Embung Mentawir, Penyokong Persemaian Modern Pertama di IKN
Meylida Widyaningrum
Selasa, 06 Agustus 2024 |
971 kali

Gambar
1: Area Jalan Masuk Kawasan Persemaian Mentawir
Sejak
tanggal 18 Januari 2022, Pemerintah dan DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang
tentang Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-Undang. Ibu Kota Negara yang
semula di Jakarta akan dipindahkan ke Pulau Kalimantan, tepatnya Provinsi
Kalimantan Timur. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah dalam
pemindahan ibukota tersebut adalah kebutuhan air. Air merupakan sumber
kehidupan bagi manusia dan alam. Hampir semua aktivitas yang dilakukan manusia
membutuhkan air, seperti memasak, mandi, minum, dan masih banyak lagi. Begitu
pun tumbuhan dan hewan juga membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.
Upaya
yang telah dilakukan oleh Pemerintah untuk memenuhi panyediaan air di IKN
adalah membangun embung di Kelurahan Mentawir oleh Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dana sebanyak 28,8 miliar rupiah telah
digelontorkan untuk membangun embung dengan luas 40.000 m2 dan
kedalaman empat meter. Embung ini memiliki daya tampung sebanyak 160.000 m3
dengan debit 40 liter per detik. Sumber air embung tersebut berasal dari Sungai
Mandahan yang lokasinya tepat berada di samping fasilitas persemaian.
Pembangunan embung ini mengadopsi konsep pusat persemaian modern di Kabupaten
Bogor, Jawa Barat.

Gambar
2: Embung Mentawir
Pembangunan
embung ini sejalan dengan skenario pembangunan ibu kota baru yaitu Kota Hutan
atau “Forest City”. Konsep ini mengintegrasikan lingkungan alam dengan
infrastruktur modern dan menciptakan sebuah kota yang ramah lingkungan dan
berkelanjutan. Kehadirannya mampu memperkuat komitmen IKN dalam menciptakan
kota yang harmonis dengan alam.
Embung
tersebut difungsikan untuk mendukung pengembangan Pusat Persemaian Modern
dengan skala besar. Persemaian seluas 17 hektar ini memiliki kapasitas produksi
bibit sebanyak 15 juta per tahun. Bibit-bibit tersebut berguna untuk persemaian
dalam rangka rehabilitasi hutan melalui penanaman kembali pohon di sejumlah
lokasi eks tambang. Bibit pohon tersebut diantaranya terdiri dari kayu nyatoh,
meranti, kapur, gaharu. ulin, dan bangkirai.

Gambar 3: Persemaian Mentawir
Penanaman
ini diharapkan akan menarik satwa seperti burung agar masuk ke habitat di IKN
Indonesia baru. Tak hanya itu saja, untuk mendukung ekosistem satwa, persemaian
ini juga memiliki fasilitas perkembangbiakan yang mengusung konsep “bayi
tabung” sehingga populasi satwa dapat kembali seimbang. Melalui panorama alam
yang menakjubkan dan lingkungan yang asri, embung ini diharapkan menjadi magnet
bagi wisatawan lokal maupun internasional. Kehadiran embung ini juga diharapkan
dapat menambah daya tarik wisata di IKN.
Penulis: Devy Kusumaningrum
Dokumentasi: Seksi HI KPKNL Samarinda
Sumber:
Andi,
F. (2024, 4 Juni). Presiden Resmikan Fasilitas Persemaian 15 Juta Bibit di
Mentawir. Diakses pada 5 Agustus 2024, dari
https://www.antaranews.com/berita/4135488/presiden-resmikan-fasilitas-persemaian-15-juta-bibit-di-mentawir
Bagus, P. (2023, 23 Februari). PUPR Embung
di Mentawir Difungsikan April Dukung Persemaian Modern IKN. Diakses pada 5
Agustus 2024 dari https://kaltim.antaranews.com/berita/180129/pupr-embung-di-mentawir-difungsikan-april-dukung-persemaian-modem-ikn
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |