Severity: Warning
Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_2022r39n4cihgocgv7a8fajvtg66823on8c2): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 176
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
KPKNL PURWOKERTO NGURI-URI KABUDAYAN BANYUMAS DENGAN SENI KENTHONGAN
Sri Supangati
Selasa, 30 Juli 2019 |
2634 kali
Purwokerto-Kenthongan, sebagian masyarakat Banyumas menyebut tek-tek, adalah alat musik yang terbuat dari potongan bambu yang diberi lubang memanjang disisinya dan dimainkan dengan cara dipukul dengan tongkat kayu pendek. Jaman dahulu, kenthongan punya banyak fungsi di masyarakat. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan pengumuman. Contohnya digunakan untuk menyebarkan tanda peringatan bahaya anatara lain bencana banjir,kebakaran, atau pencurian. Makna komunikasinya terdapat pada ritme bunyi dan kombinasinya . Makna bunyi diatur sesuai kesepakatan di masyarakat. Misalnya membunyikan sekali apabila kemalingan (ada pencurian), bunyi kedua untuk kebakaran dan sebagainya sesuai dengan kesepakatan masyarakat sekitar.
Pada perkembangannya kenthong dapat menghasilkan irama musik. Di Banyumas, kenthong menjadi kesenian Kenthongan dan mulai dikenal sekitar tahun 1900an sampai 2000an. Agar dapat menghasilkan melodi yang indah, kenthongan ditambah dengan alat musik lain yaitu angklung dan calung. Perpaduan kenthongan dan angklung serta calung menghasilkan nada musik modern. Agar lebih merdu lagi, dapat ditambahkan suling dan bass terbuat dari tong yang bagian atasnya telah ditutup dengan ban dalam bekas. Kemudian untuk perkusi bisa ditambah “kompang” dikombinasi dengan ketipung ditambah samba, agar menghasilkan suara trebele.
Kesenian kenthongan yang disajikan dalam bentuk kesenian karnaval atau drumband tradisional memang selalu menarik untuk ditonton. Pertunjukannya bisa sambil berjalan/devile dan display/bermain dalam seni konfigurasi, menjadi ciri khusus pertunjukan kesenian kenthongan. Bentuk seni konfigurasi dalam kenthongan dapat diwujudkan dalam bentuk perpaduan antara musik, lagu, tarian dan fragmen/dialog.
Sebagai wujud turut melestarikan kebudayaan Banyumas tersebut, KPKNL Purwokerto menampilkan persembahan seni “Kenthongan” dalam Rapat Kerja Nasional DJKN Tahun 2019 pada Rabu (24/7) di Purwokerto. (HI KPKNL Purwokerto)
Foto Terkait Berita