Penilaian Pemanfaatan Sewa BMN Lapas Kembangkuning Nusakambangan, Dukung Negara Dalam Menggerakan Ekonomi Bangsa
Wijang Banu Hapsari
Rabu, 11 Februari 2026 |
49 kali
Nusakambangan — Dalam rangka
optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN), Kantor Pelayanan Kekayaan
Negara dan Lelang (KPKNL) Purwokerto melaksanakan kegiatan penilaian
pemanfaatan sewa BMN pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kembangkuning,
Nusakambangan berupa tanah dan bagunan yang digunakan sebagai Koperasi serta
Bangunan yang akan digunakan sebagai Pabrik Rokok CV. Enka Pass Indonesia, pada
Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah
dalam mendorong pengelolaan aset negara yang produktif dan bernilai ekonomi.
Penilaian tersebut dilakukan oleh
Dio Graha Putra Pangestu, Pejabat Fungsional Penilai Ahli Pertama KPKNL
Purwokerto dan disaksikan oleh Moch Soenaryo selaku Kepala Urusan Umum Lapas
Kembangkuning, Nusakambangan beserta jajarannya. Tujuan penilaian tersebut adalah
memastikan bahwa pemanfaatan BMN melalui skema sewa berjalan secara optimal,
transparan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara. Selain
itu, proses penilaian juga menjadi langkah penting untuk menjamin bahwa setiap
aset negara dimanfaatkan sesuai prinsip tata kelola yang baik serta memberikan
nilai tambah berkelanjutan.
Optimalisasi Aset BMN melalui
mekanisme sewa merupakan salah satu upaya negara dalam menggerakan ekonomi bangsa.
Aset milik negara tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung tugas
pemerintahan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi. Melalui pengelolaan yang profesional dan pemanfaatan yang
tepat, BMN dapat menjadi sumber penerimaan negara sekaligus membuka peluang
aktivitas ekonomi produktif.
Lapas Kembangkuning, sebagai
salah satu unit pemasyarakatan di wilayah Nusakambangan memiliki potensi aset berupa
tanah dan bagunan yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya. Oleh karena itu,
kegiatan penilaian menjadi langkah penting untuk memastikan potensi tersebut
dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal tanpa mengabaikan fungsi utama
lembaga pemasyarakatan. Selain itu, Moch Soenaryo menyampaikan bahwa dengan
pemanfaatan aset tersebut, juga menjadi sarana atau wadah pemberdayaan
bagi para warga binaan di Lapas tersebut.
Dengan dilaksanakannya penilaian ini, diharapkan pengelolaan BMN semakin akuntabel, produktif, dan berdaya guna, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Optimalisasi aset negara pada akhirnya menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjadikan BMN sebagai motor penggerak ekonomi bangsa. (Tim Seksi Hukum dan Informasi)
Foto Terkait Berita