Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Ternate
Torang Pe APBN Edisi Maret 2025: Tetap Kuat Menyambut Bulan Ramadan 1446 H

Torang Pe APBN Edisi Maret 2025: Tetap Kuat Menyambut Bulan Ramadan 1446 H

Dimas Aulia Tanaya
Kamis, 27 Maret 2025 |   254 kali

Pada Senin 24 Maret 2025, bertempat di Aula Gamalama, Kantor Wilayah DJPb Provinsi Maluku Utara, diadakan agenda media briefing Torang Pe APBN Edisi Maret 2025 yang diikuti oleh perwakilan Kementerian Keuangan provinsi Maluku Utara dan juga beberapa orang dari media massa setempat.

Acara dibuka dan dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Tunas Agung Jiwa Brata. Pada pemaparannya, Tunas Agung menjelaskan kondisi perekonomian global terutama di Amerika Serikat terkait Kebijakan Tarif baru yang ditetapkan oleh President Donald Trump atas barang impor dari Kanada, Meksiko dan China yang kemungkinan memicu perang dagang yang berpotensi berpengaruh bagi Indonesia. Di level domestik, terlihat bahwa pada bulan Februari 2025, terjadi deflasi 0,99% (yoy), sebagai dampak temporer program diskon listrik. Harga pangan masih terkendali terutama dalam menghadapi bulan Ramadan, dan indeks PMI mengalami kenaikan dari periode sebelumnya ke angka 53,6. Kinerja APBN s.d. Februari 2025 masih selaras dengan target (UU No. 62 Tahun 2024) dimana pendapatan negara mencapai Rp316,9 T atau 10,5?ri target APBN, Belanja Negara di angka Rp348,1 T atau 9,6?ri pagu APBN.

Provinsi Maluku Utara secara fiskal menunjukkan kinerja yang positif, hal ini bisa dilhat dari Realisasi Pendapatan APBN yang mencapai Rp122,14 miliar atau 11,08?ri pagu, dan mengalami pertumbuhan sebesar 40,94% (yoy). Realisasi belanja APBN Provinsi Maluku utara mencapai Rp1.964,01 M atau 11,16?ri total pagu dan mengalami penurunan sebanyak 19,55% (yoy), penurunan ini salah satunya disebabkan oleh kebijakan efisiensi yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat.

Dari segi penerimaan terdapat peningkatan dari penerimaan PPh Non-Migas. Sedangkan, BPP mengalami kontraksi sebesar 41,16% (yoy) sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran. Penerimaan PPh mendominasi, dipengaruhi peningkatan PPh pasal 25/.29 Badan dan PPh Pasal 23. PPN DN menjadi penyumbang terbesar penerimaan DN, sebesar 25,13%. Transportasi dan Pergudangan menjadi sektro penyumbang pajak dalam negeri terbesar dengan kontribusi 43,03%. Pajak Perdaganan Internasional disumbang Bea dan Cukai: Rp98,85 M, pertumbuhan disebabkan peningkatan realisasi impor barang modal, khususnya untuk keperluan pengolahan ikel, serta bahan baku, mineral pembangkit listrik tenaga panas bumi. PNBP Lainnya terrealisasi sebesar Rp60,82 M, tumuh 6,40% (yoy) dengan komponen penyumbang terbesar berada di P. Jasa Kepelabuhanan Rp13,32 M, P. Izin Keimigrasian dan Izin Masuk Kembali Rp11,63 dan sebagian PNBP berasal dari penerimaan KPKNL Ternate yaitu PNBP dari Aset BMN sebanyak Rp1,66 M, PNBP dari Piutang Negara Rp8,35 juta, dan PNBP dari Layanan Lelang.

Beralih ke Analisis Fiskal APBD, Tunas Agung mengatakan bahwa pendapatan APBD s.d. Februari 2025 mencapai Rp1.742,77 miliar atau 11,59?ri pagu yang didominasi oleh komponen dana transfer. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp143,28 M atau 12,23?ri pagu, mengalami pertumbuhan sebesar 6,50% (yoy) yang didorong oleh retribusi. Dari total realisasi Belanja Daerah sebesar Rp748,13 miliar, telah digunakan untuk pembayaran Gaji dan Tunjangan ASN, Belanja Barang, Belanja Jasa, Belanja Modal Bangunan Air dan Belanja Modal Alat Kedokteran dan Kesehatan.

Neraca perdaganan di Maluku Utara sampai dengan Februari 2025 mengalami tren surplus sebesar USD 534,30 juta. Ekspor bulan Februari 2025 tercatat sebesar USD 837,94 juta yang didominasi oleh komoditas ferronickel. Selain ferronickel, ekspor Maluku Utara berasal dari oksida nikel, nikel matte, bijih besi, hasil perikanan, serta hasil perkebunan. Impor bulan Februari 2025 tercatat sebesar USD 303,64 juta yang sebagian besar berasal dari belerang, bijih nikel, mesin-mesin untuk pengolah nikel, serta bahan baku mineral pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Beralih ke isu tematik yang ada di Provinsi Maluku Utara, Tunas Agung menyampaikan bahwa terdapat kenaikan harga cabai rawit merah menjelang bulan ramadan. Harga cabai rawit merah pada minggu keempat bulan Februari 2025 mencapai Rp84.484/kg. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir berdampak pada penurunan produksi. Ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan cabai dari luar daerah, khususnya dari Manado. Tingginya permintaan terhadap cabai rawit merah menjelang bulan Ramadan tanpa diiringi persediaan yang memadai akibat menurunnya pasokan cabai dari luar wilayah (Surabaya dan Manado). Harga tinggi tersebut cukup mengkhawatirkan karena rata-rata harga cabai di Maluku Utara lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Kesimpulan dari media briefing kali ini sekaligus menutup kegiatan media briefing Torang Pe APBN edisi Maret 2025, menurut Tunas Agung secara umum, kinerja perkonomian Provinsi Maluku Utara masih tumbuh dan kuat sampai dengan Desember 2024. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya penerimaan dan juga neraca perdaganan yang mengalami surplus, meskipun ada hal yang tidak diinginkan terjadi seperti naiknya harga cabai rawit merah menjelang bulan Ramadan yang melebihi rata—rata harga nasional cabai rawit merah, hal ini diharapkan tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara untuk kedepannya. 

Foto Terkait Berita

Floating Icon