KPKNL Purwokerto Selenggarakan Webinar Sustainable Customer Service Excellent
Slamet Fahrudin
Rabu, 10 Februari 2021 |
245 kali
Purwokerto - Sebagaimana dimaklumi pada tahun 2021 ini KPKNL Purwokerto menyambut tantangan sebagai salah satu unit vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang diusulkan untuk mengikuti penilaian Pembangunan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM), setelah pada tahun 2019 berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kemeterian PAN-RB. Pembangunan ZI-WBBM pada masa pandemi seperti sekarang ini tentunya membawa tantangan baru dimana perubahan mekanisme birokrasi berlangsung sangat cepat dan dinamis. Hal tersebut menjadi perhatian khusus agar birokrasi yang dilaksanakan dapat disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, dan tentunya senantiasa tetap menjaga integritas serta dapat menjadi lebih baik lagi dalam melaksanakan pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pada Rabu (10/02) KPKNL Purwokerto melakukan kegiatan bersama dengan Kantor Wilayah DJKN Jawa Tengan dan DIY menyelenggarakan Webinar dengan tema “Sustainable Customer Service Excellent” dan menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidangnya dari akademisi dan praktisi, yaitu Bambang Widjajarso seorang Widyaiswara Pengembangan SDM-BPPK dan Iin Supriyatin Ramli seorang Service Development Manager Bank Syariah Indonesia.
Webinar ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemahaman bagi pejabat maupun pegawai DJKN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para stakeholder seperti yang disampaikan oleh Soeparjanto, Kepala KPKNL Purwokerto yang sekaligus sebagai Ketua Penyelenggara Webinar, “Harapannya semoga materi dapat menambah wawasan dan pemahaman tentang layanan terbaik, serta dapat menjadi referensi bagi kita untuk diimplementasikan dalam rangka meningkatkan layanan kepada publik.”
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Soeparjanto, dalam acara yang dihadiri insan DJKN di seluruh Indonesia melalui aplikasi Zoom Meeting ini, Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DIY Mahmudsyah, dalam sambutannya sebagai salah satu Keynote Speaker, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan kegiatan dalam rangka menyukseskan rangkaian program Pembangunan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM) dan Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Lebih jauh disampaikan, webinar ini dapat menjadi bekal bagi pejabat dan pegawai DJKN untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada stakeholder, khususnya pejabat dan pegawai Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DIY serta KPKNL Purwokerto. “Diharapkan pelayanan prima menjadi budaya unit kerja kita masing-masing khususnya di lingkungan Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DIY”
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Kekayaan Negara Dedy Syarif Usman selaku Keynote Speaker menambahkan bahwa selaku ASN harus benar-benar memahami bahwa seorang ASN adalah seorang pelayan masyarakat dan jangan pernah menganggap bahwa ASN adalah seorang yang berkuasa sehingga meminta dilayani. “ASN sekarang dalam masa pandemi Covid-19 yang memberikan dampak pada kehidupan sosial, ekonomi, dan keuangan negara, tentunya kita harus melakukan perubahan-perubahan. Kita harus progressif dan menghilangkan kesan bahwa birokrasi itu lamban dan mempersulit, budayakan kerja yang berorientasi pada hasil nyata, serta mewujudkan kondisi dinamis sebagaimana arahan Dirjen Kekayaan Negara.”
Bambang Widjajarso dalam pemaparannya sebagai narasumber lebih mengedepankan penjelasan secara teoritis dengan dilengkapi pengalaman-pengalaman yang dimiliki, salah satunya mengutip dari Value Hierarchi Karl Abrecht bahwa tingkat kepuasan pelanggan dalam posisi paling bawah setelah tingkat Criminal adalah tingkat Basic, dimana pelayanan kompetitor lebih baik daripada pelayanan kita. Tingkat berikutnya adalah Expected atau pelayanan kita sama dengan pelayanan kompetitor, kemudian Desired dimana pelayanan sudah sesuai harapan dan pelayanan sudah lebih baik daripada kompetitor. Unbelievable menjadi tingkatan tertinggi dalam hirarki ini, pada tingkatan pelanggan selalu merasa diberikan surprise oleh pemberi layanan. Kemudian disampaikan juga bahwa konsep dasar pelayanan prima meliputi attitude (sikap), attention (perhatian), action (tindakan), ability (kemampuan), appearance (penampilan), accountability (tanggung jawab), affirmation (afirmasi), serta sympathy (simpati).
Sementara Iin Supriyatin Ramli selaku
Service Development Manager Bank Syariah Indonesia menjelaskan bagaimana agar
pelayanan yang prima bisa dilakukan secara berkelanjutan. Disebutkan bahwa agar
kita dapat konsisten dan berkelanjutan dalam memberikan pelayanan prima, kita
harus memiliki antusiasme dan energi dalam melayani, switching mood atau segera mengubah mood yang buruk, selalu ingin
berinteraksi yang berkesan dan menyenangkan, dan budaya menyapa dimana kita
tularkan dan berikan energi positif kepada orang lain.
Foto Terkait Berita