Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Sorong
Bandara Siboru Fakfak: Infrastruktur Strategis untuk Mendorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat

Bandara Siboru Fakfak: Infrastruktur Strategis untuk Mendorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat

Aan Eko Ruswanto
Minggu, 06 September 2026 |   105 kali

Pendahuluan

Bandara Siboru merupakan salah satu proyek infrastruktur transportasi udara paling strategis di Provinsi Papua Barat. Bandara yang berlokasi di Kampung Siboru, Distrik Wartutin, Kabupaten Fakfak ini dibangun untuk menggantikan Bandara Torea yang dinilai sudah tidak mampu lagi mendukung kebutuhan transportasi udara masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah. Kehadiran Bandara Siboru menjadi jawaban atas kebutuhan konektivitas yang lebih baik bagi Fakfak sebagai salah satu pusat pertumbuhan di kawasan selatan Papua Barat.

Letak dan Profil Bandara Siboru

Bandara Siboru berada di Kampung Siboru, Distrik Wartutin, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Bandara dikelola oleh Kementerian Perhubungan melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Siboru.

Bandara ini dibangun dengan terminal penumpang modern seluas sekitar 5.000 meter persegi dan dilengkapi landasan pacu (runway) sepanjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter yang saat ini mampu melayani pesawat jenis ATR 72-600. Ke depan, pemerintah merencanakan pengembangan landasan pacu hingga mencapai 2.200 meter agar dapat didarati pesawat yang lebih besar seperti Boeing 737.

Urgensi Pembangunan Bandara Siboru

1. Menggantikan Bandara Torea yang Terbatas

Alasan utama pembangunan Bandara Siboru adalah keterbatasan Bandara Torea yang selama puluhan tahun melayani masyarakat Fakfak. Bandara Torea memiliki lahan yang sempit sehingga sulit dikembangkan untuk melayani pesawat berkapasitas lebih besar. Kondisi tersebut menghambat peningkatan frekuensi penerbangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan hadirnya Bandara Siboru, Kabupaten Fakfak memiliki fasilitas penerbangan yang lebih modern, aman, dan berkapasitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa depan.

2. Meningkatkan Konektivitas Papua Barat

Wilayah Papua Barat memiliki tantangan geografis yang cukup berat, berupa pegunungan, hutan, dan wilayah pesisir yang menyulitkan transportasi darat. Oleh karena itu transportasi udara menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Pembangunan Bandara Siboru diharapkan memperkuat konektivitas Fakfak dengan berbagai daerah lain seperti Sorong, Manokwari, Nabire, Kaimana, Bintuni, serta kota-kota besar di Indonesia. Konektivitas yang lebih baik akan mempercepat arus orang, barang, jasa, dan investasi.

3. Mendukung Proyek Strategis Nasional dan Investasi

Fakfak termasuk wilayah yang memiliki potensi investasi besar, terutama di sektor perikanan, pertanian, pariwisata, serta pengembangan industri petrokimia dan energi. Infrastruktur bandara yang memadai menjadi syarat penting untuk menarik investasi dan mempercepat pembangunan kawasan.

Bandara Siboru juga ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menunjukkan pentingnya proyek ini dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Sumber Pendanaan Pembangunan

Pembangunan Bandara Siboru didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebagain besar didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui Kementerian Perhubungan. Proyek ini merupakan proyek pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Karena pembangunannya didanai dari APBN maka Bandara Siboru Fakfak merupakan Barang Milik Negara (BMN).

Nilai kontrak pembangunan Bandara Siboru tercatat mencapai sekitar Rp832,5 miliar, mencakup pembangunan sisi udara (airside) dan sisi darat (landside), termasuk terminal, landasan pacu, taxiway, apron, serta fasilitas penunjang lainnya.

Besarnya investasi pemerintah menunjukkan komitmen kuat negara dalam mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia dan mengurangi kesenjangan infrastruktur antarwilayah.

Peresmian dan Operasional

Bandara Siboru diresmikan pada tanggal 23 November 2023. Setelah melalui tahapan persiapan operasional dan sertifikasi, bandara mulai beroperasi penuh pada 25 Januari 2024 dan secara bertahap menggantikan fungsi Bandara Torea.

Sejak beroperasi, Bandara Siboru telah melayani penerbangan penumpang, logistik, serta aktivitas pemerintahan yang semakin meningkat. Keberadaannya menjadi gerbang utama transportasi udara Kabupaten Fakfak.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Fakfak

Keberadaan Bandara Siboru diproyeksikan memberikan berbagai manfaat ekonomi, antara lain:

  • Menurunkan biaya logistik dan distribusi barang.
  • Mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha.
  • Membuka peluang investasi baru.
  • Mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
  • Meningkatkan pemasaran hasil perikanan dan pertanian Fakfak ke daerah lain.
  • Menciptakan lapangan kerja baru di sektor transportasi dan jasa pendukung.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mendorong pengembangan kawasan sekitar bandara agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Fakfak.

Penutup

Pembangunan Bandara Siboru merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan konektivitas, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan membuka keterisolasian wilayah Fakfak serta kawasan selatan Papua Barat. Dengan pendanaan APBN senilai sekitar Rp832,5 miliar, bandara ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan daerah melalui peningkatan mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, dan masuknya investasi baru. 

Sebagai pengganti Bandara Torea yang memiliki keterbatasan pengembangan, Bandara Siboru hadir sebagai simbol kemajuan infrastruktur Papua Barat dan diharapkan menjadi pintu gerbang utama yang mendorong kemajuan Fakfak menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Referensi:

https://hubud.kemenhub.go.id/upbu/siboru/profil/sejarah-singkat

https://en.wikipedia.org/wiki/Siboru_Airport

https://pinfunpapua.com/2025/10/09/pemkab-fakfak-serius-kembangkan-bandara-siboru-targetkan-perpanjangan-runway-dan-penataan-kawasan/


Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon