Perkuat Pemahaman Generasi Muda tentang Aset Negara, KPKNL Tarakan Gelar “DJKN Goes to Campus” di Universitas Borneo Tarakan
Sigit Luhur Pambudi
Rabu, 20 Mei 2026 |
21 kali
Tarakan, 20
Mei 2026 - Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tarakan kembali
menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi generasi muda melalui kegiatan "DJKN
Goes to Campus" yang diselenggarakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
(FEB), Universitas Borneo Tarakan (UBT). Kegiatan ini bertujuan untuk
memperkenalkan peran strategis Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dalam
menjaga dan mengoptimalkan aset negara demi kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan
kekayaan negara di wilayah kerja KPKNL Tarakan yaitu satu Provinsi Kalimantan Utara mencakup 183 Satuan Kerja
dengan total nilai aset Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola mencapai Rp66
triliun. Aset-aset ini, yang meliputi tanah, gedung perkantoran, hingga
infrastruktur publik, merupakan pilar utama dalam mendukung pembangunan
nasional dan pelayanan publik di Kalimantan Utara.
Ahmad
Elazar, Kepala KPKNL Tarakan, dalam pidatonya menekankan bahwa aset negara
harus dikelola dengan prinsip profesionalisme agar dampaknya dapat dirasakan
langsung oleh rakyat. Beliau menyatakan:
"Aset
negara merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan
pembangunan, mulai dari gedung perkantoran pemerintah, tanah negara, jalan,
pelabuhan, hingga berbagai sarana dan prasarana lainnya yang berasal dari APBN.
Oleh karena itu, pengelolaan kekayaan negara harus dilakukan secara
profesional, tertib, dan bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat yang
optimal bagi negara dan masyarakat."
Sejalan
dengan hal tersebut, Dekan FEB UBT, Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E.,
M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPKNL
Tarakan. Beliau menegaskan bahwa pemahaman mengenai aset negara sangat relevan
bagi mahasiswa untuk membentuk karakter yang memiliki tanggung jawab terhadap
kekayaan publik. Menurutnya, aset negara adalah wujud kekayaan publik yang
diamanahkan kepada pemerintah, sehingga pengelolaan yang baik menjadi indikator
tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
Kegiatan
ini diisi dengan pemaparan materi dengan dua tema utama yaitu Pengelolaan Kekayaan
Negara dan Lelang. Chusaeri, Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara, dalam
paparannya menjelaskan mengenai peran strategis BMN sebagai social optimizer,
di mana aset negara tidak hanya mengejar profit, tetapi dioptimalkan untuk
kemakmuran rakyat melalui berbagai skema pemanfaatan. Selain itu, Christina
Dewi, Pejabat Lelang Ahli Muda KPKNL Tarakan memberikan edukasi mengenai
mekanisme lelang yang kini telah bertransformasi ke arah digital melalui portal
lelang.go.id yang transparan dan akuntabel.
Kegiatan DJKN Goes To Campus menjadi sangat relevan bagi kalangan mahasiswa karena para peserta merupakan generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin, pengambil kebijakan, akademisi, maupun profesional di berbagai bidang strategis. Di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel, mahasiswa perlu memperoleh pemahaman sejak dini mengenai pengelolaan aset negara, peran kekayaan negara dalam pembangunan, serta mekanisme lelang yang terbuka dan berintegritas. Pemahaman tersebut tidak hanya memperluas wawasan akademis, tetapi juga membangun kesadaran bahwa aset negara merupakan sumber daya publik yang harus dikelola secara optimal demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Acara ini
menjadi lebih interaktif setelah para mahasiswa perwakilan dari FEB UBT
mengajukan pertanyaan kritis tentang pengelolaan kekayaan negara dan prosedur
lelang kepada para narasumber.
Acara
ditutup dengan simulasi lelang interaktif yang diikuti dengan antusias oleh
para mahasiswa. Melalui edukasi ini, diharapkan mahasiswa sebagai calon
pemimpin masa depan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga aset negara demi
mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
(Seksi Hukum dan Informasi)
Foto Terkait Berita