Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Sorong
Kemenkeu Satu Sorong Perkuat Sinergi melalui Simulasi Penanggulangan Kebakaran

Kemenkeu Satu Sorong Perkuat Sinergi melalui Simulasi Penanggulangan Kebakaran

Farha Aunirrohman
Senin, 27 April 2026 |   13 kali

Sorong (24/04) – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi, telah dilaksanakan kegiatan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan kerja Gedung Keuangan Negara (GKN) Sorong pada Jumat, 24 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kemenkeu Satu Sorong yang terdiri dari KPKNL Sorong, KPPN Sorong, Kantor PSO Bea Cukai Tipe B Sorong, serta Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Papua. Simulasi dilaksanakan di Ruang Rapat Kasuari, Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Papua, dengan melibatkan perwakilan dari Servvo Fire Indonesia Sorong sebagai narasumber.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai sistem proteksi kebakaran di lingkungan perkantoran. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai perangkat yang diperlukan dalam suatu gedung untuk mitigasi kebakaran, seperti alarm kebakaran, hydrant, sprinkler, dan APAR sebagai alat pemadam awal.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait jenis-jenis APAR sesuai dengan kegunaannya, antara lain:

  • APAR Air (Water) untuk kebakaran kelas A (bahan padat seperti kayu, kertas)

  • APAR Busa (Foam) untuk kebakaran kelas A dan B (cairan mudah terbakar)

  • APAR Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder) untuk kebakaran kelas A, B, dan C (termasuk listrik)

  • APAR Karbon Dioksida (CO₂) untuk kebakaran listrik dan cairan mudah terbakar

  • APAR Clean Agent yang aman digunakan pada peralatan elektronik sensitif

Materi juga mencakup tindakan pertama saat terjadi kebakaran, termasuk pentingnya tetap tenang, segera mengaktifkan alarm, melakukan evakuasi sesuai jalur yang telah ditentukan, serta penggunaan APAR secara tepat.

Dalam sesi ini juga dijelaskan pembagian tugas dan peran saat terjadi insiden kebakaran yang dibedakan berdasarkan warna helm keselamatan (safety helmet), yaitu:

  • Helm Merah: Bertugas sebagai tim pemadam awal (fire fighting team) yang bertanggung jawab melakukan pemadaman api menggunakan APAR atau peralatan lain sebelum api membesar.

  • Helm Biru: Berperan sebagai tim evakuasi yang mengarahkan pegawai dan pengunjung menuju titik kumpul (assembly point) dengan aman dan tertib.

  • Helm Kuning: Bertugas sebagai tim pengaman area yang memastikan lokasi kejadian steril, mencegah orang yang tidak berkepentingan mendekat, serta membantu kelancaran proses evakuasi.

  • Helm Putih: Berperan sebagai koordinator atau penanggung jawab yang mengambil keputusan, mengoordinasikan seluruh tim, serta berkomunikasi dengan pihak eksternal seperti pemadam kebakaran.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan APAR di dalam ruangan sebagai pengenalan awal teknik pemadaman api. Peserta kemudian mengikuti simulasi lanjutan di lapangan, di mana mereka mempraktikkan langsung cara menggunakan APAR untuk memadamkan api secara aman dan efektif.

Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pegawai dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat sinergi antarunit Kemenkeu Satu di Sorong. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, tanggap, dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai potensi risiko.

Dengan adanya kegiatan ini, Kemenkeu Satu Sorong menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja sekaligus memperkuat kerja sama lintas instansi demi pelayanan yang optimal dan berkelanjutan.

Foto Terkait Berita

Floating Icon