Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Sorong
RAJA AMPAT

RAJA AMPAT

Justicio Yohannes Valentino Engko
Kamis, 25 September 2025 |   608 kali

Mendengar nama itu tentu sudah tidak asing di telinga kita sebagai salah satu tempat yang dipenuhi keindahan alamnya. Satu dari sekian wilayah Papua yang takkan mengecewakan bagi setiap pengunjung yang datang ke sana. 

Ya, Kabupaten Raja Ampat adalah bagian dari Provinsi Papua Barat Daya (dahulu Papua Barat) yang lokasi geografisnya berada di ujungkepala burungdi peta Papua. Perjalanan menuju Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat membutuhkan waktu 2 jam dari Kota Sorong dengan alat transportasi kapal cepat berkapasitas 400 penumpang. 

Untuk obyek wisatanya, di Raja Ampat kita bisa memilih tujuan sesuai rencana masing-masing. Pulau Misool dengan keindahan laut yang jernih dan berbagai spot diving, Pulau Wayag dengan pemandangan yang spektakuler dan juga menawarkan panorama 360 derajat, Bukit Piaynemo dengan pemandangan pulau-pulau karst dan laut biru, Air Terjun Kiti-Kiti yang mengalir langsung ke laut, Telaga Bintang dengan visual laut biru-hijau berbentuk bintang dari puncak bukit batu, Desa Arborek dengan budaya lokal yang ramah bertradisi unik, serta area snorkling yang menakjubkan, Kali Biru dengan kondisi alam sungai berbeda dibandingkan sungai-sungai pada umumnya 

Lokasi-lokasi tersebut bisa juga diakses langsung dari Kota Sorong menggunakan jasa traveling yang sudah sangat profesional, modern, dan aman. Untuk harganya sendiri, bisa dengan mudah diperoleh melalui website ataupun langsung mendatangi kantor jasa traveling tersebut. Besaran tarifnya tentu beragam sesuai jarak destinasi, namun dipastikan harganya sangat sesuai dengan keindahan alam yang akan kita nikmati. 

Dari beberapa lokasi yang disebutkan di atas, terdapat dua lokasi yang sudah penulis kunjungi yaitu Puncak Piaynemo dan Kali Biru. Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Speeboat di Kota Sorong menuju salah satu resort di Raja Ampat selama kurang lebih 2 jam, beristirahat dan kemudian lanjut ke Piaynemo dengan durasi 45 menit. Tiba gerbang di Piaynemo seluruh pengunjung dibuat kagum oleh sambutan bukit batu terjal yang bertuliskan Geosite Piaynemo. Selanjutnya merapat ke dermaga apung yang cukup indah sebagai tambatan kapal/speedboat. Saat berada di dermaga, maka sebetulnya para pengunjung sudah bebas menentukan pilihan, apakah masih duduk-duduk menghilangkan dahaga dengan air kelapa muda segar yang sudah disediakan oleh Mace-Pace atau Ibu-Bapak penjual lokal yang penuh keramahan dan persahabatan, namun tak sedikit juga yang langsung tancap gas menuju puncak Piaynemo yang reputasinya sudah terkenal oleh dunia internasional. 

Bergeser ke obyek wisata Kali Biru. 

Lokasi ini penulis tempuh menggunakan longboat kapasitas 10-12 penumpang dari Waisai menuju Kampung Warsambin Kecamatan Mayalibit. Perjalanan ditempuh selama 1 jam menuju pos masuk, kemudian dilanjutkan lagi selama kurang lebih 25 menit untuk sampai di sungai dengan karakter warna unik ini. Pengunjung bisa beristirahat sejenak atau bisa juga langsung berendam/mandi di Kali Biru dengan suhu yang cukup dingin serta arus yang kuat. Berada di tempat ini sangatlah berkesan bagi penulis, sebab mandi ataupun bermain di seputaran sungai nilai kepuasannya sama, tentang rasa kagum dan takjub. 

Sebagaimana syair lagu yang dilantunkan oleh penyanyi bersuara merdu Edo Kondologit: “surga kecil yang jatuh ke bumi, itulah Tanah Papua”, menurut penulis juga memang demikianlah adanya negeri ujung timur NKRI ini, keindahan alamnya membuat kita akan selalu merindukannya.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon