Perekonomian Indonesia Tumbuh Kuat dan Stabil Sepanjang 2024
Dimas Aulia Tanaya
Jum'at, 21 Februari 2025 |
283 kali
Jakarta, 5 Februari 2025 –
Meskipun dihadapkan dengan tantangan global maupun domestik yang tinggi,
perekonomian Indonesia membukukan pertumbuhan yang kuat dan stabil. Pada
kuartal IV tahun 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% atau 5,03% untuk
keseluruhan tahun 2024. Capaian ini didorong oleh peningkatan aktivitas
investasi dan manufaktur, serta didukung permintaan domestik yang terjaga dan
permintaan global yang mulai pulih. “Tahun 2024 merupakan tahun yang penuh
tantangan dan dinamika, baik dari sisi global maupun domestik. Namun, berkat
kerja keras, sinergi yang solid, dan peran strategis APBN sebagai instrumen
dalam mengawal perekonomian Indonesia, kita mampu menjaga stabilitas dan
pertumbuhan hingga akhir tahun 2024,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Indrawati.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98% pada kuartal IV
2024, secara keseluruhan mencapai 4,94% sepanjang tahun. Terjaganya konsumsi
masyarakat didukung oleh inflasi yang terkendali serta peningkatan mobilitas
masyarakat. Peningkatan ini tercermin dari kenaikan okupansi hotel dan jumlah
penumpang di berbagai moda transportasi. APBN menjaga daya beli masyarakat
antara lain melalui belanja bantuan sosial bagi kelompok berpenghasilan rendah
serta penguatan distribusi pasokan pangan untuk stabilitas harga. Selain itu,
penciptaan lapangan kerja baru yang mencapai 4,79 juta di tahun 2024 turut
mendorong konsumsi masyarakat. Sementara itu, konsumsi Lembaga Non-Profit yang
Melayani Rumah Tangga (LNPRT) pada kuartal IV 2024 tumbuh 6,06?n 12,48%
sepanjang tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh aktivitas terkait
penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak 2024, serta berbagai ajang
olahraga.
Sepanjang tahun 2024, konsumsi Pemerintah tumbuh 6,61?ngan pertumbuhan
4,17% pada triwulan IV. Kinerja yang sangat baik tersebut tercermin dari peran
belanja negara yang semakin optimal sebagai shock absorber untuk menjaga
konsumsi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda
pembangunan. Realisasi belanja negara tersebut memberikan multiplier effect bagi
perekonomian, baik terhadap aktivitas dunia usaha maupun konsumsi masyarakat
melalui kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan perlinsos.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (investasi) tercatat tumbuh 5,03% pada
triwulan IV dan 4,61% sepanjang tahun 2024. Kinerja pertumbuhan ini melanjutkan
tren penguatan yang konsisten dalam kurun empat tahun terakhir. Stabilitas
ekonomi-politik serta dukungan kebijakan fiskal dan moneter, mampu meningkatkan
kepercayaan investor dan realisasi investasi di berbagai sektor, termasuk
hilirisasi. Hal ini terlihat dari realisasi PMA dan PMDN yang tumbuh 20,82?ngan total nilai Rp1.714 T, lebih dari target yang ditetapkan. Pertumbuhan
impor barang modal dan bahan baku juga memberi indikasi kinerja manufaktur yang
terjaga. Melalui APBN, Pemerintah turut mendorong investasi dengan meningkatkan
belanja modal untuk konstruksi serta pembangunan infrastruktur konektivitas,
bendungan, kawasan industri dan pariwisata.
Kinerja Ekspor pada kuartal IV tumbuh 7,63?n secara tahunan tumbuh
6,51%. Pertumbuhan positif ekspor tahun 2024 ditopang oleh meningkatnya ekspor
barang dan ekspor jasa. Peningkatan ekspor barang terutama didorong oleh
peningkatan ekspor komoditas besi baja dan bahan bakar mineral yang secara
volume tumbuh masing-masing 17,8?n 7,8%. Di sisi lain, pertumbuhan ekspor
jasa ditopang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang
tumbuh 19,05%. Di sisi lain, impor barang masih terkontraksi sebesar 10,36 %
pada kuartal IV dan sebesar 7,95 % secara tahunan.
Sektor Manufaktur pada kuartal IV 2024 tumbuh 4,89?n 4,43% sepanjang
tahun 2024. Permintaan domestik maupun global yang tetap kuat menjadi penopang
pertumbuhan, terutama pada subsektor industri logam dasar, elektronik, dan
makan minum. Sejalan dengan pertumbuhan sektor manufaktur, sektor perdagangan
tumbuh 5,19% pada kuartal IV atau tumbuh 4,86% sepanjang tahun 2024.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas produksi.
Sektor-sektor terkait mobilitas masyarakat mencatat pertumbuhan signifikan
sepanjang tahun 2024. Sektor transportasi tumbuh 7,92% pada kuartal IV dan
mencapai 8,69% sepanjang tahun 2024. Sejalan dengan itu, sektor Akomodasi dan
Makan Minum juga tumbuh tinggi, sebesar 6,61% pada kuartal IV dan 8,56% di
sepanjang tahun 2024. Momentum ini didorong oleh penyelenggaraan event nasional
dan internasional serta perbaikan infrastruktur pendukung pariwisata yang
meningkatkan arus wisatawan baik dari domestik dan mancanegara.
Sektor primer mengalami moderasi, baik dari sektor pertanian maupun sektor
pertambangan. Sektor pertanian tumbuh 0,71% pada kuartal IV atau 0,67% untuk
keseluruhan tahun 2024. Pelemahan kinerja sektor pertanian ini disebabkan
penurunan produksi padi dan kelapa sawit. Namun demikian, kinerja sektor
pertanian diperkirakan akan meningkat seiring dengan kebijakan swasembada
pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, sektor
pertambangan juga tumbuh moderat sebesar 3,95% pada kuartal IV atau 4,90% untuk
tahun 2024. Moderasi harga komoditas menjadi salah satu faktor perlambatan
pertumbuhan sektor pertambangan.
Secara spasial, seluruh wilayah tumbuh positif sepanjang tahun 2024.
Wilayah Jawa dan Sumatera tetap menjadi kontributor utama penopang pertumbuhan
ekonomi dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 4,92?n 4,45%. Aktivitas
manufaktur, perdagangan, dan pembangunan konsisten menopang pertumbuhan ekonomi
di wilayah Jawa dan Sumatera. Sementara itu, aktivitas hilirisasi menopang
pertumbuhan tinggi di wilayah Timur Indonesia. Wilayah Maluku-Papua dan
Sulawesi tumbuh tinggi masing-masing sebesar 7,81?n 6,18%. Pembangunan
infrastruktur dasar dan penunjang menjadi pendorong aktivitas konstruksi di
Kalimantan sehingga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,52%. Aktivitas pariwisata
tumbuh kuat mampu menopang pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusa
Tenggara tumbuh sebesar 5,04%.
Kinerja perekonomian nasional yang resilien tidak terlepas dari kerja keras
APBN. APBN terus dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui
keberpihakan program perlindungan sosial (Perlinsos), mendukung perekonomian
nasional, serta melaksanakan agenda pembangunan nasional. Guna menjaga daya
beli masyarakat, Pemerintah akan terus memperkuat program Perlinsos, seperti
PKH, Kartu Sembako, serta Subsidi dan Kompensasi. Peningkatan kapasitas UMKM
akan dilakukan melalui program KUR dan fasilitas perpajakan. Sementara, upaya
untuk menjaga stabilitas harga akan dilakukan melalui stabilisasi harga pangan
(SPHP).
Ke depan, peran APBN sebagai shock absorber akan terus dioptimalkan
melalui berbagai strategi kebijakan Pemerintah. Keberlanjutan upaya penguatan
fundamental ekonomi terus dilakukan, antara lain melalui transformasi ekonomi,
penguatan ketahanan pangan, pengembangan energi terbarukan, hilirisasi, peningkatan
produktivitas tenaga kerja, serta perbaikan iklim investasi dan bisnis.
Pemerintah juga terus memperkuat kolaborasi, koordinasi, dan sinergi untuk
mengoptimalkan dampak kebijakan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,
melalui kolaborasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.
Sumber:
Siaran Pers Kementerian Keuangan
Kemenkeu.go.id