Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel KPKNL Samarinda
Embung Mentawir, Penyokong Persemaian Modern Pertama di IKN

Embung Mentawir, Penyokong Persemaian Modern Pertama di IKN

Meylida Widyaningrum
Selasa, 06 Agustus 2024 |   971 kali


Gambar 1: Area Jalan Masuk Kawasan Persemaian Mentawir

Sejak tanggal 18 Januari 2022, Pemerintah dan DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-Undang. Ibu Kota Negara yang semula di Jakarta akan dipindahkan ke Pulau Kalimantan, tepatnya Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah dalam pemindahan ibukota tersebut adalah kebutuhan air. Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia dan alam. Hampir semua aktivitas yang dilakukan manusia membutuhkan air, seperti memasak, mandi, minum, dan masih banyak lagi. Begitu pun tumbuhan dan hewan juga membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.

Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah untuk memenuhi panyediaan air di IKN adalah membangun embung di Kelurahan Mentawir oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dana sebanyak 28,8 miliar rupiah telah digelontorkan untuk membangun embung dengan luas 40.000 m2 dan kedalaman empat meter. Embung ini memiliki daya tampung sebanyak 160.000 m3 dengan debit 40 liter per detik. Sumber air embung tersebut berasal dari Sungai Mandahan yang lokasinya tepat berada di samping fasilitas persemaian. Pembangunan embung ini mengadopsi konsep pusat persemaian modern di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Gambar 2: Embung Mentawir

Pembangunan embung ini sejalan dengan skenario pembangunan ibu kota baru yaitu Kota Hutan atau “Forest City”. Konsep ini mengintegrasikan lingkungan alam dengan infrastruktur modern dan menciptakan sebuah kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kehadirannya mampu memperkuat komitmen IKN dalam menciptakan kota yang harmonis dengan alam.

Embung tersebut difungsikan untuk mendukung pengembangan Pusat Persemaian Modern dengan skala besar. Persemaian seluas 17 hektar ini memiliki kapasitas produksi bibit sebanyak 15 juta per tahun. Bibit-bibit tersebut berguna untuk persemaian dalam rangka rehabilitasi hutan melalui penanaman kembali pohon di sejumlah lokasi eks tambang. Bibit pohon tersebut diantaranya terdiri dari kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu. ulin, dan bangkirai.


Gambar 3: Persemaian Mentawir

Penanaman ini diharapkan akan menarik satwa seperti burung agar masuk ke habitat di IKN Indonesia baru. Tak hanya itu saja, untuk mendukung ekosistem satwa, persemaian ini juga memiliki fasilitas perkembangbiakan yang mengusung konsep “bayi tabung” sehingga populasi satwa dapat kembali seimbang. Melalui panorama alam yang menakjubkan dan lingkungan yang asri, embung ini diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun internasional. Kehadiran embung ini juga diharapkan dapat menambah daya tarik wisata di IKN.

 

Penulis: Devy Kusumaningrum

Dokumentasi: Seksi HI KPKNL Samarinda

Sumber:

Andi, F. (2024, 4 Juni). Presiden Resmikan Fasilitas Persemaian 15 Juta Bibit di Mentawir. Diakses pada 5 Agustus 2024, dari  https://www.antaranews.com/berita/4135488/presiden-resmikan-fasilitas-persemaian-15-juta-bibit-di-mentawir

Bagus, P. (2023, 23 Februari). PUPR Embung di Mentawir Difungsikan April Dukung Persemaian Modern IKN. Diakses pada 5 Agustus 2024 dari https://kaltim.antaranews.com/berita/180129/pupr-embung-di-mentawir-difungsikan-april-dukung-persemaian-modem-ikn

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon