasi tidak harus mahal, cukup bermodalkan uang seratus ribu rupiah, kita sudah bisa terjun ke dunia saham dan merasakan sensasinya,” ajak Rizky.

Acara berlangsung menarik dengan adanya sesi testimoni dari penggawa yang berkecimpung di dunia saham dan reksa dana, yaitu Nuni Budi Prastiwi dan Suprobowati, yang berbagi kisah suka duka berinvestasi. Selain itu, maraknya pertanyaan seputar saham dan reksa dana menambah hidup suasana.  Ada pertanyaan mengenai status saham apakah bisa diwariskan, adakah bursa efek untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, bagaimana cara memilih saham blue chip, dan lain-lain. (Tulisan/Foto : Arifin)

Foto Terkait Berita

Floating Icon