Optimalisasi BMN, KPKNL Ternate Dukung Pemanfaatan Lahan untuk Ketahanan Pangan
Heru Gunawan
Senin, 21 September 2026 |
31 kali
Ternate
– Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ternate terus
mendorong optimalisasi Barang Milik Negara (BMN) agar dapat memberikan manfaat
ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut
diwujudkan melalui pemanfaatan lahan milik LPP Radio Republik Indonesia (RRI)
Stasiun Ternate di Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate, sebagai lahan pertanian
hortikultura masyarakat.
Upaya optimalisasi aset tersebut ditandai dengan
pelaksanaan Penyerahan
Dukungan Sarana dan Prasarana Pertanian serta Penguatan Kolaborasi Optimalisasi
BMN/D dalam rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan Maluku Utara,
Kamis (17/9). Kegiatan yang berlangsung di lahan Pemancar LPP RRI Stasiun
Ternate tersebut sekaligus dirangkaikan dengan kunjungan lapangan dalam rangka evaluasi
Lapangan Inovasi Manajemen Aset DJKN Tahun 2025/2026.
Lahan yang sebelumnya merupakan lahan terbuka
dan belum dimanfaatkan secara optimal tersebut kini telah dimanfaatkan untuk
kegiatan pertanian hortikultura. Melalui koordinasi dan sinergi antara KPKNL
Ternate, LPP RRI Stasiun Ternate, pemerintah daerah, serta masyarakat, sebagian
lahan dengan luas 18.163 m² telah dimanfaatkan oleh 27 petani mitra
untuk membudidayakan berbagai komoditas hortikultura.
Kepala KPKNL Ternate, Umardani Yusuf
Wahyudi, menyampaikan bahwa optimalisasi BMN tidak hanya
berorientasi pada aspek pengelolaan aset, tetapi juga diarahkan agar aset
negara dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu
contoh bagaimana BMN yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat
dikembangkan menjadi aset produktif yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat
sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Dalam pelaksanaannya, KPKNL Ternate juga
membuka ruang kolaborasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara dan Dinas
Pertanian Kota Ternate untuk mendukung keberlanjutan
pengembangan kegiatan pertanian di lahan tersebut. Dukungan dilakukan melalui
penyediaan sarana dan prasarana pertanian serta pembinaan dan pendampingan
teknis sesuai dengan kewenangan dan program masing-masing pihak.
Kegiatan tersebut turut menjadi momentum untuk
meninjau perkembangan inovasi manajemen aset yang telah dilaksanakan sekaligus
mengevaluasi potensi pengembangannya. Selain itu, penguatan kolaborasi
diharapkan dapat mendorong replikasi best practice optimalisasi aset
negara, baik BMN maupun Barang Milik Daerah (BMD), di wilayah Maluku Utara.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola/pengguna barang, perguruan tinggi, dan masyarakat, optimalisasi aset diharapkan tidak berhenti pada pemanfaatan satu lokasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi model kolaborasi yang memberikan dampak lebih luas.
Foto Terkait Berita