Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Purwokerto
Optimalisasi Farm Manggala, Aset Negara yang Bertransformasi Menjadi Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Optimalisasi Farm Manggala, Aset Negara yang Bertransformasi Menjadi Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Perwita Andy Safitri
Kamis, 23 Juli 2026 |   66 kali

Purwokerto (23/7) – Upaya optimalisasi Barang Milik Negara (BMN) terus menunjukkan hasil nyata. Salah satunya melalui proyek Optimalisasi Farm Manggala yang diinisiasi oleh KPKNL Purwokerto bersama BBPTUHPT Baturraden dalam ajang Kompetisi Inovasi Manajer Aset (KOIN MAS) DJKN 2025/2026. Tim Koin Mas Jateng DIY - Purwokerto yang diketuai oleh Khanifudin, Penilai Pemerintah Ahli Muda KPKNL Purwokerto, dengan anggota Angga Kunto Widianto, Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN), Nuni Budi Prastiwi dan Heru Dwi Nugroho, Pelaksana Seksi PKN KPKNL Purwokerto, dan Gunawan Kurnia Satriadi, Pelaksana Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara pada Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DIY didampingi Agus Setiyo Pambudi, Kepala KPKNL Purwokerto, melakukan presentasi penyisihan babak sepuluh besar KOIN MAS DJKN 2025/2026 melalui daring.

Proyek ini memanfaatkan aset negara yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi kawasan peternakan sapi perah modern yang mendukung peningkatan produksi susu nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Farm Manggala merupakan bagian dari kawasan BBPTUHPT Baturraden yang berlokasi di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Objek yang dioptimalkan berupa bangunan freestall seluas 1.709 meter persegi beserta lahan pendukung seluas 1.448 meter persegi dengan total nilai aset mencapai sekitar Rp2,87 miliar. Pemanfaatan aset dilakukan melalui mekanisme sewa BMN kepada PT Suri Nusantara Jaya untuk usaha peternakan sapi perah dan produksi susu.

Sebelum dioptimalkan, kandang Farm Manggala berada dalam kondisi underutilized setelah ternak direlokasi ke lokasi lain sehingga produktivitas aset belum maksimal. Melalui kolaborasi antara pengelola aset, satuan kerja, dan mitra swasta, kawasan tersebut direvitalisasi melalui renovasi kandang, pembangunan gudang pakan, fasilitas penyimpanan susu, serta pengadaan 250 ekor sapi perah produktif yang didatangkan dari Selandia Baru dan Australia. Optimalisasi tersebut tidak hanya menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tetapi juga mendukung program strategis pemerintah dalam meningkatkan produksi susu segar nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Selain itu, pemanfaatan aset mampu mengurangi biaya perawatan serta beban operasional pemerintah.

Dari sisi ekonomi, proyek Farm Manggala diproyeksikan menghasilkan manfaat ekonomi sekitar Rp14,6 miliar dalam kurun tiga tahun. Kontribusi tersebut berasal dari peningkatan produksi susu segar, penyerapan tenaga kerja, penerimaan PNBP, penghematan biaya operasional, hingga pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik. Nilai tambah ekonomi sektor ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp6,3 miliar dengan efek pengganda (multiplier effect) sebesar 1,29 kali terhadap perekonomian daerah. Manfaat proyek juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran Farm Manggala berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 161 orang, mulai dari tenaga pemeliharaan kandang, penyedia pakan, hingga pengelola limbah. Di sisi lain, meningkatnya produksi susu segar diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Banyumas sebagai salah satu sentra produksi susu sapi segar di Jawa Tengah.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan, seperti penundaan kedatangan sapi impor yang menggeser target produksi serta penyesuaian administrasi masa sewa BMN. Namun, berbagai kendala tersebut ditangani melalui koordinasi intensif antara satuan kerja, KPKNL, dan mitra pemanfaatan sehingga proyek tetap berjalan sesuai rencana pengembangan. Keberhasilan Optimalisasi Farm Manggala menjadi contoh konkret bagaimana aset negara yang sebelumnya kurang produktif dapat diubah menjadi aset yang memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat. Sejalan dengan semangat KOIN MAS DJKN, proyek ini menunjukkan bahwa pengelolaan BMN tidak hanya berorientasi pada penerimaan negara, tetapi juga mampu mendorong pembangunan ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan. (Tim Humas)

Foto Terkait Berita

Floating Icon