Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Sorong
Muara Sungai Remu, Gerbang Kecil Perekonomian Kota Sorong

Muara Sungai Remu, Gerbang Kecil Perekonomian Kota Sorong

Agust Darwanto Gamis
Kamis, 23 Oktober 2025 |   302 kali

Berolahraga di akhir pekan sambil menyusuri lingkungan Pasar Remu, salah satu pusat perekonomian yang sibuk di Kota Sorong. Suasana tampak seperti keramaian pasar pada umumnya, ramai, bising, suara musik yang keras, serta hiruk pikuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Pada beberapa waktu lalu, ratusan kios dan lapak di pasar ini mengalami musibah kebakaran yang sangat parah, namun hari ini memori tentang kejadian tersebut seperti berlalu tanpa bekas, masyarakat Kota Sorong kembali menikmati pasar dengan dengan penuh semangat.

Lokasi Pasar Remu berada tepat di area pinggiran Sungai Remu, sebuah sungai yang cukup lebar, membentang di tengah Kota Sorong. Dari pusat pasar bergerak sedikit arah barat kita akan melihat cukup banyak perahu yang tertambat di pinggiran sungai. Ada perahu penyeberangan menuju desa-desa kecil di pulau besar dan kecil di depan teluk Kota Sorong, perahu penyeberangan antar sisi sungai, dan juga perahu penangkap ikan ukuran kecil yang memasok ikan ke Pasar Remu. Suatu pemandangan tentang betapa maritimnya negeri kita, alam yang sangat melimpah hasil lautnya.

Berbincang dengan salah satu warga yang hendak menyeberang dari itik tambatan perahu, diperoleh informasi bahwa mereka adalah warga Pulau Salawati, pulau sebelah barat Kota Sorong dengan jarak tempuh kurang lebih 40 menit. Dari raut wajah sangat Nampak karakter kuat mereka yang sudah terbiasa menaklukan lautan.

Salah satu pemandangan yang berkesan juga adalah tentang sekumpulan anak-anak bermental baja di lingkungan pasar. Ketika selesai aktivitas sekolah, mereka juga turut menjadi “pelaku pasar” dengan mencari rezeki mengangkut sampah pasar untuk dibawa ke tempat sampah di luar area pasar. Satu pertanyaan kecil kepada mereka “ade, kam su lama angka-angka sampah bagini kah? (adik, kalian sejak kapan sudah mengakut-angkut sampah seperti ini?)”. Salah satu anak menjawab: “su lama om, dapa bayar enak lai (sudah lama om, dan uang jasa angkutnya memuaskan).

Itulah sedikit cerita tentang Pasar Remu Sorong yang persis diapit oleh Sungai Remu dan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon