Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Tarakan
Cara Terbaik Menghadapi Ancaman Serangan Siber

Cara Terbaik Menghadapi Ancaman Serangan Siber

Rio Kurniawan
Kamis, 27 November 2025 |   721 kali

Di era di mana data adalah aset paling berharga, keamanan data tidak lagi sekadar opsi, melainkan pondasi utama keberlangsungan bisnis. Dari ransomware yang melumpuhkan sistem hingga kebocoran data sensitif, ancaman siber kini semakin canggih dan agresif. Kegagalan dalam menjaga keamanan data dapat berujung pada konsekuensi yang fatal, bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga kerusakan reputasi jangka panjang. 

Berikut ini adalah  beberapa cara agar data tetap aman dari serangan siber

  1. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik pada akun
    Kata sandi berfungsi sebagai garis pertahanan utama dalam melindungi akun dan data pribadi dari akses yang tidak sah. Namun, masih banyak pengguna yang membuat kata sandi yang mudah ditebak, seperti nama anggota keluarga atau tanggal lahir. Oleh karena itu, pastikan untuk menggunakan kata sandi yang terdiri dari kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Selain itu, hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai akun.

  2. Aktifkan Autentikasi Multi-Faktor
    Autentikasi Multi-Faktor adalah sebuah metode keamanan yang memerlukan lebih dari satu bentuk verifikasi untuk masuk ke akun atau sistem. Fungsi dari Autentikasi Multi-Faktor untuk meningkatkan keamanan akun dengan cara menambahkan lapisan perlindungan ekstra selain kata sandi. Cara kerja Autentikasi Multi-Faktor yaitu setelah memasukkan kata sandi, penguna diminta memberikan bentuk verifikasi lain, misalnya memasukkan kode dari aplikasi otentikator (seperti Google Authenticator), sidik jari, atau kode yang dikirim ke ponsel.

  3. Waspada Saat Memilih dan Menggunakan Wifi Publik
    Menggunakan Wifi publik pertama yang perlu diperhatikan adalah waspada saat akan memilih jaringan Wifi publik. Akses Wifi publik yang mudah memang sangat membantu saat memiliki pekerjaan yang mendesak di tempat umum. Namun, bagaimanapun jaringan Wifi publik tetap menyimpan kerentanan risiko keamanan internet terhadap pencurian data pribadi.Dengan sejumlah risiko yang tersimpan dari penggunaan Wifi publik, maka tetap perlu berhati-hati sekalipun menggunakan jaringan Wifi publik yang dianggap aman. Sebagian besar jaringan Wifi publik biasanya tidak mengandalkan enkripsi data yang kuat sehingga sangat rentan untuk disadap oleh pelaku kejahatan siber. Untuk mengatasi hal itu, yang bisa dilakukan adalah menghindari akses data pribadi saat menggunakan Wifi publik. Ada baiknya sebisa mungkin untuk tidak mengakses data-data pribadi yang sangat penting. Mengakses data pribadi, sebaiknya kamu beralih menggunakan data seluler.

  4. Selalu Perbarui Perangkat dan Aplikasi
    Pembaruan perangkat lunak, baik untuk sistem operasi atau aplikasi yang digunakan penting untuk meningkatkan keamanan, melindungi dari malware dan peretasan, memperbaiki bug dan masalah kinerja, serta menambahkan fitur-fitur baru. Pembaruan juga memastikan kompatibilitas dengan aplikasi lain dan dapat membantu memperpanjang usia perangkat Anda.

  5. Tidak Mengunduh dan menginstal perangkat lunak dari sumber tidak resmi
    Mengunduh dan menginstal perangkat lunak dari sumber tidak resmi sangat tidak disarankan karena risiko keamanan tinggi seperti malware dan virus. Sumber tidak resmi sering kali berisi perangkat lunak berbahaya yang dapat mencuri data, merusak sistem, atau membuat perangkat tidak berfungsi dengan baik.

  6. Tidak mengklik tautan dari email atau pesan yang mencurigakan (Phishing)
    Phishing adalah suatu bentuk penipuan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi pribadi dan sensitif seseorang, seperti user ID, password, PIN, dan data lainnya, dengan cara menyamar sebagai individu atau organisasi yang berwenang. Metode ini sering dilakukan melalui email, pesan teks, atau media elektronik lainnya.
    Ciri-ciri Umum Pesan Phishing
    • Alamat Pengirim Mencurigakan: Alamat email atau domain yang sedikit berbeda dari aslinya
    • Tata Bahasa Buruk: Pesan sering kali mengandung kesalahan ejaan atau tata bahasa yang janggal.
    • Permintaan Informasi Sensitif: Institusi resmi tidak akan pernah meminta Anda memasukkan kata sandi, PIN, atau kode OTP melalui email atau pesan teks.
    • Tautan yang Tidak Sesuai: Arahkan kursor  ke tautan (tapi jangan diklik). Lihat alamat URL yang muncul di bagian bawah browser atau layar ponsel. Jika alamatnya tidak sesuai maka itu adalah phishing.

  7. Back-up Data Secara Rutin
    Melakukan backup-up data secara berkala adalah cara yang efektif untuk melindungi informasi penting. Jika data hilang atau terkena serangan ransomware,  masih memiliki salinan cadangan yang dapat dipulihkan.

    Memperlakukan keamanan data sebagai prioritas utama berarti menggeser pandangan dari reaktif (menunggu serangan terjadi) menjadi proaktif (membangun pertahanan berlapis). Bagi individu, ini berarti menerapkan langkah-langkah dasar seperti menggunakan kata sandi yang kuat dan MFA. Bagi perusahaan, ini berarti menanamkan budaya keamanan data.

            Penulis : Rio Kurniawan - Seksi Hukum dan Informasi
Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon